ASEAN Steel Architectural Awards 2026 hadir sebagai wujud apresiasi, terhadap para arsitek dan pelaku industri yang berperan penting dalam menghadirkan karya-karya arsitektur unggulan di ASEAN.
KoranProperti.com (Jakarta) – Steel Architectural Awards ASEAN 2026 resmi diluncurkan dalam forum simposium, baru-baru ini di Jakarta. Tema yang diangkat dalam perhelatan ini adalah “Shaping Resilient Futures: Timeless Design with Coated Steel.”
Dalam event ini akan bertemu sekitar 190 perwakilan industri dari lima negara ASEAN dan Australia, untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi regional.
Melanjutkan kesuksesan edisi perdana tahun 2024 lalu yang berhasil memilih lima pemenang unggulan dari ASEAN, untuk tahun 2026 ini, pergelaran akan difokuskan untuk meningkatkan standar keunggulan arsitektur berbasis baja di ASEAN.
Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ar. Georgius Budi Yulianto atau akrab dipanggil Bugar mengatakan, Indonesia memiliki warisan desain yang sangat kuat dan berpengaruh.
“Para arsitek terkemuka dimanapun berada memiliki semangat yang sama terhadap keunggulan desain dengan solusi baja,” ujar Bugar dalam siaran pers resmi yang diterima koranproperti.com, Jumat (6/2/2026).
BACA INI: Pameran Desain 2025, Transformasi Revolusioner Arsitektur dan Interior
Sementara itu, Presiden Association of Siamese Architects under Royal Patronage (ASA) Ar. Asae Sukhyanga menuturkan, ASEAN Steel Architectural Awards 2026 hadir sebagai salah satu wadah yang lebih luas bagi para arsitek di empat negara ASEAN, termasuk Thailand.
“Event ini bertujuan untuk saling berbagi wawasan, mengeksplorasi ide lintas negara, serta menampilkan karya berkualitas dengan desain yang timeless dan berkelanjutan, melalui penggunaan material bangunan yang berkualitas tinggi,” ujar Asae.
Penghargaan ini akan digelar dalam empat kategori, yaitu Industrial, Commercial, Residential, serta Institutional, Public & Others.
Arsitektur Unggulan ASEAN Berkelanjutan
“Semua proyek bangunan yang memanfaatkan solusi baja dan telah terwujud di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, berkesempatan memperoleh penghargaan,” tandas Asae.
Dalam forum yang sama, Chief Executive NS BlueScope dan BlueScope China Connell Zhang menegaskan, ASEAN Steel Architectural Awards 2026 merupakan wujud apresiasi, terhadap para arsitek dan pelaku industri yang berperan dalam menghadirkan karya-karya arsitektur unggulan di ASEAN.

“Melalui program ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan komunitas desain Australia untuk mendorong pertukaran pengetahuan, inovasi, serta professional growth lintas negara di Asia Tenggara,” ujar Zhang.
BACA INI: Arsitek Kelas Dunia Thomas Elliott Desain Hunian di Serpong, Adopsi Arsitektur Klasik Modern Amerika
Juri Panelis ASEAN Steel Architectural Awards 2026 asal Indonesia, Ar. Firman Setia Herwanto menekankan pentingnya melibatkan arsitek dari seluruh Indonesia dalam mengembangkan teknik konstruksi baja yang sesuai dengan karakteristik lokal.
Untuk itu, tambah Firman, IAI mendorong arsitek dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua untuk mengeksplorasi pendekatan yang mencerminkan kearifan lokal masing-masing.
“Baja sangat mungkin dikembangkan menjadi berbagai teknik konstruksi yang berbeda-beda. Kami tidak ingin inovasi hanya terpusat di wilayah pulau Jawa. Keragaman pendekatan dari berbagai daerah justru akan menjadi nilai jual yang unik di kancah internasional,” tekan Firman.
Steel Architectural Awards ASEAN 2026 dipersembahkan BlueScope bekerja sama dengan sejumlah institusi terkemuka, termasuk Association of Siamese Architects under The Association of Siamese Architects under Royal Patronage (ASA) Thailand, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), University of Architecture Ho Chi Minh City (UAH) in Vietnam, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), serta AustCham Singapore.
Penilaian karya arsitektur dilakukan dewan juri yang ditunjuk para mitra, terdiri dari Ar. Asae Sukhyanga, Presiden Association of Siamese Architects under Royal Patronage (ASA) Thailand, Ar. Firman Setia Herwanto, Wakil Presiden Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ar. Dr. Truong Nguyen Hoang Long, Kepala Divisi Lingkungan dan Desain Berkelanjutan di University of Architecture Ho Chi Minh City (UAH), Vietnam, Ar. Dr. Serina Hijjas, Principal Hijjas Kasturi Associates Sdn. Bhd. Malaysia, serta Ar. Geoff Croker, Principal fjcstudio Australia.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


