Harga properti yang dipasarkan sejumlah pengembang nasional, saat ini belum sepenuhnya mengikuti kenaikan nilai dolar. Bila harga properti mengikuti kenaikan nilai dolar, maka dapat dipastikan masyarakat tidak akan mampu membeli rumah.
KoranProperti.com (Jakarta) – Sekarang ini, generasi Milenial dan Gen Z ragu untuk membeli hunian. Mereka lebih cenderung menyewa atau mengontrak rumah. Padahal, sebenarnya saat ini mereka sudah harus mulai menyadari bahwa membeli rumah tidak bisa lagi ditunda. Penegasan itu diungkapkan CEO ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa, baru-baru ini di Jakarta.
“Kalau keputusan membeli rumah ditunda, sedangkan harga properti terus meningkat, maka akibatnya masyarakat tidak akan mampu mengejar kenaikan harga rumah,” ujar Darmadi.
Menurutnya, saat ini nilai rupiah terus tergerus laju inflasi. Jika uang yang ada tidak digunakan untuk membeli properti, maka nilainya akan semakin melemah. Sedangkan, properti menjadi salah satu aset yang sangat terlindungi dari inflasi.
Darmadi mengatakan, saat ini harga properti yang dipasarkan sejumlah pengembang, belum sepenuhnya mengikuti kenaikan nilai dollar yang sangat tinggi.
“Keadaan ini, tentu akan membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki aset properti dengan potensi kenaikan nilai investasi yang sangat tinggi untuk masa depan,” tandas Darmadi.
Melihat situasi dan kondisi perkembangan industri properti yang disampaikan Darmadi itu, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), langsung menyiapkan konsep hunian kota mandiri modern melalui produk properti residensialnya, yaitu Kota Podomoro Tenjo.
Hunian ini diklaim oleh pihak manajemen APLN, harganya sangat terjangkau bernilai investasi tinggi untuk jangka panjang, karena didukung prospek pertumbuhan kawasan yang terus berkembang dengan banyaknya pembangunan infrastruktur baru.
Marketing Director Agung Podomoro Yenti Lokat mengatakan, saat ini masyarakat semakin rasional dan lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan utama, termasuk memiliki rumah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset investasi jangka panjang.
Kota Podomoro Tenjo dikembangkan di atas lahan lebih dari 650 hektare sebagai kawasan kota mandiri yang terus berkembang secara progresif.
Akses TOD Kawasan Hunian
“Saat ini kami telah membuka 10 klaster dengan pengembangan lahan seluas 150 hektare. Para konsumen yang sudah membeli hunian di sini sejak awal, pasti melihat perubahan yang signifikan,” tukas Yenti dalam siaran pers resmi, Selasa (24/3/2026).
Menurut Yenti, saat ini pihaknya telah melakukan serah terima sekitar 5.400 unit rumah, dan sekitar 1.000 unit diantaranya telah dihuni.
“Ini membuktikan, kawasan Kota Podomoro Tenjo terus membentuk lingkungan hunian yang semakin aktif dan berkembang,” pungkas Yenti.

Di dalam kawasan Kota Podomoro Tenjo juga sudah berdiri Grand Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan kawasan hunian dengan transportasi massal KRL Commuter Line di jalur Tanah Abang menuju Rangkasbitung.
Adapun waktu tempuh dari Jakarta ke lokasi hunian sekitar 40 menit. Untuk memudahkan mobilitas penghuni, Kota Podomoro Tenjo juga menyediakan layanan shuttle bus yang memudahkan akses penghuni dari stasiun menuju kawasan hunian.
BACA INI: Fukuoka Jepang Ikut Kucurkan Dana, APLN Gelar Klaster Edelweiss dan Mahogany di Podomoro Tenjo
“Aksesibilitas di kawasan juga semakin meningkat dengan dibangunnya flyover di Stasiun Tenjo. Hal ini akan memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas di Kota Podomoro Tenjo secara lebih efektif dan efisien,” ujar Yenti.
Yenti menegaskan, konsep hunian dengan lahan lebih luas dan bangunan yang dapat dikembangkan secara bertahap akan menjadi keuntungan tersendiri bagi pembeli atau calon penghuni.
“Konsep rumah tumbuh Kota Podomoro Tenjo, memungkinkan pembeli memiliki lahan terlebih dahulu dengan harga lebih terjangkau, lalu mengembangkan bangunan secara bertahap sesuai kebutuhan di masa depan,” paparnya
“Kota Podomoro Tenjo berhasil menjawab kebutuhan para pencari rumah yang membutuhkan kepastian dalam memiliki aset, sekaligus mempunyai peluang pertumbuhan nilai investasi properti di masa depan,” jelasnya.
Berdasarkan Data Analisis & Proyeksi Properti 2026 koranproperti.com, pertumbuhan dan kenaikan harga properti di Bogor, khususnya daerah Tenjo secara konsisten memang menunjukkan grafik positif, terutama di area yang dekat dengan akses transportasi massal dan pusat ekonomi baru.
Melihat tren perkembangan infrastruktur, pertumbuhan populasi, dan pergeseran gaya hidup masyarakat urban, berinvestasi properti di Bogor adalah sebuah langkah strategis dan produktif.
Harga properti di Bogor yang terus meningkat secara konsisten, menunjukkan grafik positif pertumbuhan properti residensial. Bagi investor, ini berarti likuiditas aset yang prospektif dan berpotensi menciptakan keuntungan signifikan di masa depan.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

