Menyerap lonjakan lebih dari 157 ribu penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026, Perum DAMRI mengerahkan 118 unit shuttle bus, demi menggaransi mobilitas kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, tetap nyaman dan bebas macet.
KoranProperti.com (Jakarta) – Sektor transportasi menjadi fokus perhatian utama Pemerintah, demi menjamin kelancaran event Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Panitia penyelenggara berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Pemprov NTB, BUMN, dan kepolisian setempat, untuk menghadirkan layanan angkutan penonton yang lebih terintegrasi serta inklusif.
Chairman MotoGP Mandalika 2026, sekaligus Dirut Operasional ITDC Troy Reza Waroka menegaskan, seluruh konektivitas dan sistem penjemputan penonton telah dimatangkan melalui sinergi lintas sektoral.
“Faktor kunci suksesnya MotoGP ada di sektor transportasi. Kami memprediksi lonjakan penonton tahun ini akan lebih tinggi, dibandingkan dua tahun lalu, sehingga layanan transportasi harus terus ditingkatkan,” kata Troy sebelum ajang MotoGP digelar.
Kabid Angkutan Dishub NTB Khaerul Sobri menjelaskan, integrasi antara shuttle luar dan shuttle dalam sirkuit dipastikan makin kuat, dengan dibukanya titik penghubung (hub) baru.
BACA INI: DAMRI Agresif Buka Jalur Baru, Rute Bandara Soekarno-Hatta Menuju Tanjung Lesung Resmi Beroperasi
“Tahun ini ada penambahan titik hub baru untuk melayani penonton dari area Tiga Gili lengkap dengan fasilitas penyeberangan malam untuk arus balik. Selain di Eks Bandara Selaparang dan BIZAM, titik layanan juga disiapkan di Senggigi dan Lembar,” jelas Khaerul.
Untuk mendukung pergerakan penonton, sebanyak 42 unit shuttle luar disiapkan menuju parkir timur dan parkir barat Sirkuit Mandalika. Armada ini terhubung langsung dengan 118 unit shuttle dalam.
Penonton juga akan diberikan gelang penanda khusus berisikan informasi jadwal keberangkatan dan kepulangan armada.
Dari segi keamanan, Kasub Satgas Kawal MotoGP Mandalika 2026 Kompol Yazona menyampaikan bahwa petugas kepolisian berseragam akan ditempatkan di setiap bus shuttle dalam sirkuit. Selain itu, Korlantas Mabes Polri turut menerjunkan 30 kendaraan pengawalan BKO.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan di titik-titik rawan, skema rekayasa lalu lintas seperti penyekatan di Bundaran Sunggung dan Bundaran BIZAM, serta penerapan contraflow telah disiapkan dan disimulasikan sesuai kondisi kepadatan di lapangan.
DAMRI Operasikan 118 Shuttle Bus
Dalam rangka mendukung kegiatan event balap motor internasional itu, pihak DAMRI telah mengonfirmasi kesiapan 118 unit shuttle bus, dan menghadirkan terobosan baru, berupa fasilitas ramah disabilitas.
“Tahun ini kami menyediakan 1 unit bus khusus disabilitas yang bergerak secara mobile di semua pintu gerbang (gate). Kami juga menyiagakan bus besar (big bus) sebagai tim ‘sapu bersih’ untuk memastikan tidak ada penonton yang terlantar di sirkuit hingga malam hari,” ujar perwakilan Damri.
Perum DAMRI mengerahkan sebanyak 118 unit bus shuttle untuk mendukung kelancaran mobilitas 157.875 penonton yang menghadiri ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026.

Ratusan bus DAMRI itu, melayani delapan koridor di dalam area sirkuit selama tiga hari gelaran berlangsung, beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 00.00 WITA. Antusiasme masyarakat yang tinggi dalam memanfaatkan moda transportasi umum ini, terlihat dari padatnya pengoperasian di berbagai titik pemberhentian shuttle.
General Manager DAMRI Cabang Mataram Zuryani menegaskan, partisipasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat konektivitas kawasan, serta menyukseskan gelaran pariwisata dan olahraga berskala internasional di Indonesia.
“Partisipasi DAMRI dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 merupakan bentuk dukungan kami terhadap penyediaan layanan transportasi bagi masyarakat. Kami mengapresiasi kolaborasi bersama Pemerintah, penyelenggara, dan seluruh pemangku kepentingan. Pengalaman selama pelaksanaan ini akan menjadi masukan untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas layanan ke depannya,” ujar Zuryani.
Selain pengoperasian armada di kawasan dalam sirkuit, DAMRI turut menyiagakan 4 unit bus tambahan untuk menyokong layanan shuttle luar kawasan yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi NTB.
Layanan konektivitas luar ini beroperasi mulai tanggal pada 10 dan 11 Oktober 2026 dari titik kumpul Bale Kita (Islamic Center) menuju Mandalika International Circuit. Rute keberangkatan menuju sirkuit dilayani pada pukul 07.00-12.00 WITA, sedangkan arus balik/pemulangan beroperasi mulai pukul 15.00-23.00 WITA.
Selama jalannya ajang balap motor dunia itu, DAMRI terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak penyelenggara untuk memastikan operasional berjalan optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Ke depan, hasil evaluasi dari operasional Mandalika ini, akan dijadikan acuan standar kesiapan DAMRI dalam menghadapi ajang-ajang besar berskala nasional maupun internasional lainnya.
Operasional 118 bus shuttle DAMRI di Mandalika, bukan hanya sekadar pelayanan angkutan umum, melainkan tolok ukur baru efisiensi logistik pariwisata Indonesia.
Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi BUMN transportasi untuk terus mengawal event-event raksasa berskala dunia di masa depan.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

