• Beranda
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
  • Beranda
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Beranda
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Langkah Spektakuler Iwan Sunito Guncang Australia, One Muse Tebar Pesona Galeri Seni Inklusif

Wawan Kuswandi by Wawan Kuswandi
August 24, 2026
in Liputan Khusus
0
Iwan Sunito

Iwan Sunito (kanan/Foto: Dok. One Global Capital)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Di tengah sengitnya persaingan industri hospitality global, sebuah hotel bintang lima di Sydney tak hanya sukses mencetak okupansi fantastis hingga 95 persen, tetapi juga mendobrak standar industri dengan menyulap area komersialnya menjadi ruang seni inklusif berkelas dunia.

KoranProperti.com (Sydney) – One Global Resorts Green Square, hotel bintang lima milik pengusaha Australia kelahiran Surabaya, Iwan Sunito, memperkenalkan One Muse sebuah kafe, bar, galeri seni, sekaligus platform social enterprise yang dibangun untuk tujuan sosial.

One Muse menjadi perwujudan nyata dari visi Sunito Foundation untuk melihat potensi setiap individu, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membuka peluang bermakna bagi anak-anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus.

“Visi utama Sunito Foundation sebenarnya sederhana yaitu setiap orang berhak dilihat berdasarkan apa yang dapat mereka capai, bukan dari hal-hal yang menjadi tantangan bagi mereka,” ujar Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global Resorts.

Menurut Iwan, One Muse adalah tempat visi itu menjadi nyata yang disalurkan melalui galeri, kafe, ruang kerja, dan pada akhirnya menjadi sebuah jalan milik seluruh komunitas.

Iwan menambahkan, nama One Muse berasal dari kata ‘muse’, yang berarti seseorang atau sebuah kekuatan yang menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas dan ekspresi seni. Bagi Iwan, inspirasi itu pertama kali datang dari putri keduanya, Hannah Sunito.

Hannah adalah anak dengan kebutuhan belajar khusus yang tumbuh menghadapi berbagai tantangan melalui ketekunan, dukungan keluarga, dan kecintaannya terhadap seni. Seiring waktu, Hannah menemukan karakter dan jiwa kreatifnya sendiri, hingga berkembang menjadi seorang seniman yang memperoleh berbagai pencapaian.

Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai lokasi di Sydney, seperti di universitas dan kegiatan amal, pameran kelompok, termasuk Randwick Art Society Annual Art Show, hingga sukses menggelar pameran tunggal pertamanya. Pada 2021, Hannah sukses memenangi kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition.

BACA INI: LIPRO TV: Rendering Project Five Dock One Global Capital Iwan Sunito

Kini, Hannah menjabat sebagai CEO One Muse yang berperan aktif dalam membentuk, mengembangkan, dan mengarahkan bisnis, sekaligus misi sosial yang diembannya.

“One Muse memang berawal dari Hannah, tetapi kami tidak ingin One Muse hanya tentang Hannah. Perjalanannya memberi kami keberanian untuk membayangkan sebuah platform yang dapat membuka pintu bagi lebih banyak anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus. Hannah mungkin merupakan muse pertama, tetapi kami berharap ia dapat menginspirasi ribuan muse lainnya,” tandas Iwan.

Menurut Iwan, One Muse merupakan langkah pertama. Berikutnya, Sunito Foundation akan mengembangkan One Muse Art Street yang menjadi visi untuk membawa semangat tersebut dari satu venue menuju jalan dan ruang publik di sekitar One Global Resorts dan Green Square Library.

Terinspirasi dari art street dan piazza di Eropa dan Italia, konsep ini menghadirkan live painting, pameran seni, musik, pertunjukan, workshop, outdoor dining, serta berbagai kegiatan komunitas. Tujuannya untuk menciptakan sebuah kawasan kreatif yang inklusif, tempat seniman, musisi, penampil, dan pengunjung dari berbagai latar belakang.

Ruang Apresiasi Sunito Foundation 

Saat ini, One Muse bersama Pemerintah Kota Sydney sedang mendiskusikan berbagai peluang untuk menjadikan jalan dan ruang publik sebagai ruang seni, dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku.

“Jalan memiliki arti penting karena seni tidak seharusnya tersembunyi di dalam satu ruangan. Kami ingin kreativitas dan kesempatan menjadi bagian dari kehidupan publik sehari-hari. One Muse Art Street akan memungkinkan visi Sunito Foundation melampaui dinding galeri dan menjadi sesuatu yang dapat dilihat, dirasakan, dan didukung oleh seluruh komunitas,” pungkas Iwan.

Dalam jangka panjang, One Muse dan One Muse Art Street diharapkan menjadi salah satu representasi utama dari Sunito Foundation yang menghubungkan seniman, keluarga, sekolah, dunia usaha, warga, pengunjung, dan berbagai organisasi kreatif.

Melalui platform seni ini, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus berdasarkan kemampuan dan potensi mereka sebagai seniman, pekerja, entrepreneur, penampil, maupun anggota masyarakat yang memiliki talenta dan kontribusi yang layak untuk diakui dan didukung.

“Ini baru permulaan. Harapan kami adalah membangun sebuah platform jangka panjang. Talenta akan berkembang menjadi kepercayaan diri untuk membuka peluang, dan pada akhirnya mengantarkan kepada kemandirian. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui One Muse, dan nantinya melalui seluruh kawasan di sekitarnya,” kata Iwan.

Iwan Sunito
Suasana One Muse Gallery, Sydney, Australia (Foto: Dok. One Global Capital)

Lewat One Muse, One Global Resorts Green Square akan memperluas perannya melampaui hospitality konvensional untuk menjadi destinasi komunitas dan kreativitas, sekaligus membawa visi Sunito Foundation hadir lebih nyata di tengah kehidupan publik.

BACA INI: Duet Maestro Arsitek Kelas Dunia: Iwan Sunito & Koichi Takada Garap Proyek Five Dock Senilai Rp25 Triliun

Sunito Foundation memiliki visi untuk merangkul semua orang dari berbagai latar belakang, kondisi, dan kemampuan untuk kemudian menciptakan sebuah kesempatan yang nyata.

Melalui One Muse, visi ini akan diwujudkan dengan berbagai kegiatan, seperti pameran, penjualan karya seni, workshop, kolaborasi kreatif, akses lapangan pekerjaan, serta penyewaan karya seni untuk perkantoran, hotel, proyek properti, dan berbagai acara.

Tujuannya tidak sekadar memamerkan karya seni, tetapi membantu setiap individu membangun kepercayaan diri, kemampuan, identitas profesional, penghasilan, serta rasa memiliki terhadap komunitas. One Muse juga ingin berjalan bersama keluarga agar mereka dapat melihat potensi, sekaligus masa depan anak-anak.

Iwan menambahkan, inklusi atau pemerataan sosial tidak dapat berhenti pada kata-kata atau kegiatan yang hanya dilakukan sesekali. Dia juga harus menciptakan platform yang nyata, tanggung jawab yang sesungguhnya, penghasilan yang memadai, serta kepercayaan diri untuk ikut berpartisipasi.

“Tujuan kami agar banyak keluarga melihat bahwa kreativitas dan kontribusi anak-anak mereka memiliki nilai,” ujar Sunito.

Kinerja One Global Resorts Green Square yang kuat memberikan fondasi komersial bagi visi yang berlandaskan tujuan sosial ini untuk terus berkembang. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, hotel bintang lima ini mencatat rata-rata tingkat okupansi sebesar 95,07 persen, dengan pendapatan kotor sekitar AUD5,6 juta.

Berdasarkan laporan STR (Smith Travel Research) terbaru, One Global Resorts Green Square juga menempati posisi sebagai market leader di kelasnya. Hotel ini juga menerima Tripadvisor Travelers Choice Best of the Best 2026, penghargaan tahunan tertinggi dari Tripadvisor yang hanya diberikan kepada kurang dari 1 persen properti di seluruh dunia. Saat ini, One Global Resorts Green Square juga berada di peringkat ke-12 dari 196 hotel di Sydney berdasarkan Tripadvisor.

“Bagi kami, keberhasilan komersial dan tujuan sosial seharusnya bisa saling mengisi. Bisnis yang berkelanjutan memberikan kemampuan bagi sebuah visi untuk bertahan, berkembang, dan menciptakan peluang dari tahun ke tahun,” urai Iwan.

Menurutnya, peluncuran One Muse dilakukan di tengah kondisi pasar pariwisata dan hospitality Sydney yang terus menunjukkan permintaan kuat. Dalam periode satu tahun hingga Maret 2026, Sydney menerima 67,5 juta kunjungan wisatawan dengan total belanja wisatawan mencapai AUD34,7 miliar, sebesar AUD13,9 miliar berasal dari wisatawan internasional.

Berada di lokasi yang terhubung langsung dengan jaringan kereta Sydney melalui Green Square Station, One Global Resorts Green Square hingga detik ini juga merupakan satu- satunya hotel bintang lima di Sydney yang memiliki akses langsung ke jaringan kereta kota. Hal ini semakin memperkuat posisinya yang unik di persimpangan antara hospitality, konektivitas, dan kepedulian terhadap komunitas.

Iwan SunitoSimak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: AustraliaIwan SunitoKoranproperti.comLiputan KhususOne Global CapitalSydneyWawan Kuswandi
Previous Post

Persembahkan The Finest Commercial Selection, Strategi Cerdas Paramount Land Perkuat Kawasan Komersial Gading Serpong

Please login to join discussion
  • Beranda
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti