• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Utama

‘Tamparan’ Keras Buat Pengembang, Kementerian PKP dan PU: Perumahan Jabodetabek Banjir, Para Ahli Sebut Ini…

Tim Redaksi by Tim Redaksi
January 15, 2026
in Liputan Utama
0
Banjir

Salah satu klaster perumahan di Bogor banjir (Foto: Ist)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Pernyataan ilmiah berdasarkan analisis keilmuan sejumlah ahli, terhadap genangan air di jalanan dan banjir yang terjadi di Jabodetabek merupakan ‘tamparan’ keras bagi pengembang perumahan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

KoranProperti.com (Jakarta) – Tingginya curah hujan yang terjadi sampai hari ini, Kamis (15/1/2026), mengakibatkan genangan air di jalanan umum wilayah Jabodetabek, serta banjir di beberapa permukiman kampung dan kompleks perumahan.

Pembuatan sistem drainase yang buruk, serta perubahan lahan hijau di kawasan perumahan yang dilakukan pengembang secara sembrono, menjadi salah satu sebab banjir terus terjadi dari tahun ke tahun di wilayah Jabodetabek, serta kompleks perumahan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Terkait banjir yang melanda Jabodetabek, Dosen Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Ir. Indrawati, M.T. mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir, di antaranya adalah aspek curah hujan dan iklim, tata guna lahan, serta perilaku manusia.

Dari sisi tata ruang, Indrawati menyebut bahwa sempadan sungai sudah ada petanya. Jadi, di lokasi sempadan sungai tidak boleh dibangun apapun. Dalam rencana detail tata ruang kota, terdapat aturan yang dilarang atau diperbolehkan untuk membangun sesuatu, seperti untuk kategori bangunan diizinkan, bangunan terbatas, bangunan bersyarat, atau tidak diizinkan sama sekali untuk membangun.

“Permasalahan banjir di Bekasi, Jakarta, dan kota-kota lainnya itu terjadi, karena sudah tidak ada lagi bantaran sungai. Semua sudah menjadi permukiman atau perumahan, sehingga kalau debit hujan tinggi, airnya akan lari kemana? Akhirnya ke jalanan atau ke perumahan dan permukiman,” kata Indrawati.

Dia menegaskan, rencana tata ruang kota yang selama ini ada, sebenarnya sudah baik, tetapi dalam implementasinya masih banyak kendala. Selain itu, dalam kebijakan tata ruang juga sudah terdapat ketentuan untuk di review paling tidak setiap 5 tahun sekali.

BACA INI: Banjir Membawa Sengsara: Sejumlah Perumahan Banjir, Pengembang Tetap Untung, Penghuni Pasti Buntung

“Hasil review akan menjadi pertimbangan penting, apakah bangunan yang ada perlu direvisi atau tidak? Tata ruang wajib di review, karena dinamika perkembangan kota terjadi sangat cepat,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yus Budiono, ada empat penyebab banjir di Jabodetabek, yaitu penurunan muka tanah (land subsidence), perubahan tata guna lahan (land use change), kenaikan muka air laut, serta fenomena cuaca ekstrem.

“Dari hasil riset kami, penyebab utama meningkatnya risiko banjir di Jabodetabek adalah penurunan muka tanah, yang berkontribusi hingga 145 persen terhadap peningkatan risiko banjir,” ungkap Yus dalam acara talkshow yang disiarkan di kanal Youtube BRIN Indonesia, belum lama ini.

Pengurangan Luas Hutan

Di sisi lain, Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Luki Subehi melalui pesan tertulisnya menyampaikan, banjir yang terjadi di Jabodetabek, bukan semata-mata disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh pengelolaan sumber daya air dan perubahan tata guna lahan yang keliru.

Dia menekankan bahwa pengurangan luas hutan dan daerah resapan air di wilayah hulu, khususnya di sepanjang sungai Bekasi dan Ciliwung, menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya aliran air permukaan yang berujung pada banjir.

Banjir
Banjir di salah satu perumahan Jabodetabek (Foto: Ist)

“Banjir yang terjadi setiap tahun di Bekasi, karena daerah hulunya kurang mampu meresapkan air, sementara daerah datarannya sudah dipenuhi permukiman penduduk,” tambahnya.

BACA INI: Memantau Properti Humpuss Land di Bali, Anak Tommy Soeharto Survei Langsung ke Lokasi Proyek

Selain itu, menurut Luki, sistem drainase di Jabodetabek juga sudah tidak memadai lagi, sehingga turut memperparah kondisi banjir. Luki menilai, saat ini sistem drainase yang diterapkan, masih menggunakan cara lama, tanpa memperhitungkan peningkatan hujan ekstrem, akibat perubahan iklim dan perkembangan tata guna lahan.

“Pembangunan kawasan permukiman baru, sering kali tidak diiringi dengan sistem drainase yang memadai, sehingga limpasan air hujan tidak dapat tertampung,” katanya.

Berikut ini kompleks perumahan yang terdampak genangan air dan banjir di Jabodetabek, akibat curah hujan tinggi yang terjadi sampai hari ini, Kamis (15/1/2026) yang dikutip dari berbagai sumber.

Perumahan Duta Bandara Permai, Tangerang

Perumahan Reni Jaya, Pamulang Barat, Tangerang Selatan

Perumahan Bukit Pamulang Indah, Tangerang Selatan

Perumahan Lembah Pinus, Tangerang Selatan

Perumahan Permata Puri 1, Cisalak, Cimanggis, Bogor

Perumahan Griya Alif, Pasir Putih, Sawangan, Depok

Perumahan Taman Sawangan Residence, Bogor

Perumahan Vila Indah Pulo Timaha, Bekasi

Perumahan Harapan Indah, Bekasi

Perumahan Dosen IKIP, Bekasi

Perumahan Puri Harmoni 8, Bogor

Perumahan Puri Asri 3, Jonggol, Bogor

BanjirSimak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: Badan Riset dan Inovasi NasionalBanjir JabodetabekBanjir PerumahanBerita PropertiBerita Properti Hari IniBerita Properti TerbaruBRINDaftar Perumahan BanjirDr. Ir. IndrawatiKementerian PKPKementerian PUKompleks PerumahanKompleks Perumahan JabodetabekKoranproperti.comKumpulan Berita PropertiLiputan KhususLuki SubehiM.T.Media Online PropertiPerumahan BanjirPropertiTim RedaksiUMSUniversitas Muhammadiyah SurakartaYus Budiono
Previous Post

WINGS FOOD Perkenalkan Mi Legendaris Khas Jepang Cita Rasa Indonesia, Rasanya Enak Banget!

Next Post

Rahasia Dibalik Presiden Prabowo Bertemu Wamen PKP dan Bentuk BP3R, Ini Kode Keras Buat Maruarar Sirait 

Next Post
Prabowo

Rahasia Dibalik Presiden Prabowo Bertemu Wamen PKP dan Bentuk BP3R, Ini Kode Keras Buat Maruarar Sirait 

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti