Kehadiran Le Parc Residence dari superblok Thamrin Nine yang luasnya mencapai 1,47 hektare, mencoba menawarkan filosofi hidup tenang dan nyaman, dalam suasana hiruk-pikuk kepadatan dan kesibukan kota.
KoranProperti.com (Jakarta) – Fenomena jenuh tinggal di perkotaan bagi kelas menengah, menjadi sinyal kuat buat sebagian pengembang properti apartemen untuk berpikir keras, dalam melakukan terobosan mengembangkan hunian vertikal.
Persoalan harga, lokasi, regulasi serta fasilitas dalam kawasan hunian vertikal di pusat kota, tentu saja menjadi faktor penting dan utama yang tidak bisa ditawar lagi, bila hunian ‘jangkung’ itu ingin laris manis dan terserap pasar properti.
Di tengah oversupply apartemen dan lesunya daya serap segmen kelas menengah, sebuah konsep hunian premium di Central Business District (CBD) kawasan Thamrin, Jakarta Pusat muncul, untuk menjawab tingginya kejenuhan kelas menengah yang tinggal di perkotaan.
Le Parc Luxury Residence sebagai bagian dari superblok Thamrin Nine mencoba menawarkan tempat tinggal yang lebih mengutamakan privasi, dengan bonus hidup tenang dalam kawasan hunian vertikal.
Proyek hunian ‘jangkung’ ini ingin membuktikan bahwa untuk rumah kelas premium, parameter pembeliannya telah beralih dari sekadar harga dan lokasi menjadi privasi, kelengkapan ekosistem, ketenangan lingkungan hidup dan kualitas fasilitas.
Seperti diketahui, kekuatan hunian vertikal di kawasan Sudirman-Thamrin, sangat dikenal sebagai pusat komersial yang padat serta sibuk dengan densitas tinggi. Koridor area ini, didominasi gedung-gedung pencakar langit modern dengan fasilitas lengkap berkelas global.
Kehadiran Le Parc, sebagai bagian dari superblok Thamrin Nine yang luasnya mencapai 1,47 hektare, mencoba menawarkan filosofi hidup tenang dan nyaman dalam suasana hiruk-pikuk kepadatan dan kesibukan kota Jakarta.
Head of Sales and Leasing Le Parc Astriana Sari mengatakan, sekarang ini, kondisi CBD Sudirman sudah semakin padat.
“Unit Le Parc hanya terbatas 116 unit saja. Strategi low density ini merupakan jawaban atas tuntutan pasar premium yang memprioritaskan privasi dan ketenangan,” tandas Astriana, dalam siaran pers, Rabu (5/11/2025).
Menurut Astriana, strategi low density ini merupakan penawaran unik dari hunian vertikal di CBD Thamrin. Ketika ruang adalah kemewahan tertinggi di pusat kota, membatasi unit menjadi hanya 116, di lahan 1,47 hektare, akan menjadi lebih efektif dalam penjualan, penyewaan dan pemasaran.
“Saat ini, para pembeli hunian premium tidak mencari efisiensi harga. Sebaliknya, mereka mencari efisiensi ruang pribadi, privasi, ketenangan dan jaminan bahwa status sosial mereka tercermin dalam jumlah tetangga yang sangat terbatas,” pungkas Astriana.
Keunggulan Le Parc Residence
Belum lama ini, Colliers Indonesia melaporkan hasil temuannya bahwa konsep hunian Transit Oriented Development (TOD), khususnya rumah vertikal (apartemen) di wilayah Jabodetabek, dilanda kelesuan dan daya jual atau sewanya menurun drastis.
Namun demikian, Colliers mencatat bahwa properti yang terintegrasi dengan transportasi massal atau Transit Oriented Development (TOD), masih memiliki daya tahan investasi yang lebih baik.
Le Parc secara maksimal memanfaatkan keunggulan ini, karena berada di dalam pengembangan Thamrin Nine sebagai kawasan TOD paling komplit di Jakarta yang dilalui MRT, CL, dan LRT.

Astriana mengeklaim, para konsumen akan lebih memilih apartemen yang dekat dan terintegrasi MRT atau LRT supaya investasinya tetap tumbuh dan berkembang.
BACA INI: Gen Z Tergiur Tinggal di Apartemen Ini, Tawarkan Gaya Hidup Mewah dan Modern
“Jika hunian vertikal terintegrasi TOD, maka harganya juga akan terus meningkat, sebagai instrumen investasi jangka panjang,” tegas Astriana.
Menurutnya, investor dan end user kelas menengah dan atas tidak hanya membeli aset, tetapi ekosistem. Akses langsung dari Le Parc ke Agora Lifestyle Mall yang didesain sebagai lifestyle and sport mall, memastikan fungsi kawasan ini saling mendukung untuk tinggal, bekerja, dan bersosialisasi.
Seperti diketahui, lokasi Jalan Thamrin berada di persimpangan jaringan rel utama MRT-LRT-CL, sehingga mampu memberikan capital gain yang stabil di masa depan. Para Penghuni Thamrin Nine didominasi pengusaha dan profesional muda. Fokus penjualan Le Parc adalah pada kualitas, trust, dan ekosistem, bukan hanya spesifikasi fisik.
“Proyek Le Parc dilengkapi berbagai fasilitas setara hotel bintang lima, termasuk Climate Controlled Courtyard Garden, kolam renang ukuran olimpiade, dan teater pribadi,” ujar Astriana.
Pada bagian akhir Astriana menyebut, kualitas fasilitas hunian vertikal atau apartemen sangatlah penting. Para pembeli dan penyewa akan lebih memilih untuk tinggal di apartemen sebagai bentuk warisan jangka panjang bagi generasi berikutnya.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


