• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Trauma Apartemen Mangkrak, Konsumen Pilih Sewa Ketimbang Beli  

Tim Redaksi by Tim Redaksi
January 11, 2026
in Liputan Khusus
0
Apartemen

Ilustrasi: Penampakan apartemen mangkrak (Foto: Ist)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Banyaknya kasus pembangunan apartemen mangkrak di Indonesia, khususnya Jakarta dan kota besar lainnya, menyebabkan sejumlah konsumen domestik maupun ekspatriat lebih memilih sewa, ketimbang membeli unit apartemen.

KoranProperti.com (Jakarta) – Pertumbuhan apartemen kelas menengah atas di Indonesia, khususnya Jakarta dan kota-kota besar lainnya dalam sepuluh tahun terakhir ini, bagai jamur di musim hujan. Para peminatnya juga bejibun, mulai dari kalangan domestik maupun ekspatriat yang bekerja di sini dan kemudian menetap di Indonesia.

Lima tahun lalu, ekspatriat asal Amerika dan Jepang mendominasi penyewaan dan pembelian apartemen di Indonesia. Bahkan, ada sejumlah investor properti asal Jepang melakukan kerja sama dengan beberapa pengembang nasional, untuk membangun apartemen kelas atas di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan.

Namun, sayangnya pasar apartemen yang mulai tumbuh subur, dinodai dengan penyelesaian pembangunan apartemen yang tidak tepat waktu. Ada apartemen yang tertunda pembangunannya karena kasus hukum (legalitas lahan apartemen). Bahkan, kasus apartemen mangkrak sampai bertahun-tahun, juga terjadi di Indonesia.

Dalam tiga tahun belakang ini, ekspatriat asal China, India dan Eropa mulai mendominasi penyewaan unit apartemen. Data riset terbaru Colliers Indonesia mengungkapkan bahwa tingginya penyewa unit apartemen oleh ekspatriat China, India dan Eropa menjadi fenomena baru. Sebelumnya peminat sewa terbesar didominasi ekspatriat asal Amerika.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menjelaskan, terjadinya dominasi ekspatriat asal China, India dan Eropa menyewa unit apartemen di Indonesia, lantaran mereka banyak mengisi posisi strategis (bekerja) di perusahaan teknologi dan energi terbarukan di Indonesia.

BACA INI: Permintaan Apartemen Tahun 2026 Diprediksi Melonjak Tajam, Rumah Subsidi KPR FLPP Bukan Pilihan

Menurut Ferry, saat ini konsumen semakin selektif untuk menyewa maupun membeli unit apartemen di Indonesia.

“Pemilik properti harus lebih inovatif dalam menawarkan nilai tambah apartemen. Saat ini, penggunaan kendaraan listrik di kalangan ekspatriat meningkat. Apartemen yang menyediakan fasilitas pengisian daya EV Charging akan tinggi peminatnya. Ini nilai tambah dan daya tawar apartemen yang sangat baik,” tandas Ferry.

“Salah satu fasilitas yang kini menjadi syarat wajib bagi ekspatriat modern adalah ketersediaan infrastruktur EV Charging di apartemen,” kata Ferry.

Ferry menilai, profil penyewa China dan India sangat menghargai efisiensi dan fasilitas modern, serta berorientasi pada teknologi modern.

Kasus Apartemen Mangkrak 

Di sisi lain, Data Analisis & Proyeksi Properti 2026 koranproperti.com, menyebutkan, banyaknya kasus pembangunan apartemen mangkrak di Indonesia, menyebabkan konsumen domestik maupun ekspatriat tidak berminat lagi membeli unit apartemen, mereka cenderung menyewa unit apartemen.

Para konsumen biasanya menyewa unit apartemen dengan durasi waktu tertentu atau terbatas. Hal itu mereka lakukan untuk menghindari terkena risiko kenaikan harga per tahun. Risiko kerugian menyewa unit apartemen lebih rendah ketimbang beli. Para konsumen juga menolak untuk membeli apartemen yang masih dalam proses pembangunan, karena trauma oleh banyaknya pembangunan apartemen yang mangkrak di Indonesia

Ada sejumlah kasus apartemen mangkrak yang menjadi isu nasional, khususnya di Jakarta, di antaranya ialah apartemen Arkamaya, Bekasi (sebelumnya bernama The MAJ Residences Bekasi). Sejumlah konsumen menuntut pertanggungjawaban pengembang dan meminta pengembalian uang mereka yang sudah disetor. Kasus mangkraknya apartemen Arkamaya ini, sudah masuk dalam rapat internal anggota DPR RI.

BACA INI: Pangsa Pasar Apartemen 2026, Begini Spesifikasi Apartemen Sasaran Konsumen Domestik & Ekspatriat

Apartemen 45 Antasari (Antasari Place) juga sempat mangkrak karena pengembangnya pailit. Kini, apartemen itu dilanjutkan kembali di bawah manajemen PT Indonesian Paradise Property (INPP).

Apartemen
Ilustrasi: Penampakan apartemen mangkrak (Foto: Ist)

Apartemen Meikarta (Lippo Group) Bekasi juga mangkrak dan bermasalah dengan janji serah terima unit. Proyek raksasa ini, menghadapi gugatan konsumen karena serah terima unit yang tidak sesuai janji dan ganti rugi konsumen hingga saat ini juga kabarnya belum selesai.

Kemudian, Cimanggis City (Depok). Proyek ini berhenti di tengah jalan. Pengembangnya meninggalkan konsumen. Pada akhirnya, konsumen menuntut pengembalian uang mereka yang sudah disetor sebelumnya.

Kemanggisan Residence (Jakarta). Pembangunan apartemen ini berhenti sejak tahun 2010. Pengembangnya pailit, karena kehabisan dana dan tidak mampu lagi menjamin keberlanjutan proyek.

Mangkraknya pembangunan sejumlah apartemen di atas, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pengembang kekurangan modal atau dana investasi untuk melanjutkan proyek.

Proses perIzinan yang tidak lengkap. Kasus ini terjadi ketika pemasaran apartemen sudah dilakukan, sebelum izin mendirikan bangunan (IMB) terbit, sehingga apartemen disegel dan umumnya pembangunannya tidak berlanjut kembali.

Selain itu, tata kelola manajemen yang buruk, karena pengembang tidak mampu mengelola proyek dengan kondisi dana yang ada. Ada juga kasus pengembang mengumbar janji palsu, soal tenggat waktu penyelesaian proyek dan serah terima kunci unit.

Kemudian, apartemen sepi pembeli dan penyewa, sehingga pengembang terjerat kredit macet perbankan (bila pembangunan apartemen itu meminjam dana dari bank).  Terakhir, pengembang terlibat kasus hukum, terkait legalitas lahan apartemen.

ApartemenSimak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: AmerikaAntasari PlaceApartemenApartemen MangkrakArkamayaBandungBekasiBeli ApartemenBerita ApartemenBerita Colliers IndonesiaBerita PropertiBerita Properti Hari IniBerita Properti TerbaruChinaCimanggis CityColliers IndonesiaData Analisis & Proyeksi Properti 2026DepokEkspatriatEkspatriat Penyewa ApartemenEropaFerry SalantoIndiaIndustri PropertiINPP)JakartaJepangKasus Apartemen MangkrakKemanggisan ResidenceKoranproperti.comKumpulan Berita ApartemenKumpulan Berita Colliers IndonesiaKumpulan Berita PropertiLippo GroupLiputan KhususMakassarMangkrakMedanMedia Online PropertiMeikartaPropertiPT Indonesian Paradise PropertySektor PropertiSewa ApartemenSurabayaTim RedaksiTrauma Apartemen
Previous Post

KPII Akuisisi Saham PKSI Tembus Rp174,8 Miliar, DADA Gerak Cepat Ekspansi Rumah Tapak

Next Post

Februari Ini Mal Elite di Jakarta Selatan Resmi Dibuka, Pengunjung Disebut Tergoda ‘Sesuatu’ di Sini

Next Post
Mal

Februari Ini Mal Elite di Jakarta Selatan Resmi Dibuka, Pengunjung Disebut Tergoda 'Sesuatu' di Sini

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti