Akuisisi ini menjadi fondasi kuat bagi Perseroan untuk bergerak cepat melakukan ekspansi bisnis menuju segmen rumah tapak (landed housing). Saat ini, hunian tapak dinilai masih memiliki permintaan sangat tinggi dan berpotensi besar, khususnya dari kalangan end user.
KoranProperti.com (jakarta) – Setelah PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) sebagai pemegang kendali saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA mengakuisisi 99,9 persen saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) senilai Rp174,8 miliar, DADA langsung tancap gas secara ekspansif untuk menggarap bisnis rumah tapak (landed housing).
Seperti diketahui, pergerakan saham DADA menunjukkan dinamika positif dan konstruktif sejak memasuki awal tahun 2026. Pergerakan itu terlihat, dari harga saham yang awalnya hanya Rp50 per lembar, dalam waktu singkat langsung melonjak menjadi Rp67 per lembar.
Akselerasi positif saham DADA yang berlangsung sangat cepat merupakan sinyal awal, atas meningkatnya perhatian dan kepercayaan pasar saham terhadap arah bisnis, strategi dan pergerakan Perseroan. Penguatan saham DADA, terjadi seiring dengan semakin membaiknya industri properti nasional.
Perpanjangan kebijakan Pemerintah terhadap Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen sampai tanggal 31 Desember 2027, telah memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk membeli hunian tanpa beban pajak langsung, sekaligus memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan dan perkembangan properti sektor residensial.
Sejalan dengan kondisi itu, PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) sebagai pemegang kendali saham DADA, langsung mengambil langkah strategis dengan menyelesaikan akuisisi 99,9 persen saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) senilai Rp174,8 miliar.
Akuisisi ini menjadi fondasi kuat bagi Perseroan untuk bergerak cepat melakukan ekspansi bisnis menuju segmen hunian tapak (landed housing). Saat ini, hunian tapak dinilai masih memiliki permintaan sangat tinggi dan berpotensi besar, khususnya dari kalangan end user.
BACA INI: Saham DADA Melonjak 35 Persen, Awal Tahun 2026 Masuki Fase Kebangkitan dan Tren Positif
Setelah akuisisi ini, KPII secara resmi siap membuka peluang untuk pengembangan proyek-proyek perumahan tapak baru di sejumlah kawasan potensial, terutama di wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Langkah nyata masuknya korporasi KPII ke PKSI, secara langsung menegaskan bahwa penguatan saham DADA tidak berdiri di atas isu atau sentimen sesaat. Justru hal ini merupakan aksi konkret korporasi dalam memperkuat struktur bisnis, serta memperluas cakupan portofolio pengembangan Perseroan.
Ekspansi Menuju Rumah Tapak
Selama ini, DADA dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan properti high rise dan strata title. Dengan melakukan ekspansi menuju segmen hunian tapak melalui PKSI, maka portofolio bisnis DADA menjadi lebih lengkap dan berimbang, sekaligus membuka potensi arus kas yang lebih cepat dan berulang.

Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk Bayu Setiawan mengatakan, akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendali Perseroan dalam mengelola permodalan dan ekspansi bisnis secara tepat dan terukur.
“Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta yang permintaannya masih sangat potensial, dan didominasi oleh kebutuhan end user,” tegas Bayu.
Bersama PKSI, KPII akan fokus mengembangkan perumahan tapak dengan konsep berbeda dari hunian konvensional yang ada. Setiap proyek dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang memiliki nilai tambah, mulai dari tata kawasan yang terencana, desain rumah yang fungsional, harga yang affordabel, hingga fasilitas pendukung yang berkualitas untuk menunjang kenyamanan hidup penghuni.
BACA INI: Perluas Pengembangan Hunian Tapak Terjangkau, KPII Akuisisi PKSI
Segmen rumah tapak di kawasan penyangga Jakarta, dinilai masih menjadi motor utama pertumbuhan sektor residensial, seiring tingginya kebutuhan hunian end user serta dukungan kebijakan PPN DTP Pemerintah, terhadap industri properti.
Kini, DADA telah memasuki fase baru. Hal ini terlihat dari pergerakan saham yang pada awalnya hanya senilai Rp50 per lembar saham, namun dalam waktu singkat langsung melesat cepat menjadi ke Rp67 per lembar saham. Lonjakan kenaikan saham ini menandakan bahwa pasar saham mulai merespons langkah ekspansif Perseroan yang berbasis fundamental.
Pergerakan korporasi yang tepat dan jelas, disertai penerapan strategi bisnis yang terukur dan jitu, kini DADA siap melakukan pengembangan bisnis properti yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


