Harga lahan atau tanah di kawasan kota tua Glodok dan sekitarnya semakin mahal dan bersaing tajam dengan daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan.
KoranProperti.com (Jakarta) – Dalam lima tahun terakhir ini, harga tanah di Jakarta terus melambung setinggi langit. Permintaan lahan untuk membangun properti komersial dan residensial terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, keberadaan lahan yang ada di Jakarta semakin terbatas, akibatnya harga tanah di kota Betawi, cenderung naik terus tanpa batas.
Ada sejumlah faktor yang membuat harga tanah atau lahan di Jakarta semakin mahal, di antaranya ialah lokasi tanah yang berada di pusat kota dan memiliki fasilitas super lengkap dan modern.
Dukungan aksesibilitas dan infrastruktur di Jakarta sudah sangat memadai. Hampir semua lahan di Jakarta mempunyai akses moda transportasi massal, seperti keberadaan jalan tol dalam kota, busway/transjakarta, stasiun commuter line, tidak lama lagi akan ada MRT, dan LRT.
Fasilitas publik modern seperti rumah sakit, pusat pendidikan, dan pusat perbelanjaan alias mal juga bertaburan. Semua itu dipastikan akan mendukung aktivitas penghuni Jakarta, menjadi semakin mudah dan nyaman.
Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia Martin Hutapea mengatakan, harga tanah di Jakarta memang sudah terlalu mahal.
“Rumah dengan harga mahal ekstrim itu, lokasi atau lahannya berada di Menteng, Darmawangsa, serta Pondok Indah,” kata Martin, Selasa (10/2/2026).

Menurut Martin, kisaran harga tanah di Pondok Indah bisa mencapai Rp40 sampai Rp45 jutaan per meter persegi. Di Darmawangsa sekitar Rp60 sampai Rp80 jutaan per meter persegi. Daerah Senopati harga tanahnya Rp80 sampai Rp100 jutaan per meter persegi. Harga lahan residensial paling mahal di Menteng harganya bisa mencapai Rp90 jutaan sampai Rp120 jutaan, per meter persegi.
Namun, sambung Martin, masih ada beberapa lokasi yang harga tanahnya tetap terjangkau, seperti di area Cilandak, Cipete, dan Jagakarsa. Harga tanah di daerah ini berkisar antara Rp25 jutaan sampai Rp30 jutaan per meter persegi.
“Harga tanah di Jagakarsa, Cilandak, atau Cipete juga masih bisa dinego sekitar Rp15 jutaan per meter persegi,” katanya.
Harga Lahan di Kota Tua Glodok
Berdasarkan Data Analisis & Proyeksi Properti 2026 koranproperti.com, harga tanah di kawasan kota tua Glodok dan sekitarnya juga semakin mahal dan mulai bersaing ketat dengan sejumlah kawasan di sekitaran Pondok Indah.
Harga lahan di sekitaran kota tua Glodok yang berada dalam zonasi peruntukkan properti residensial bisa mencapai kisaran harga antara Rp15 jutaan hingga di atas Rp35 jutaan, per meter persegi.

Untuk tanah peruntukkan properti komersial, terutama yang berada di jalan raya utama jauh lebih tinggi, harganya bisa mencapai Rp30 jutaan sampai Rp50 jutaan lebih per meter persegi.
BACA INI: Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara, Jakpro Siap Transformasi Sejumlah Proyek Properti Besar di Jakarta
Adapun lokasi harga lahan termahal di sekitaran area kota tua Glodok, berada dalam kawasan jalan Taman Sari, Mangga Besar, Jalan Keadilan, Asemka, Pasar Pagi, Kali Besar, Pejagalan, Mangga Dua, Pinangsia serta jalan Toko Tiga
Harga tanah di kawasan kota tua Glodok, dimulai dari kisaran antara Rp15 jutaan hingga mencapai Rp125 jutaan per meter persegi. Hal ini terjadi karena, kawasan Glodok memiliki nilai historis dan terdapat bangunan cagar budaya nasional. Perlu dicatat, harga tanah di daerah cagar budaya Glodok, dihitung berdasarkan nilai historis dan keberadaan kota tua sebagai bagian penting dari sejarah nasional.
Adapun penyebab mahalnya harga tanah atau lahan di kawasan kota tua Glodok, di antaranya ialah karena kawasan Glodok sebagai pusat perdagangan elektronik dan alat teknik tertua (Prime Commercial Area) dan terbesar di Indonesia, sehingga aktivitas ekonomi terjadi sangat padat, dan ini berdampak kepada tingginya permintaan lahan di lokasi tersebut
Kawasan Glodok dan sekitarnya, juga didukung oleh keberadaan infrastruktur yang mapan dan sudah ada sejak lama, termasuk akses jalan raya dan kemudahan akses transportasi umum, seperti, commuter line, angkot dalam kota, Transjakarta, dan sebentar lagi akan ada jalur MRT dan LRT.
Kawasan Glodok juga sangat populer dengan sebutan kota pecinan (Chinatown) yang memiliki nilai historis panjang tentang kehidupan etnik china, sehingga menjadikan Glodok sebagai ikonik sejarah nasional dengan peradaban budaya sangat tinggi.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

