Mengawali babak baru rantai pasok properti nasional, empat pameran raksasa, dipimpin interzum jakarta, IHF Indonesia, dan IFFINA+ powered by imm cologne, resmi dibuka serentak di NICE, PIK 2, dengan menghadirkan lebih dari 500 exhibitor global dalam satu destinasi B2B paling terintegrasi tahun ini.
KoranProperti.com (Jakarta) – Sektor properti, perumahan, dan hospitality tanah air mendapatkan dorongan strategis baru dengan digelarnya rangkaian pekan industri furnitur dan material terbesar tahun ini.
Ajang interzum jakarta, International Hardware Fair (IHF) Indonesia, dan IFFINA+ powered by imm cologne secara resmi dibuka di NICE, PIK 2, Jakarta, dan akan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 24 sampai 27 September 2026.
Kehadiran tiga pameran bergengsi ini berkolaborasi secara strategis dengan IFMAC WOODMAC yang digelar lebih awal sejak tanggal 23 smapai 26 September 2026 di JIExpo Kemayoran, di bawah payung besar Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect (IMMFC).
Mengusung konsep kolaborasi lintas sektor, keempat pameran ini sukses menghadirkan lebih dari 500 exhibitor dari dalam dan luar negeri, membentuk satu destinasi B2B (Business-to-Business) terintegrasi yang merangkum rantai pasok industri furnitur dari hulu hingga hilir.
Diselenggarakan oleh Nine Koeln Indonesia dengan menggandeng ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) sebagai mitra strategis, ajang ini mempertemukan berbagai pelaku kunci industri, mulai dari penyedia material, komponen, perangkat keras (hardware), hingga produk furnitur jadi dan interior.
BACA INI: Asmindo Gelar IFFINA+2025, Pamerkan 150 Brand Lokal & Internasional, Yuk Mampir…
interzum jakarta, menghadirkan inovasi material dan komponen dalam tiga segmen utama yaitu Material & Nature, Function & Components, serta Textile & Upholstery, yang melibatkan pemain besar seperti Startha Group, Virgo Laminates, Wana Lestari Industri, Dekkson, hingga Danzer AG.
IHF Indonesia, melengkapi kebutuhan perangkat keras (hardware) dan peralatan, mulai dari tools, fasteners, hingga solusi home improvement, dengan dukungan partisipasi dari Sheda Tools Indonesia, Dekorindo Mandiri, dan Zhejiang Urus Tools Co., Ltd.
IFFINA+ powered by imm cologne, telah memasuki babak baru dengan konsep, jadwal, dan venue baru di PIK 2. Ppameran ini memamerkan deretan produk furnitur jadi dan interior berkualitas tinggi dari merek ternama seperti Rifyo, LUAR, Vivere, hingga Livante by Wisanka, dengan porsi khusus menyoroti pertumbuhan segmen hospitality furniture.
Performa Impresif Industri Furnitur Nasional
Bagi para pelaku industri properti, arsitek, dan desainer interior, kolaborasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Dalam satu kali kunjungan, para profesional bidang properti akan dapat membandingkan solusi material secara langsung, melihat proses transformasinya menjadi produk jadi, hingga menjalin jejaring dengan pemasok baru.
Seremoni pembukaan turut dihadiri para pemangku kepentingan penting, di antaranya Mathias Kuepper (Managing Director & Regional President Asia-Pacific Koelnmesse), Dedy Rochimat (Ketua ASMINDO), serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Partisipasi internasional dari negeri Tiongkok, Hong Kong, Singapura, India, Turki, hingga Taiwan semakin mempertegas ambisi Jakarta sebagai hub regional baru untuk furnitur, desain, dan kerajinan.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa industri furnitur nasional menunjukkan performa yang impresif dengan pertumbuhan double digit sebesar 11,82 persen serta surplus dagang yang konsisten sejak 2021.

Dengan kekayaan bahan baku melimpah, seperti penguasaan atas 80 persen pasokan rotan dunia serta sokongan dari UMKM dan industri kerakyatan, Pemerintah terus berkomitmen memberikan dukungan konkret melalui insentif fiskal, restrukturisasi mesin, hingga penguatan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) guna mendongkrak daya saing global Indonesia.
Ketua ASMINDO Dedy Rochimat menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan titik temu krusial bagi seluruh ekosistem industri.
“Ketika bahan baku kuat, industri efisien, teknologi berkembang, desain baik, dan akses pasar terbuka, produk furnitur Indonesia akan semakin mampu bersaing di panggung dunia,” ujar Dedy.
BACA INI: Mau Beli Mebel Model Terkini? Datang Saja ke IFFINA 2024
Selama empat hari penyelenggaraan, ajang ini menargetkan sekitar 15.000 pengunjung yang didukung oleh Hosted Buyer Programme dan sesi Business Matching intensif. Berbagai program interaktif turut meramaikan pameran tahun ini, di antaranya Mobile Space & Mobile Podcast, yaitu kolaborasi unik studio berjalan di dalam kendaraan bersama Otoodriver dan Delima Mandiri di interzum jakarta.
Kemudian, Experience Lab yang menampilkan inovasi material lokal bekerja sama dengan Playo, serta 100+ Designers Club sebagai jalur networking eksklusif yang dipandu desainer interior ternama Lea A. Aziz.
Sedangkan, IFFINA+ Talks, menghadirkan pembicara inspiratif terkemuka seperti sutradara film Jay Subiakto, arsitek Harry Soedarsono, hingga design leader LIXIL Yoichiro Tomiyoka.
Dengan fondasi struktural yang kuat dan sinergi lintas sektor yang solid, penyelenggaraan pameran ini diharapkan mampu mempererat hubungan rantai pasok domestik, sekaligus memperluas penetrasi produk furnitur Indonesia ke pasar regional dan internasional.
Penyelenggaraan IMMFC 2026 di PIK 2 ini, bukan sekadar ajang pameran biasa, melainkan tonggak sejarah baru bagi penguatan ekosistem furnitur dan properti Indonesia.
Dengan menyatukan rantai pasok dari material mentah hingga produk jadi dalam satu lokasi, Indonesia tidak hanya mempermudah akses bisnis bagi para pengembang dan arsitek, tetapi juga mempertegas kesiapannya untuk menjadi hub furnitur dan desain utama di kancah dunia.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

