Kompleks perumahan banjir, bukan cerita baru di Indonesia. Selain faktor alam karena curah hujan tinggi, manusia juga menjadi salah satu penyebab utama banjir. Banjir membawa sengsara. Perumahan banjir, pengembang tetap untung, penghuni pasti buntung.
KoranProperti.com (Jakarta) – Hujan deras yang melanda wilayah Jabodetabek hingga hari ini, menyebabkan genangan air tinggi dan banjir di sejumlah jalan raya, maupun kompleks perumahan yang ada di daerah Bekasi, Tangerang, Depok, Bogor, Jakarta dan sekitarnya.
Banjir dan genangan air tinggi itu, bukan hanya masuk ke rumah-rumah penghuni kompleks perumahan, tetapi juga menggenangi jalan raya umum, maupun jalan raya utama menuju kompleks perumahan.
Sejumlah pemberitaan media online seputar banjir yang dipantau koranproperti.com, menyebutkan ada beberapa kompleks perumahan yang terdampak genangan air tinggi dan banjir, akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari ini.
Adapun kompleks perumahan itu antara lain, Perumahan Grand Sutera, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Kemudian Perumahan Pondok Karya di Mampang, Jakarta Selatan, Perumahan Taman Duta, di Cimanggis, Depok, kawasan perumahan elite Kemang, Jakarta Selatan, Perumahan Griya Alif, di Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dan sejumlah kompleks perumahan lainnya yang saat ini masih dalam pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
BACA INI: Februari Ini Mal Elite di Jakarta Selatan Resmi Dibuka, Pengunjung Disebut Tergoda ‘Sesuatu’ di Sini
Sejak hari ini (12 Januari 2026) pagi, banjir menggenangi sejumlah jalan raya di Jabodetabek. Adapun daerah yang juga terdampak banjir di antaranya adalah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, serta akses menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Petugas gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polda Metro Jaya, dibantu TNI, sudah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir dan telah mengoperasikan pompa air secara serentak dan menyeluruh.
Penyebab Banjir di Perumahan
Pengamat dan konsultan Properti Anton Sitorus pernah mengatakan, salah satu penyebab banjir di Bekasi adalah kesalahan dalam perencanaan tata kota, terutama pada saluran airnya, sehingga perlu dilakukan pengerukan.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengatakan, banyak masyarakat yang ditipu pengembang yang menjual tagline rumah bebas banjir ketika menjual unit rumahnya. Namun, setelah ditempati, kondisi perumahan itu terendam banjir, bahkan ketinggian airnya hingga mencapai dua meter.

“Banyak pengembang yang dulu menjanjikan perumahan yang dibangunnya bebas banjir. Tapi faktanya, hari ini banjirnya dua meter. Kita akan audit dari aspek lingkungan seluruh perumahan di Jabar yang banjir,” ujar Dedi tegas.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Synergi Bangun Indonesia (YSBI) Ishak Chandra menuturkan, pihaknya tidak menampik masih banyaknya pengembang nakal yang membangun rumah di atas lahan bekas sawah dan rawa.
BACA INI: Trauma Apartemen Mangkrak, Konsumen Pilih Sewa Ketimbang Beli
Selain itu, menurut Ishak, banyak juga pengembang yang masih mengeklaim bebas banjir, saat memasarkan perumahan mereka. Padahal, lokasi tempat perumahan itu dibangun merupakan dataran rendah.
“Ada pengembang yang masih menggunakan lahan bekas sawah dan rawa, kemudian membangun perumahan karena lahannya terbatas. Banjir juga karena sungai dan infrastruktur air, di sekitar kawasan perumahan yang sudah tidak memadai lagi,” ujarnya.
Kompleks perumahan banjir bukan cerita baru di Indonesia. Selain karena curah hujan yang tinggi, manusia juga menjadi salah satu penyebab utama bencana banjir.
Contohnya, ada sejumlah pengembang yang membuat sistem drainasenya sangat buruk. Kemudian alih fungsi lahan hijau yang dilakukan pengembang, tidak terencana dengan baik.
Pembangunan infrastruktur kawasan perumahan sangat minim, sehingga ketika curah hujan tinggi dalam beberapa hari, air hujan tidak terserap atau mengalir dengan baik ke tanah, kemudian meluap dan mengakibatkan banjir dan genangan air tinggi di dalam kompleks perumahan.
Banjir membawa sengsara. Kompleks perumahan banjir, pengembang tetap untung, sedangkan penghuni pasti buntung. Nah lho…!!!
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


