Program ini memadukan praktik pertanian tradisional Papua dengan teknik modern, mulai dari bibit unggul hingga irigasi sederhana, sehingga metode yang diajarkan relevan secara lokal sekaligus produktif bagi masyarakat setempat.
KoranProperti.com (Nabire) – Bosch Indonesia sukses menerapkan program inovasi berbasis lokal, dengan mengubah lahan atau halaman SDN Muko, Desa Muko, Tanah Merah, Distrik Yaro, Nabire, Provinsi Papua Tengah menjadi Kebun Produktif.
Lahan di sekitar pekarangan SDN Muko yang dulunya kosong, kini telah berfungsi menjadi kebun produktif dengan barisan sayur-mayur dan kandang ternak.
Program ini berjalan, berkat kolaborasi masyarakat setempat bersama Bosch Indonesia melalui program pertanian berkelanjutan dengan menyediakan lahan, bibit unggul, hewan ternak, serta pendampingan intensif pertanian dan perkebunan selama satu tahun.
Kepala SDN Muko Agustina Taihuttu, mengapresiasi dukungan Bosch Indonesia selama tujuh tahun terakhir, karena memberi dampak nyata bagi anak-anak dan masyarakat, dimulai dari fasilitas pendidikan hingga pendampingan pertanian dan perkebunan.
“Awalnya saya menampung anak-anak korban konflik di Intan Jaya serta mereka yang rumahnya sangat jauh, karena yakin setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Kini, setelah ada asrama dan fasilitas belajar yang memadai, lebih dari 220 siswa dari sekitar enam suku berbeda dapat menempuh pendidikan di sekolah ini,” jelas Agustina.
BACA INI: Ngintip Gelaran Electrical & Power Indonesia 2025, Bosch Perkenalkan Alat Uji Tegangan Listrik
Kebun di SDN Muko bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga sarana pembelajaran kemandirian. Anak-anak belajar menanam, merawat ternak, dan memahami ketahanan pangan, sambil menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
Hasil panen digunakan untuk gizi harian siswa, mendukung operasional asrama, dan melibatkan warga dalam pengelolaan serta distribusi, sehingga anak-anak belajar menjadi agen perubahan bagi ekonomi dan kesejahteraan desa.
Program ini memadukan praktik pertanian tradisional Papua dengan teknik modern, dari bibit unggul hingga irigasi sederhana sehingga metode yang diajarkan relevan secara lokal sekaligus produktif bagi masyarakat sekitar.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Bupati Nabire Mesak Magai menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Pendidikan karakter kepada siswa-siswi melalui kemandirian dalam memanfaatkan potensi sumber daya sekitar, menjadi kunci pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jika kita tekun mengolah kebun dan tanah, hasilnya akan menjamin keluarga hidup sehat dan sejahtera,” kata Magai.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dina Pidjer berharap, kegiatan pemberdayaan pertanian dan peternakan di sekolah dapat menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, serta kerja sama kepada peserta didik sejak dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar menanam nilai-nilai kebaikan yang akan mereka tuai dalam bentuk senyum dan kebahagiaan di masa depan,” pungkasnya.

Dengan adanya integrasi pendidikan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian serta peternakan, maka Desa Muko menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menghadirkan solusi berkelanjutan.
BACA INI: Strategi Bosch 2030, Perkuat Kepemimpinan Dunia Teknologi Berkelanjutan
Kemandirian pangan dan gizi yang lebih baik, sekaligus memperkuat basis ekonomi lokal, memastikan anak-anak tumbuh sehat, berpendidikan, dan siap menghadapi masa depan mandiri.
Pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di Kabupaten Nabire terus didorong melalui optimalisasi potensi hasil bumi lokal. Wilayah yang membentang dari pegunungan hingga pesisir ini, mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada pertanian, kehutanan, dan perikanan, menjadikan kemandirian pangan sebagai fondasi strategis bagi kesejahteraan masyarakat.
Meski begitu, pola konsumsi di Nabire yang kurang bervariasi menurunkan Pola Pangan Harapan dari 82,1 persen pada 2023 menjadi 78,0 persen pada 2024, sementara Angka Kecukupan Energi hanya mencapai 1.853 kilokalori per kapita per hari, di bawah standar nasional 2.100 kilokalori.
Kondisi ini mendorong berbagai inisiatif lokal untuk meningkatkan produksi pangan dan gizi anak-anak secara berkelanjutan.
Selama tujuh tahun terakhir, Bosch Indonesia menyalurkan sekitar €85.000 (Rp1,4 miliar) untuk berbagai inisiatif di Nabire, termasuk pembangunan asrama layak huni di SDN Muko.
Tahun ini, Bosch menambah dukungan melalui donasi Rp144 juta untuk program pertanian berkelanjutan, menandai investasi tahunan terbesar perusahaan di Papua sekaligus memperluas inisiatif percontohan yang mendorong transformasi masyarakat secara menyeluruh.
Bosch telah hadir di Indonesia sejak tahun 1919, melalui jaringan mitra dan distributor. Pada 2008, Bosch mendirikan anak usahanya, PT Robert Bosch, di Jakarta, lalu memperluas jangkauan dengan membuka kantor di Surabaya, Batam, Balikpapan, Makassar, dan Denpasar.
Saat ini, keempat sektor bisnis Bosch yaitu Mobilitas, Teknologi Industri, Produk Konsumen, serta Energi dan Teknologi Bangunan telah beroperasi di Indonesia.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


