Sejalan dengan perkembangan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan, PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) pada akhir tahun 2024 lalu, memperkenalkan Metland Kertajati sebagai kawasan hunian dan komersial modern untuk mendukung pertumbuhan sektor industri dan ekonomi Koridor Ekonomi REBANA.
KoranProperti.com (Kertajati) – Menelusuri sejumlah proyek properti Metland Kertajati, Jawa Barat, selama dua hari satu malam dalam acara media gathering, sungguh menjadi pengalaman menarik dan mengasyikkan.
Di tengah tawa dan canda rekan-rekan media, ada kenangan manis yang sulit untuk dilupakan, walaupun hanya sesaat. Dibalik perjalanan melelahkan itu, ternyata ada target besar yang sedang digarap PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) bersama Badan Pengelola (BP) Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan yang dipimpin Helmi Yahya.
Saat ini, Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan yang meliputi Cirebon-Patimban-Kertajati, terus mengalami perkembangan pesat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan bisnis baru di Jawa Barat.
Hal ini terbukti dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur, tumbuh suburnya kawasan industri serta meningkatnya minat investor untuk ikut terlibat langsung dalam Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan.
Keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, perluasan konektivitas tol dan perencanaan ekonomi terpadu Pemerintah Daerah Jawa Barat dalam kawasan itu, otomatis akan semakin memperkuat ekosistem Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan sebagai salah satu poros penting untuk menumbuhkembangkan potensi ekonomi dan industri di masa depan.
Berdasarkan data yang ada, tercatat ada 36 tenant industri di Koridor Ekonomi REBANA dengan nilai investasi sampai Kuartal III tahun 2025, sudah mencapai lebih dari Rp25 triliun. Angka ini lebih tinggi, dibandingkan pada tahun 2024 lalu.
Kepala Pelaksana Badan Pengelola (BP) Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan Helmi Yahya, dihadapan awak pers, Sabtu siang (13/12/2025) menuturkan, Koridor Ekonomi REBANA mencatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan nasional, pada triwulan III Tahun 2025.
BACA INI: Fakta Dibalik Pembangunan Proyek Metland Kertajati, Calon Pembeli Perlu Tahu!
“Pertumbuhan Koridor Ekonomi REBANA sudah mencapai angka 5,53 persen. Daerah Majalengka merupakan salah satu dari tujuh kabupaten dalam Koridor Ekonomi REBANA yang paling pesat perkembangan pembangunannya, laju pertumbuhan ekonominya pada triwulan III 2025 (YoY) sudah mencapai 8,07 persen, tertinggi kedua di Koridor Ekonomi REBANA dengan menyerap 18.933 tenaga kerja,” tukas Helmi Yahya.
Sejalan dengan perkembangan Koridor Ekonomi REBANA, PT Metropolitan Land Tbk.(Metland) pada akhir tahun 2024 lalu, sudah memperkenalkan Metland Kertajati sebagai kawasan hunian dan komersial modern untuk mendukung pertumbuhan sektor industri dan perekonomian Koridor Ekonomi REBANA.

Presiden Direktur Metland Anhar Sudradjat mengatakan, perkembangan pesat yang terjadi dalam Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan pasti memerlukan dukungan, termasuk sarana tempat tinggal, baik hunian ataupun hotel di sekitar kawasan itu.
Harapan dan Tantangan Metland Kertajati
“Metland Kertajati langsung menjawab harapan dan tantangan itu dengan percepatan pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek hunian, komersial maupun perhotelan di sekitar Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan,” tandas Anhar.
Menurut Anhar, keberadaan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan diyakini akan membutuhkan fasilitas yang tidak hanya mendukung mobilitas dan aktivitas industri, tetapi juga menghidupkan percepatan ekonomi di area sekitarnya. Kehadiran Metland Kertajati akan memberikan energi kuat bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan industri di kawasan itu. Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan diproyeksikan akan menjadi pusat ekonomi modern, mandiri dan terpadu di Propinsi Jawa Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Nitik Hening memaparkan bahwa pembangunan Metland Kertajati akan lebih difokuskan dengan konsep New City, yaitu kawasan perkotaan yang akan menghadirkan hunian terpadu, pusat komersial, fasilitas publik seperti hotel, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau hingga jaringan usaha yang saling terintegrasi.
Pada tahap pertama, Metland Kertajati akan membuka lahan seluas empat hektare dengan nama Sava Terra yang mencakup pembangunan rumah, ruko serta rumah kos (rukos) yang saat ini sudah terjual habis.
Saat ini, Metland Kertajati juga sedang getol-getolnya memasarkan ruko Dharmawangsa untuk menghidupkan area komersial di wilayah tersebut, sekaligus mempersiapkan klaster Tanasultan, hunian premium dengan pilihan luas tanah mulai dari 160 meter persegi hingga 256 meter persegi yang dibandrol dengan harga mulai dari Rp2,7 miliar.
BACA INI: Boyong Pendapatan Usaha Rp2,021 Triliun, Proyek Residensial Metland Kertajati Siap Mendulang Cuan
Target pasar hunian ini adalah masyarakat lokal yang menginginkan peningkatan kualitas hidup melalui hadirnya hunian berkelas, tanpa harus pindah dari lokasi daerah yang sudah mereka kenal.
Sementara itu di tempat yang sama, Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Wahyu Sulistio mengungkapkan langkah strategis Metland, dalam mengembangkan jaringan bisnis hotel di bawah naungan Metland Hotel Grup (MHG) yang nantinya memakai nama Metland pada hotel-hotel lainnya yang akan dikembangkan.
Langkah ini, menurut Wahyu, dilakukan dengan tujuan agar nama Metland menjadi jaminan kualitas layanan, serta membangun loyalitas terhadap brand Metland.
Nomenklatur dibuat berdasarkan bintang, mulai dari bintang tiga, bintang empat dan bintang empat plus dan kategori hotel bisnis, resort atau butik.
Metland Smara Hotel Kertajati merupakan hotel bintang empat dengan kategori hotel bisnis (city). Nama Smara diambil dari bahasa Sanskerta (Sanskrit) yang berarti cinta, bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mengandung arti, pengalaman menginap yang hangat, ramah dan penuh kenyamanan.

“Smara sama dengan Venya pada Metland Venya yang sudah beroperasi sebelumnya, yang namanya juga diambil dari Bahasa Sanskerta, Venya artinya dicintai,” kata Wahyu.
Metland Smara Hotel Kertajati sudah beroperasi sejak tahun 2021 lalu, dan hotel ini merupakan bagian dari pengembangan Metland Kertajati.
Sesuai kategorinya, Metland Smara Hotel Kertajati menargetkan kegiatan MICE dan kebutuhan akomodasi modern bagi korporasi bisnis dan industri Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan.
Nama Metland Smara, nantinya akan dipakai menjadi nama hotel bintang empat Metland dalam pengembangan hotel-hotel lainnya, di berbagai lokasi strategis, termasuk rencana kehadirannya di Bekasi.
“Saat ini MHG sudah mengelola enam hotel, dan akan segera menjadi delapan hotel seiring dengan proses pembangunan Metland Smara Bekasi dan Metland Marron Tomohon,” tutup Wahyu.
Perlu diketahui, Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan Jawa Barat adalah kawasan metropolitan baru yang mencakup tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat bagian utara yaitu Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Sumedang, Kuningan, dan Kota Cirebon.
Ketujuh kabupaten ini akan dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan fokus pada sektor industri, logistik, dan investasi, serta didukung ioleh nfrastruktur strategis seperti Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan Pelabuhan Cirebon.
Tujuan utama Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengatasi kesenjangan pembangunan di Propinsi Jawa Barat.
Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan merupakan proyek strategis Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat yang berfungsi membangun klaster industri dan ekonomi baru yang terintegrasi dengan memanfaatkan infrastruktur strategis, untuk menjadikan wilayah utara Jawa Barat sebagai motor penggerak ekonomi di masa depan.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


