Kawasan properti komersial dan residensial kota tua Glodok jelang Imlek 2026, saat malam hari sungguh sangat ikonik. Menikmati sensasi sincia (tahun baru Imlek) di chinatown ini, ribuan cahaya merah lampion bertebaran di berbagai sudut pertokoan.
KoranProperti.com (Jakarta) – Sincia atau lebih populer dengan sebutan tahun Baru Imlek di kota tua Glodok, Jakarta Barat, menebarkan semerbak aroma harum dupa dan ribuan cahaya merah menyala lampion di malam hari.
Nuansa pecinan hadir dalam kemasan aneka ragam dekorasi, dan kuliner khas etnik serta budaya Tionghoa. Kawasan properti komersial dan residensial Glodok jelang Imlek sangat ikonik, khususnya saat malam hari.
Tiga hari menjelang Imlek, muda-mudi etnik Tionghoa tampil berseliweran memakai baju khas tradisional China yaitu cheongsam (untuk wanita) atau dikenal juga sebagai qipao.
Ciri khas baju ini adalah menampilkan kerah berdiri dan kancing simpul. Sedangkan baju tradisional untuk pria disebut Tangzhuang (jas Tang) atau Changshan. Pakaian pria ini, berwarna merah kombinasi warna emas sebagai simbol keberuntungan.
Glodok dikenal publik nasional maupun internasional sebagai kota tua yang mampu mempertahankan properti komersial dan residensial (bangunan tua) etnik Tionghoa.
Rumah tradisional Tiongkok yang gentengnya lancip atau melengkung ke atas di kiri dan kanan, terutama pada bagian ujung atap, disebut ‘atap terbang’ (flying eaves) atau ‘atap Xieshan‘ (Xieshan roof atau Resting Hill Roof).
BACA INI: Harga Lahan di Jakarta Setinggi Langit, Kawasan Kota Tua Glodok dan Pondok Indah Bersaing Tajam
Atap Terbang merujuk pada ujung atap yang melengkung ke atas (upturned). Desain ini bukan hanya untuk estetika, tetapi juga dipercaya untuk menangkal roh jahat dan memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam ruangan rumah, sekaligus mencegah air hujan masuk ke dalam rumah.
Hampir sebagian besar rumah-rumah, toko-toko dan tempat ibadah di Glodok, masih mempertahankan ‘atap terbang’, salah satu contohnya ialah Vihara Dharma Bhakti.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi Imlek di Glodok, lokasinya sangat mudah dijangkau, salah satunya dengan naik KRL dan turun di Stasiun Beos Jakarta Kota.
Dari tahun ke tahun kawasan Glodok selalu menarik, karena daerah ini menyimpan sejarah dan tradisi tua etnik china yang terawat sepanjang zaman.
Salah satu lokasi yang banyak menyedot perhatian wisatawan lokal maupun turis asing adalah tradisi minum teh di kedai-kedai legendaris. Di Glodok, minum teh bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang wujud kebersamaan antarsesama etnik.
Pecinan Glodok Terbesar di Indonesia
Di sekitar kawasan Glodok juga ada gedung gereja Santa Maria de Fatima. Bangunannya unik karena bergaya arsitektur Cina Selatan, lengkap dengan atap melengkung dan ornamen khas Tionghoa.
Soal kuliner, ada makanan Chee Cheong Fun atau Ci Cong Fan. Tekstur makanan ini sangat lembut dengan saus gurih khas, bentuknya nampak sederhana, tapi selalu dicari orang yang datang ke Glodok.
Glodok resmi menjadi kawasan pecinan (Chinatown) terbesar di Indonesia, setelah tragedi Geger Pecinan sekitar tahun 1740 silam. Ketika itu, Pemerintah kolonial VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) memaksa dan mengusir etnik Tionghoa untuk menetap di luar tembok kota Batavia sebagai bentuk isolasi dan kontrol keamanan.

Di abad ke 17 sekitar tahun 1740, terjadi peristiwa pembantaian etnik Tionghoa oleh VOC. Sebagian kecil komunitas Tionghoa yang masih hidup, kemudian diisolasi di luar benteng kota Batavia, untuk mengendalikan populasi dan perkembangan bisnis mereka.
Konon kabarnya, asal-muasal nama Glodok dari bahasa Sunda yaitu ‘golodog’ yang memiliki arti ‘pintu masuk’, atau dari suara air pancuran yang berada di kawasan tersebut.
Setelah Indonesia Merdeka, kawasan ini berkembang menjadi pusat ekonomi, perdagangan, dan pemukiman khas Tionghoa dengan menempati bangunan ruko-ruko lama atau zaman dulu dengan pasar tradisional.
Saat ini Glodok dikenal sebagai zona heritage prestisius, pusat kuliner, dan destinasi wisata sejarah yang sangat kental dengan budaya etnik Tionghoa, termasuk kawasan komersial Petak Sembilan dan Pantjoran Tea House.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

