• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Utama

Lagi-lagi Gebrakan Aguan Bikin Heboh, Tol Kataraja Kelar Tahun Ini, Target Marketing Sales PANI Rp5,3 Triliun

Yuddy Kusuma by Yuddy Kusuma
June 18, 2025
in Liputan Utama
3
Aguan

Presiden Direktur PANI Tbk Aguan alias Sugianto Kusuma (Foto: Ist)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Bukan Aguan namanya kalau tidak membuat gebrakan heboh. Hampir seluruh kiprahnya dalam sektor properti, mampu menyedot perhatian publik dan pemerintah.

KoranProperti.com (Jakarta) – Aguan alias Sugianto Kusuma yang menjabat sebagat Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) secara tegas mengatakan, Tol Kataraja (Kamal–Teluk Naga–Rajeg) sepanjang 38,6 km, ditargetkan kelar lebih cepat dan akan langsung beroperasi pada semester I-2025 ini.

Pembangunan Jalan Tol Kataraja, menelan biaya Rp23,22 triliun dengan masa konsesi 40 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Kehadiran tol ini akan menjadi konektivitas penting jalur transportasi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke kawasan PIK2 hanya dalam waktu sekitar tujuh menit.

Selain itu, PANI juga menargetkan prapenjualan atau marketing sales seluruh produk propertinya sebesar Rp5,3 triliun sepanjang tahun 2025.

“Target prapenjualan itu mencerminkan pandangan kami terhadap dinamika pasar selama kuartal pertama, kondisi ekonomi global, dan domestik,” kata Aguan dalam siaran pers yang diterima koranproperti.com, Jumat sore (18/4/2025).

BACA INI: Ini Gebrakan Dahsyat Aguan, Siap Renovasi 2.000 Unit Rumah di Pulau Jawa

Aguan mengungkapkan, target itu ditetapkan setelah mempertimbangkan kondisi pasar properti Jabodetabek pada kuartal pertama tahun 2025, serta tingginya tren permintaan konsumen terhadap properti yang semakin dinamis.

Saat ini, perseroan mengandalkan cadangan lahan seluas 1.845 hektare serta strategi pengembangan kawasan terpadu di PIK2. Berbagai fasilitas penunjang terus dibangun untuk mendorong daya tarik kawasan, termasuk pembangunan Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang menempati lahan seluas 188.000 meter persegi.

Keberadaan Jalan Tol Kataraja (Kamal-Teluk Naga-Rajeg) ini, sambung Aguan, akan menjadi kunci aksesibilitas menuju kawasan PIK2.

“Penyelesaian Jalan Tol Kataraja dikebut, agar segera bisa beroperasi tahun ini. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk bernilai tinggi disertai kawasan yang mendukung gaya hidup modern dan berkelanjutan,” tandas Aguan.

Perlu diketahui, saat ini kawasan modern PIK2 telah tersambung dengan empat ruas jalan tol utama yaitu Tol Lingkar Luar Jakarta, Tol Lingkar Dalam Jakarta, Tol Jakarta-Merak, dan Tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Pertumbuhan Ekonomi Tangerang Utara

Hal ini tentu akan memperkuat posisi kawasan PIK2 sebagai destinasi hunian komersial yang sangat strategis di wilayah Jabodetabek.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang Hendri Hermawan menyebut, Tol Kataraja yang dibangun konsorsium PT Duta Graha Raya ini, akan terhubung langsung dengan empat kecamatan di wilayah Tangerang yaitu Sepatan, Rajeg, Pasar Kemis dan Sindangjaya.

“Empat kawasan ini, diproyeksikan akan menjadi zona segi tiga emas di Kabupaten Tangerang,” ujar Hendri.

Aguan
Ilustrasi progres Tol Kataraja (Foto: Ist)

Hendri menilai, Tol Kataraja ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang bagian utara yang meliputi Kosambi dan Teluknaga.

BACA INI: Gencar Melobi Pengusaha China dan Singapura, Aguan Butuh Dana Ratusan Triliun Bangun Properti Mewah PIK 2 Tahun 2025

Dalam peta Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, proyek Tol Kataraja akan melintasi wilayah Utara, Tengah hingga Barat Kabupaten Tangerang yaitu, Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Mauk, Sepatan, Rajeg, Pasarkemis, Sindangjaya hingga Balaraja.

“Akan ada exit tol di setiap kecamatan, maka daerah-daerah itu akan berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Hendri.

Jalan Tol Kataraja memiliki 8 Seksi, yaitu:

Seksi 1 (Sedyatmo-Kosambi) 6,7 Km

Seksi 2 (Kosambi-Teluknaga) 3,7 Km

Seksi 3 (Teluknaga-Tanjung Pasir) 3,1 Km

Seksi 4 (Tanjung Pasir–Kohod) 3,65 Km

Seksi 5 (Kohod–Surya Bahari) 5,15 Km

Seksi 6 (Surya Bahari–Pakuhaji) 5,5 Km

Seksi 7 (Pakuhaji–Mauk) 5,1 Km

Seksi 8 (Mauk–Rajeg) 5,7 Km

Jalan Tol ini juga memiliki dua Junction (JC) yaitu JC Sedyatmo yang terkoneksi dengan Jalan Tol Prof. Sedyatmo, dan JC Rajeg yang terkoneksi dengan Tol Semanan-Balaraja, Serta 7 Simpang Susun (SS) Kosambi, Teluk Naga, Tanjung Pasir, Kohod, Surya Bahari, SS Paku Haji, dan SS Mauk.

Basuki Hadimuljono (saat masih menjabat Menteri PUPR) mengatakan, pembangunan Jalan Tol Kataraja ini diprakarsai PT Duta Graha Karya dengan nilai investasi sebesar Rp23,22 triliun, dengan masa konsesi 40 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Sedangkan menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Miftachul Munir, pembangunan Jalan Tol Kataraja bertujuan untuk mengembangkan kawasan Kabupaten Tangerang bagian Utara. Selain itu, sebagai upaya dalam mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama PT Duta Graha Karya Nono Sampono mengungkapkan, pembangunan jalan Tol Kataraja dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan serta berkontribusi dalam peningkatan perekonomian nasional dan daerah.

Aguan

Simak dan ikuti terus perkembangan berita dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614

 

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: AguanBadan Pengatur Jalan TolBandara Internasional Soekarno-HattaBasuki HadimuljonoBPJTDinas Tata Ruang dan BangunanHendri HermawanKabupaten TangerangKementerian PUPRKoranproperti.comLiputan UtamaMenteri PUPRMiftachul MunirNono SamponoPANIPIK2PT Duta Graha RayaPT Pantai Indah Kapuk Dua TbkSugianto KusumaTangerangTangerang UtaraTol KatarajaYuddy Kusuma
Previous Post

Kisruh Soal Gaji Pembeli Rumah Subsidi, Himperra: Pemerintah Harus Perhatikan MBR

Next Post

Ada Skema Baru Kredit Rumah Subsidi? Begini Usulan Himperra Buat Pemerintah 

Next Post
Rumah

Ada Skema Baru Kredit Rumah Subsidi? Begini Usulan Himperra Buat Pemerintah 

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti