• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
Advertisement
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Kolom

Jangan Kaget! Usai Lebaran 2026, Harga Rumah Jabodetabek Berpotensi Naik 2,3 Persen

Deen Wawan by Deen Wawan
March 20, 2026
in Kolom
0
Rumah

Ilustrasi : Rumah subsidi (Foto: Ist)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Kenaikan harga rumah kelas menengah dan mewah, nampaknya tidak akan berpengaruh secara signifikan, bagi golongan ekonomi atas atau orang-orang kaya (kaum sultan) yang ada di Jabodetabek.

Oleh: Gusti Maheswara

Memasuki awal bulan Maret 2026 lalu, kondisi dan pertumbuhan pasar properti nasional terkoreksi sangat tajam. Pasar properti nasional menunjukkan tren kombinasi, antara harga rumah sekunder dan harga rumah baru. Harga rumah sekunder turun 1,2 persen secara bulanan (MoM), saat terjadi kenaikan inflasi 4,76 persen secara tahunan.

Di sisi lain, harga rumah subsidi diprediksi akan naik tujuh hari, usai Hari Raya Lebaran 2026. Hal ini terjadi karena adanya lonjakan harga bahan material bangunan, dan ini akan mengancam daya beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Rakyat Miskin Ekstrem.

Namun, sejumlah analis dan konsultan properti masih menyebut bahwa secara keseluruhan kenaikan harga rumah dan kondisi pasar properti masih dalam posisi moderat, dan cenderung stabil.

Sampai menjelang H-3 Lebaran 2026, Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI Rate di angka 4,75 persen per Maret 2026, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas moneter.

Berdasarkan data di atas, faktanya masih terjadi perlambatan pada pasar properti sekunder, meskipun inflasi sudah tinggi. Sedangkan untuk rumah subsidi, justru akan menghadapi tantangan berat, dengan adanya kenaikan harga bahan material dan jasa konstruksi.

BACA INI: Program 3 Juta Rumah ‘Memble’, Diduga Dampak dari Banyaknya Kegiatan ‘Seremonial’ Kementerian PKP

Kenaikan harga rumah secara secara umum di Indonesia, masih sangat terbatas dan belum menyeluruh. Hal ini mencerminkan, pasar properti atau rumah kelas menengah, masih dalam fase penyesuaian antara permintaan, daya beli, dan dinamika ekonomi nasional.

Harga rumah kelas menengah dan mewah yang berada di kisaran harga Rp800 jutaan hingga Rp2 miliaran, diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan antara 1,7 sampai 2,3 persen. Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya laju inflasi, suku bunga perbankan, harga bahan material dan meningkatnya permintaan rumah mewah dan menengah.

Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia, Martin Hutapea beberapa waktu lalu memperkirakan, akan adanya pertumbuhan harga rumah dengan estimasi kenaikan antara 1 hingga 3 persen.

Inflasi dan Suku Bunga Perbankan

Faktor inflasi merupakan salah satu elemen paling krusial yang menyebabkan harga tanah dan bahan bangunan meningkat, sehingga berpengaruh terhadap kenaikan harga rumah kelas menengah dan mewah. Selain itu, peningkatan progres penjualan rumah mewah yang signifikan juga, membuat sejumlah pengembang rumah mewah ‘over confidence’ untuk menaikkan harga rumah.

Rumah
Ilustrasi : Rumah subsidi (Foto: Ist)

Berdasarkan Data Analisis & Proyeksi Properti 2026 koranproperti.com, prediksi kenaikan harga rumah kelas menengah dan mewah di akhir Maret 2026 ini, tidak terlalu signifikan, karena tingginya tingkat persaingan antarpengembang dalam menaikkan harga rumah.

Untuk wilayah Jabodetabek, kenaikan harga rumah kelas menengah dan mewah berpotensi terjadi dalam kisaran antara 2 sampai 3 persen. Namun demikian, sejumlah pengembang rumah mewah tetap akan sangat hati-hati dalam menaikkan harga rumah, dan tentunya disesuaikan dengan kondisi pasar properti serta kondisi ekonomi makro nasional.

BACA INI; Analisis Sederhana Dibalik Keputusan Perpanjangan Tenor 30 Tahun, Menteri PKP Sembrono atau Frustrasi?

Kenaikan harga rumah kelas menengah dan mewah, nampaknya juga tidak akan berpengaruh secara signifikan bagi golongan ekonomi atas atau orang-orang kaya (kaum sultan) yang ada di Jabodetabek.

Adapun faktor eksternal yang juga ikut mempengaruhi kenaikan harga rumah secara menyeluruh adalah dampak perang AS plus Israel melawan Iran yang saat menjelang lebaran 2026 masih berlangsung.

Konflik fisik terbuka ini, menimbulkan ketidakpastian pasar bahan material dan properti di luar negeri. Investor internasional, maupun investor lokal di Indonesia, cenderung bersikap hati-hati dalam membuat keputusan yang terkait dengan pengembangan rumah baru, penjualan dan harga properti.

Ketidakstabilan ekonomi global, memiliki efek domino yang sangat luas terhadap industri properti nasional. Munculnya kekhawatiran tentang adanya lonjakan kenaikan harga minyak akibat konflik AS vs Iran, dan potensi inflasi yang semakin tinggi, dapat mendorong suku bunga perbankan naik. Akhirnya, harga bahan material dan harga rumah juga dipastikan terdongkrak naik.

Pasar properti nasional pasti bereaksi terhadap peristiwa global (perang) dan sinyal ekonomi dunia. Bagi masyarakat, peristiwa ini untuk mengingatkan bahwa dalam membeli rumah perlu strategi keuangan yang matang dan akurat.

Kuncinya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dan melakukan evaluasi personal terhadap kondisi keuangan. Bila hal ini dilakukan, maka seseorang akan mampu menentukan, kapan dia akan membeli rumah baru atau seken, dan bisa juga membatalkan membeli rumah.

Penulis Pengamat Properti

RumahSimak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com 

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: Amerika SerikatBank IndonesiaBerita Harga RumahBIData Analisis & Proyeksi Properti 2026Data Analisis & Proyeksi Properti 2026 koranproperti.comdeenwawanEkonomi Gl;obalGusti MaheswaraHarga Minyak DuniaHarga RumahHarga Rumah 2026Harga Rumah BaruHarga Rumah NaikHarga Rumah SekenIndustri PropertiInflasiIranIsraelJabodetabekJasa KonstruksiKolomKoranproperti.comKumpulan Berita Harga RumahLebaranMaret 2026Martin HutapeaMasyarakat Berpenghasilan RendahMBRPasar PropertiPasar Properti NasionalPerang AS vs IranPT Leads Property Service IndonesiaRakyat Miskin EkstremRumah Kelas MenengahRumah MewahRumah SekunderTim Redaksi
Previous Post

Segini Biaya Jasa Bersihkan dan Bereskan Rumah Saat Lebaran, Buat Mudik Anda Jadi Tenang dan Nyaman

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti