• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Solusi Masalah Jasa Konstruksi, Integrasi Infrastruktur Pintar dan Teknologi Digital

Yuddy Kusuma by Yuddy Kusuma
October 13, 2024
in Liputan Khusus
1
Basuki Hadimuljono, Jasa Konstruksi, Kementerian PUPR

Basuki Hadimuljono. (Foto: Dok PUPR)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Untuk mengatasi berbagai masalah di sektor jasa konstruksi, maka semua pelaku jasa konstruksi harus segera menerapkan dan mengintegrasikan infrastruktur pintar dan teknologi digital.

KoranProperti.com (Jakarta) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam acara Simposium Konstruksi Nasional bersama DPP PERTAHKINDO, di Jakarta, Kamis (12/9/2024) mengatakan, transformasi digital mampu mengatasi berbagai permasalahan di sektor jasa konstruksi.

Namun, tambah Basuki, untuk mewujudkannya teknologi digital harus terintegrasi dengan konsep smart-infrastructure (infrastruktur pintar). Penegasan Basuki itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR Abdul Muis yang bertindak mewakili Menteri PUPR.

“Transformasi digital akan mampu mengatasi berbagai masalah dalam setiap tahapan penyelenggaraan jasa konstruksi,” tandas Basuki.

Basuki Hadimuljono, Jasa Konstruksi, Kementerian PUPR
Proyek jasa konstruksi. (Foto: Dok PUPR)

Infrastruktur Pintar

Saat ini, teknologi industri konstruksi sudah semakin canggih, maka konsep smart-infrastructure (infrastruktur pintar), harus segera terwujud dan terintegrasi dengan teknologi digital.

Kementerian PUPR telah mengadopsi teknologi informasi dan digitalisasi seperti Internet of Things (IoT), Building Informasi Modelling (BIM), dan Artificial Intelligence (AI).

“Konsep smart-infrastructure bukan semata-mata aplikasi dan database, tetapi juga sebagai representasi digital dari karakteristik fisik dan bangunan, serta pemanfaatan sustain (berkelanjutan) dalam penentuan kebijakan konstruksi,” pungkas Basuki.

Basuki berharap, sumber daya manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi bisa beradaptasi dengan tuntutan digitalisasi, meningkatkan kompetensi, dan bisa mengoperasikan inovasi dan teknologi konstruksi yang terus berkembang. “Bila ini diterapkan, maka smart-infrastructure di Indonesia akan cepat tercapai,” tutup Basuki.

 

 

 

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: Abdul MuisBasuki HadimuljonoDirektur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPRDPP PERTAHKINDOInfrastruktur PintarJasa KonstruksiKementerian PUPRKonstruksiKoranproperti.comMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatMenteri PUPRPUPRSektor KonstruksiTeknologi DigitalYuddy Kusuma
Previous Post

Pameran Teknologi Cat Digelar, Eksplorasi Produk Industri Pelapis Ramah Lingkungan

Next Post

Bila Kementerian Perumahan Terbentuk: Bukan Siapa Jadi Menterinya, Program Kerja Prioritas Lebih Penting…!!!

Next Post
Kementerian Perumahan, backlog rumah

Bila Kementerian Perumahan Terbentuk: Bukan Siapa Jadi Menterinya, Program Kerja Prioritas Lebih Penting…!!!

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti