Dibalik tersendatnya pertumbuhan ekonomi nasional, industri properti Tangerang-Serpong (proyek residensial maupun komersial), tetap menunjukkan tren positif, bahkan melesat kencang secepat kilat.
KoranProperti.com (Tangerang) – Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tetap stagnan di level 5 persen. Hal ini mencerminkan ada ketersendatan dalam perputaran siklus ekonomi nasional.
Imbas dari ketersendatan itu, sangat berpengaruh secara signifikan terhadap industri properti nasional serta harga produk building material. Selain itu, daya beli masyarakat juga semakin pasif, serta transaksi bisnis properti nasional juga masih statis.
Bank Dunia memperkirakan penerimaan negara berpotensi menghadapi tekanan dan tak memenuhi target, hal ini akan berdampak kepada pemangkasan anggaran belanja negara.
Berdasarkan laporan Indonesia Economic Prospcets yang dirilis Selasa (16/12/2025), Bank Dunia memperkirakan inflasi inti Indonesia akan berada di level 2 persen untuk tahun 2025 dan 2,6 persen untuk tahun 2026. Sedangkan defisit fiskal melebar ke level 2,8 persen untuk tahun 2025 maupun 2026.
Namun, dibalik tersendatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Industri Properti Tangerang-Serpong (residensial dan komersial), tetap menunjukkan tren positif, bahkan melesat kencang secepat kilat.
Realisasi investasi di Kota Tangerang tahun 2025 lalu melampaui target, yaitu mencapai Rp22,54 triliun atau 149 persen dari target Rp15,11 triliun. Investasi ini didominasi oleh sektor industri karet, plastik, dan properti, serta investasi PMDN mencapai sebesar 71 persen. Investasi ini meningkat pesat dari tahun sebelumnya. Target investasi tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun, tujuannya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Pertumbuhan cepat industri properti di Tangerang-Serpong, ditandai dengan hadirnya akses moda transportasi publik yang sudah beroperasi secara penuh menuju Tangerang, yaitu stasiun commuter line Jatake dan stasiun commuter line Cisauk.
Setelah sebelumnya sukses mentransformasi Stasiun Cisauk menjadi hub modern yang terintegrasi, Sinar Mas Land (SML) kembali meresmikan Stasiun Jatake.
Stasiun Jatake dinilai sejumlah konsultan properti, akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di BSD City, Serpong, Tangerang dan sekitarnya.
Stasiun Jatake yang diresmikan, Rabu (28/1/2026) lalu merupakan manifestasi dari strategi Transit Oriented Development (TOD) yang lebih luas, dalam mengintegrasikan kawasan hunian, pusat inovasi, dan akses mobilitas, tanpa batas di jantung Jabodetabek.
Masa Depan Transportasi Nasional
Stasiun Jatake berdiri di atas luas bangunan melebihi 3.000 meter persegi. Stasiun Jatake dibangun atas kerja sama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk (anak usaha Sinar Mas Land).
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi yang hadir dalam peresmian stasiun Jatake mengatakan, kolaborasi BSD dengan KAI menjadi salah satu arah masa depan transportasi publik nasional.

Menurut Dudy, peresmian Stasiun Jatake mencerminkan arah kebijakan pembangunan transportasi nasional yang semakin kolaboratif dan adaptif.
“Dengan kapasitas melayani hingga 20.000 penumpang per hari, stasiun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di kawasan Serpong, Tangerang dan BSD City,” ujar Dudy dalam siaran pers, Sabtu (31/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, jumlah pengguna commuter line rute Tanah Abang-Rangkasbitung, telah mencapai angka fantastis, yaitu 77,55 juta orang pada tahun 2025 lalu.
“Stasiun Jatake dibangun dengan pendekatan TOD. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mengembangkan ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan pertumbuhan wilayah,” kata Bobby.
Dampak langsung dari kehadiran Stasiun Jatake, lanjut Bobby, terasa pada nilai dan fungsi kawasan residensial dan komersial di sekitar lokasi stasiun.
Sementara itu, CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land Christopher Siswanto Adisaputro menuturkan, Stasiun Jatake akan mendukung BSD City sebagai kawasan hunian, bisnis, dan inovasi lingkungan di sekitarnya.
“Infrastruktur akses transportasi ini tidak hanya fungsional semata, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat luas,” tutur Christopher.
Sejumlah hunian TOD yang berdekatan dengan Stasiun Jatake, kini secara langsung akan menjadi titik temu antara hunian yang nyaman dan aman, karena memiliki akses transportasi publik yang memadai.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


