KEK BSD City (resmi disebut KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional/ETKI Banten) ditetapkan melalui PP Nomor 38 Tahun 2024, berfokus pada pendidikan, teknologi, kesehatan, dan industri kreatif.
KoranProperti.com(Tangerang) – Tercatat sekitar 2 juta penduduk Indonesia memilih berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan estimasi biaya mencapai Rp180 triliun, mengalir ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
Hal itu ditegaskan Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra kepada awak pers dalam acara ‘Sinar Mas Land (SML) Buka Puasa Bersama Jurnalis 2026′, di Masjid Baitul Muchtar, Tangerang, Banten, Jumat sore (6/3/2026).
Menurut Lindawaty, pasca ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024, tentang Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI), Banten atau yang dikenal dengan ‘D-Hub SEZ, menjelma menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dalam kurun waktu efektif operasional dua tahun terakhir, kawasan Banten telah mengamankan komitmen investasi sebesar Rp1,19 triliun,” kata Lindawaty.
Dia memaparkan, kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang meliputi sektor kesehatan, edukasi, teknologi, dan industri kreatif.
“Target jangka panjang kami adalah menarik total investasi hingga Rp18,8 triliun dalam kurun waktu 20 tahun ke depan,” tegas Lindawaty.
BACA INI: CEO Sinar Mas Land Sebut Hunian Ini Bakal Sukses, Ini Nama Klasternya…
Seperti diketahui, Sinar Mas Land (SML) telah menawarkan Lot Komersial seharga Rp7,4 Miliar per unit di KEK BSD City, terutama dalami sektor pendidikan.
KEK ETKI Banten,, sambungnya, berhasil menarik pemain internasional, salah satunya Monash University asal Australia yang sebelumnya hanya fokus pada jenjang pascasarjana, kini mulai ekspansi layanan pendidikannya dengan membuka tiga jurusan untuk jenjang Sarjana (S1).
“Saat ini sudah ada lebih dari 10 pelopor usaha kesehatan yang masuk. Kami juga sedang dalam tahap finalisasi untuk membawa rumah sakit berskala internasional ke dalam kawasan ini,” pungkasnya.
Saat ini, ETKI Banten menawarkan paket insentif yang sangat kompetitif bagi pelaku usaha global. Salah satu daya tarik utamanya adalah Tax Holiday berupa pembebasan PPh Badan hingga 20 tahun untuk nilai investasi tertentu, serta pembebasan PPN untuk barang modal.
Pemangkasan Birokrasi Perizinan
Lindawaty juga menyoroti soal pemangkasan birokrasi perizinan dari tingkat daerah hingga pusat. KEK ETKI Banten menempati lahan premium. Kawasan ini dikelilingi oleh ekosistem hunian sejumlah pengembang besar yang ada di Serpong dengan populasi mencapai sekitar 500.000 jiwa di BSD City dan potensi pasar hingga 31 juta jiwa, di wilayah Jabodetabek.

“Infrastruktur cerdas yang sudah tersedia di BSD City akan memberikan keyakinan lebih bagi mitra internasional. Dengan infrastruktur integrated smart city, kami siap memberikan fasilitas kelas dunia bagi para investor,” tandas Lindawati.
Sebelumnya, Strategy Advisor KEK ETKI Banten/DHUB SEZ Mulyawan Gani menyatakan, dengan daya tarik investasi jangka panjang, KEK menawarkan insentif fiskal seperti tax holiday/tax allowance, perizinan yang lebih sederhana, serta kelancaran arus barang dan tenaga kerja.
“Kami optimistis bahwa KEK ETKI Banten/DHUB SEZ di BSD City, akan,menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak luas bagi Indonesia.”
KEK ETKI Banten merupakan salah satu KEK yang ditetapkan oleh Pemerintah pada tanggal 7 Oktober 2024 dan memberikan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal dan global.
KEK BSD City (resmi disebut KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional/ETKI Banten) ditetapkan melalui PP Nomor 38 Tahun 2024, yang berfokus pada sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, dan industri kreatif.
KEK BSD City juga resmi beroperasi sebagai kawasan pabean per Desember 2025 lalu. Tujuanya adalah untuk mempercepat lalu lintas barang dan impor bagi pelaku usaha di dalamnya.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

