Pengembangan Kota Kertabumi, Karawang Barat merupakan kawasan hunian terakhir yang digarap APLN tahun 2026. Rumah yang diklaim bernilai investasi tinggi ini, khusus dibuat untuk orang-orang kaya yang ada di Jabodetabek.
KoranProperti.com (Karawang) – Pengembang Agung Podomoro Land (APLN) secara resmi menggelar hunian terpadu Kota Kertabumi, Karawang Barat tahap 2. Kawasan ini merupakan landbank, sekaligus hunian terakhir APLN tahun 2026.
Regional Marketing Director Kota Kertabumi Tedi Guswana dalam siaran pers resminya, Sabtu (28/2/2026) mengatakan, pengembangan hunian Kota Kertabumi tahap 2 ini adalah langkah strategis perusahaan untuk merespons tingginya minat pasar, terhadap hunian eksklusif dengan fasilitas premium, serta berada di lokasi strategis daerah penyangga Jakarta.
“Hunian Kota Kertabumi sangat eksklusif, karena lokasinya berada di Karawang Kota. Target pasar rumah ini adalah golongan high-end buyer,” ujar Tedi.
High-end buyer, sambung Tedi, merupakan konsumen yang lebih mengutamakan kualitas dan eksklusivitas, saat memutuskan membeli rumah.
Menurut Tedi, pengembangan Kota Kertabumi tahap 2, merupakan lahan (landbank) terakhir yang dimiliki APLN di Karawang Barat. Namun, lanjut Tedi, lokasi perumahan ini sangat prospektif, karena berada di koridor dan jalur pertokoan Karawang kota.
BACA INI: Penjualan Aset APLN Tembus Rp14 Triliun, Modal Garap Proyek Baru 2026
Dia menegaskan pada pengembangan fase kedua ini, Kota Kertabumi memfokuskan pemasaran pada unit hunian Avisha, yaitu rumah compact dua lantai yang ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga muda.
Dalam fase ini, konsumen ditawarkan untuk memanfaatkan program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), yang tujuannya memberikan nilai tambah signifikan, bagi konsumen maupun investor.
“Dalam pengembangan fase kedua ini, pengembang ingin memastikan bahwa setiap unit hunian yang ditawarkan, bukan hanya sekadar tempat tinggal semata, tetapi juga aset investasi bernilai tinggi untuk jangka panjang,” tandas Tedi.
Dengan berlanjutnya proyek Kota Kertabumi tahap kedua ini, APLN optimistis akan mendapatkan respons positif pasar, bersamaan dengan semakin meningkatnya permintaan hunian berkualitas di Kota Karawang Barat.
Kawasan Hunian Bebas Banjir
Lebih jauh Tedi memaparkan, Karawang merupakan salah satu kota penyangga terbesar di bagian timur Jakarta yang mengalami perkembangan pesat infrastrukturnya. “Salah satu buktinya ialah akses menuju Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” tandas Tedi.
Selain lokasinya yang strategis dan unggul, Kota Kertabumi merupakan salah satu kawasan hunian yang bebas banjir. Dari sisi legalitas, pengembang juga menjamin kepastian hukum bagi para konsumen. Proses administrasi kepemilikan, dapat segera dilakukan setelah transaksi jual beli rampung.
“Legalitas kawasan Kota Kertabumi siap dan sangat terjamin. Setelah melakukan proses AJB (Akta Jual Beli), pemilik dapat melakukan Balik Nama serta langsung dapat sertifikat satuan yang dapat di-upgrade menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik),” terang Tedi.
BACA INI: Pengembangan Properti Karawang Semakin Gesit, Developer Ini Semangat Garap Proyek Hunian 130 Hektar
Kota Kertabumi Karawang Barat adalah proyek hunian eksklusif APLN yang menempati lahan seluas 5,6 hektare. Dalam pengembangan tahap pertama, APLN fokus pada kawasan Business Park, Shop House (KECE), dan klaster hunian Kayuwangi serta Kertawijaya dengan mengusung konsep rumah nyaman dan strategis, di pusat kota Karawang Barat.

Kota Kertabumi dirancang APLN sebagai kawasan hunian high-end dengan perpaduan hunian eksklusif dan area komersial (mixed-use).
Fasilitas modern yang ada di hunian Kota Kertabumi, meliputi Kertarajasa Clubhouse (kolam renang, fitness centre, jogging track), taman Kertabumi Thematic Garden dan keamanan 24 jam.
Penerapan konsep desain arsitektur yang terencana dengan baik, disertai lokasi hunian yang strategis, maka Kota Kertabumi berpotensi memiliki nilai investasi besar bagi para calon penghuni untuk hidup nyaman dan mengembangkan bisnis.
Harga per unit hunian Kota Kertabumi berkisar antara Rp2,23 miliaran hingga di atas Rp3,6 miliaran, tergantung tipe unit dan luas tanah dan bangunannya. Perumahan mewah ini menawarkan desain modern, dan 40 persen ruang terbuka hijau.
Prospek properti rumah tapak di Karawang pada tahun 2026 ini, menunjukkan tren sangat positif dan menjanjikan, karena didorong oleh pergeseran pasar ke segmen menengah-atas, pertumbuhan kawasan industri, dan penguatan infrastruktur perkotaan.
Kini, kawasan Karawang Barat telah bertransformasi dari sekadar kawasan industri, menjelma menjadi kota hunian mandiri yang menarik bagi pekerja dan para investor.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


