• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
Advertisement
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Kendala Teknis Bila Jalan Tol Sistem MLFF Diterapkan, Hongaria Gelontorkan Dana Investasi Sebesar Rp4,5 Triliun

Tim Redaksi by Tim Redaksi
April 17, 2026
in Liputan Khusus
0
Tol

Gerbang tol (Foto: Ist)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Penerapan transaksi tol sistem MLFF merupakan bagian dari transformasi layanan jalan tol nasional yang akan segera dilakukan secara bertahap dan terukur, setelah melalui serangkaian uji coba di lapangan. Namun, masih ada kendala teknis dalam penerapan teknologi ini. Untuk penerapan teknologi ini, Hongaria sudah gelontorkan dana investasi sebesar Rp4,5 triliun.

KoranProperti.com (Jakarta) – Antrean kendaraan panjang di sejumlah pintu masuk jalan tol, sampai saat ini masih menjadi masalah klasik yang banyak dikeluhkan pengendara, terlebih lagi saat menjelang libur besar nasional, seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

Biasanya antrean panjang itu, terjadi ketika hampir semua kendaraan masuk ke pintu tol yang sama, namun dengan tujuan berbeda ke luar kota.

Kepadatan kendaraan yang terjadi di gerbang tol, bukan hanya karena lonjakan volume kendaraan, tapi juga karena saldo uang elektronik pengemudi yang tidak mencukupi.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, fenomena ini berdampak langsung pada antrean kendaraan di gerbang tol.

“Saldo e-toll yang kurang berdampak langsung pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, Ini akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean panjang di gerbang tol,” kata Rivan, baru-baru ini di Jakarta.

Aktivitas pengisian saldo di gerbang tol, memperlambat proses transaksi yang seharusnya berlangsung cepat. Ketika ribuan kendaraan melakukan hal serupa dalam waktu bersamaan, maka antrean panjang pun tak terhindarkan.

BACA INI: Investasi Properti Melonjak! Telan Biaya Rp8,95 Triliun, Tol Bogor-Serpong Tuntas 2027

Nah, sebagai solusi untuk mengatasi masalah itu, dalam waktu dekat ini, Pemerintah akan segera menerapkan sistem transaksi tol nirsentuh non-tunai tanpa setop atau Multi Lane Free Flow (MLFF)

Sekarang ini, transaksi tol sistem MLFF sedang memasuki tahap pengujian langsung di lapangan. Adapun tahapan uji coba itu meliputi pelaksanaan functional test secara terbatas pada sejumlah pintu tol.

Menanggapi akan segera diberlakukannya transaksi tol sistem MLFF ini, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menegaskan bahwa sistem MLFF ini merupakan bagian dari transformasi layanan jalan tol nasional yang akan segera dilakukan secara bertahap dan terukur, setelah melalui serangkaian uji coba di lapangan

“Penerapan teknologi transaksi tol sistem MLFF ini akan dilakukan secara menyeluruh. Untuk itu, kami sangat fokus terhadap tahapan pengujian yang dilakukan, agar sistem MLFF bisa berfungsi maksimal dan minimal risiko di lapangan,” cetus Wilan, dalam siaran pers resmi, Jumat (17/04/2026).

Optimalisasi Transaksi Tol Sistem MLFF

Agar transaksi tol sistem MLFF ini berjalan optimal, maka kesiapan pengendara juga sangat dibutuhkan dalam memahami sistem kerja teknologi MLFF, melalui telepon selular (ponsel).

Pemahaman pengendara yang dimaksud yaitu menyangkut literasi digital, akses teknologi, serta kepatuhan pengguna dalam mengikuti sistem yang berlaku.

“Transaksi tol sistem MLFF ini harus mampu diadaptasi oleh pengendara secara cepat dan tepat. Untuk itu, pengujian dilakukan sebagai salah satu bentuk sosialisasi penerapan sistem MLFF. Diharapkan para pengendara cepat memahami dan beradaptasi dengan sistem MLFF, bila nanti sistem ini diberlakukan,” ucapnya.

Faktor lain yang juga penting dalam penerapan transaksi tol sistem MLFF ini adalah kesiapan para pengelola jalan tol, baik dari pihak Pemerintah dan BUMN, maupun pihak swasta pengelola jalan tol.

Saat ini, Pemerintah secara kontinyu terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Badan Usaha Pelaksana (BUP) MLFF, serta stake holder jalan tol. Koordinasi dan kolaborasi ini, mencakup persiapan dan penyelarasan regulasi, integrasi sistem, keamanan data, adaptasi teknologi serta dukungan operasional para pengusaha swasta maupun BUMN sebagai pengelola jalan.

BACA INI: Travoy Go Jasa Marga, Lebaran 2026 Gelar 700 Gerbang Tol Tanpa Stop

Pihak Pemerintah berharap penerapan transaksi tol sistem MLFF ini, mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas, mencegah antrean di gerbang masuk tol, mendukung efisiensi perjalanan, serta memperbaiki kualitas badan jalan tol (tidak rusak, berlubang, serta bergelombang) secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa teknologi asal megara Hongaria ini, masih jauh dari kata sempurna untuk diterapkan di Indonesia.

Tol
Kepadatan arus kendaraan di jalan tol (Foto: Ist)

Menurut Dody, walaupun sistem ini berhasil dalam efisiensi waktu hingga hitungan detik, namun faktanya di lapangan masih ada sejumlah kendala teknis.

“Sistem MLFF ini bagus, tapi masih perlu disempurnakan lagi,” kata Dody.

Sebelumnya, para pengendara, pihak pelaksana jalan tol dan Pemerintah, sempat menyambut baik rencana penerapan transaksi tol sistem MLFF ini, ketika diuji perdana di jalan Tol Bali Mandara.

Pemerintah Indonesia tetap optimistis untuk menerapkan transaksi tol sistem MLFF ini, namun masih ada sejumlah kendala, yaitu teknologi MLFF ini dinilai belum bisa menangkap (capture) data kendaraan dengan akurasi yang tepat dan cepat.

Dody menegaskan tidak semua teknologi luar negeri bisa diterapkan di Indonesia, karena perbedaan kondisi alam, seperti cuaca, dan pergerakan satelit yang tidak menentu.

“Ada sejumlah hambatan yang membuat sistem ini belum berjalan optimal, dan masih akan terus diuji coba sampai pada titik yang diharapan bisa diterapkan. Untuk itu, perlu ada adaptasi dan dimodifikasi khusus sesuai kondisi di Indonesia,” tandas Dody.

Investasi dana yang digelontorkan untuk proyek penerapan transaksi tol sistem MLFF ini sebesar Rp4,5 triliun yang berasal dari Hongaria melalui PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

Teknologi yang ditawarkan RITS berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) ini, dalam sistem operasionalnya, kendaraan tidak perlu berhenti di gerbang tol. Transaksi sudah dilakukan secara otomatis, saat kendaraan melintas di bawah sensor (gantry).

Di sisi berbeda sejumlah pengamat transportasi menilai penerapan transaksi tol sistem MLFF sangat efisensi waktu (nol detik) dan mengurangi konsumsi BBM akibat antrean panjang.

Kendati masih banyak kendala dalam penerapan sistem MLFF ini, Menteri Dody mengaku Indonesia sangat membutuhkan sistem non-tunai tanpa setop untuk penggunaan jalan tol.

TolSimak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: Badan Pengatur Jalan TolBBMBiaya Sistem Tol MLFFBPJTDody Hanggodoe-tollHongariaJasa MargaKoranproperti.comLebaranLiputan KhususMenteri PUMLFFNatalPT Roatex Indonesia Toll SystemRITSRivan A. PurwantonoSistem MLFFTahun BaruTim RedaksiTolTol Bali MandaraWilan Oktavian
Previous Post

Paramount Land Persembahkan Pasadena Square South, Area Komersial Strategis Plus Captive Market Terbesar

Next Post

Paramount Land Gelar Big Exhibition 2026, Tampilkan Kualitas Properti Unggulan untuk Anda dan Keluarga

Next Post
Paramount

Paramount Land Gelar Big Exhibition 2026, Tampilkan Kualitas Properti Unggulan untuk Anda dan Keluarga

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti