Kawasan industri memegang peranan penting dalam membentuk wajah baru sektor properti Indonesia. Kini, kawasan industri mulai berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru yang juga membutuhkan perumahan, fasilitas komersial, dan ruang penunjang kehidupan sehari-hari.
KoranProperti.com (Jakarta) – Para pengembang menaruh perhatian penuh alias tertarik terhadap potensi kawasan industri Bekasi dan Subang. Seiring bertambahnya jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di koridor timur Jakarta, maka kawasan industri di dua daerah itu, kini menjadi fokus perhatian.
Masuknya investasi Tiongkok dan negara lainnya, memicu lonjakan aktivitas ekonomi di kedua wilayah tersebut. Kawasan yang dulunya identik dengan pabrik dan gudang, sekarang mulai berkembang menjadi pusat pertumbuhan properti baru yang juga membutuhkan perumahan, fasilitas komersial, dan ruang penunjang kehidupan publik sehari-hari.
Berdasarkan data Flash Report November 2025 Rumah123, harga rumah sekunder di kota-kota sekitar koridor industri terus meningkat. Bekasi mencatat kenaikan 0,9 persen secara bulanan dan 1,4 persen secara tahunan, diikuti Bogor yang naik 1,3 persen secara bulanan, serta Tangerang dengan peningkatan 0,5 persen bulanan dan 1 persen tahunan.
Secara nasional, harga rumah sekunder tumbuh 0,3 persen dibanding tahun lalu. Meskipun tidak besar, angka ini menunjukkan ketahanan pasar di tengah penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia ke 4,75 persen dan inflasi yang tercatat 2,86 persen pada Oktober 2025.
Kondisi ini memberikan ruang bagi investor dan pengembang untuk melirik sektor properti yang lebih produktif dan berorientasi jangka panjang.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya mengatakan, kawasan industri kini memegang peranan penting dalam membentuk wajah baru sektor properti Indonesia.
BACA INI: Perilaku Pasar Properti Jelang Tutup Tahun 2025, Peminat Hunian Kawasan TOD Meningkat
“Pergerakan pasar di wilayah industri memperlihatkan bahwa pengembang mulai berpikir lebih strategis. Mereka tidak lagi sekadar menjual rumah, tetapi membangun kawasan yang hidup, dengan fungsi residensial, komersial, dan industri yang saling melengkapi,” ujar Marisa.
Dia menambahkan, fenomena ini adalah bagian dari proses adaptasi terhadap perubahan perilaku investor dan kebutuhan masyarakat.
“Diversifikasi ke kawasan industri menunjukkan bagaimana pengembang merespons dinamika ekonomi dengan cepat. Ketika mobilitas meningkat dan konektivitas antarwilayah semakin baik, kawasan industri menjadi tempat tumbuhnya ekosistem ekonomi baru yang lebih inklusif,” katanya.
Menurut Marisa, minat terhadap properti masih kuat di kota-kota yang memiliki potensi ekonomi dan konektivitas tinggi.
Prospek Properti Residensial 2026
Sementarta itu, berdasarkan data proyeksi dan analisis pasar properti 2026 koranproperti.com, prospek properti residensial di Bekasi secara umum sangat menjanjikan dan cenderung positif untuk jangka panjang. Hal ini terjadi karena pesatnya pembangunan infrastruktur.
Pembangunan infrastruktur masif seperti kehadiran LRT, jalan tol Becakayu, dan akses yang semakin mudah ke Jakarta, secara langsung meningkatkan daya tarik Bekasi sebagai kawasan hunian.

Selain itu, sebagai sentra industri di kawasan timur, Bekasi menarik ribuan pekerja yang membutuhkan tempat tinggal. Harga jual rumah di Bekasi juga sangat kompetitif, dibandingkan dengan area lain di sekitar Jakarta.
Bekasi menjadi pilihan menarik bagi pencari properti dan investor. Kelebihan lain dari Bekasi yaitu kota di pinggiran Jakarta ini, sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, institusi pendidikan, dan area hiburan publik.
BACA INI: Forum Dialog Properti: Kepastian Hukum dan Ekonomi MBR Tahun 2026
Untuk daerah Subang, menurut data proyeksi dan analisis pasar properti 2026 koranproperti.com menyebut, prospek properti residensial di Subang juga sangat positif untuk jangka panjang. Kini, Kota Subang sudah mempunyai dua kota industri baru, termasuk Subang Smartpolitan yang dikembangkan Surya Semesta Internusa (SSIA). Pengembangan kawasan industri ini, secara langsung menarik masuknya tenaga kerja, baik pekerja lokal maupun ekspatriat.
Subang juga memiliki pertumbuhan ekonomi sangat tinggi, karena adanya perkembangan pesat dalam investasi sektor konstruksi.
Permintaan terhadap hunian di Subang dalam dua tahun terakhir ini meningkat secara signifikan. Adapun beberapa proyek properti hunian yang sudah dikembangkan, di antaranya Grand Subang Residence dan Puri Subang Asri. Kedua proyek hunian ini menunjukkan respons positif dari pengembang dan publik pencari rumah.
Dengan banyaknya pilihan hunian di koridor timur, khususnya Subang dan Bekasi, maka banyak pilihan bagi investor dan pencari rumah untuk berinvestasi. Perlu diketahui, wilayah koridor timur, menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Investasi hunian yang masuk di Subang dan Bekasi, sangat menjanjikan. Hal ini ditunjang dengan UMR di koridor timur yang masuk dalam peringkat UMR tertinggi di Indonesia, sehingga semakin menarik pekerja untuk bertempat tinggal di koridor timur. Sedangkan bagi pengembang, mereka akan terus mengembangkan proyek-proyek properti residensial terbaru.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


