Industri hospitality Yogyakarta tetap tumbuh dan stabil. Kunjungan wisatawan lokal maupun global, tetap membludak setiap libur sekolah maupun hari besar nasional menjelang akhir tahun. Lonjakan okupansi sejumlah hotel di Jogja tetap kokoh. Untuk menarik wistawan menginap, begini sederet terobosan unik dan menarik yang digelar Fave Hotel Malioboro.
KoranProperti.com (Yogyakarta) – Industri perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin dinamis sejak memasuki awal tahun 2026. Di tengah ketatnya persaingan dengan penginapan tak berizin hingga ancaman tol antarkota, para pelaku usaha industri hospitality terus berinovasi dalam upaya merebut hati wisatawan.
Komisaris Utama PT Bidakara Indah Sejahtera Budiharto Setyawan mengungkapkan, sektor perhotelan Jogja saat ini berada dalam fase pemulihan. Berdasarkan data BPS dan PHRI DIY, tingkat okupansi sepanjang tahun 2025-2026 mengalami fluktuasi tajam dan melonjak drastis saat menjelang setiap akhir tahun.
Kehadiran jaringan Jalan Tol Jogja-Solo, Jogja-Bawen, dan Jogja-YIA berpotensi mengubah perilaku wisatawan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo menekankan pentingnya hotel sebagai bagian rantai nilai pariwisata yang utuh, lewat paket bundling menarik bersama event organizer (MICE maupun olahraga).
Hotel Manager Fave Hotel Malioboro Djaozan Dwi Hasto menjelaskan, pihaknya merilis program Pay 2 Stay More yang memungkinkan wisatawan menginap selama tiga malam, di kamar Superior (termasuk sarapan untuk dua orang) dengan harga lebih hemat.
Program ini menyasar wisatawan yang ingin mengeksplorasi keindahan Jogja tanpa terburu-buru. Selain itu, hadir pula promo Rise and Dine, konsep sarapan all-you-can-eat yang terbuka, tidak hanya untuk tamu menginap, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menikmati momen sarapan bersama keluarga atau rekan kerja.
Memasuki pertengahan Oktober 2026, Fave Hotel Malioboro semakin memanjakan lidah para tamu, melalui tiga program tematik baru yaitu FAVE ESCAPE: 60’s to Tokyo, paket menginap unik di kamar Superior yang dipadukan dengan sarapan serta hidangan spesial bernuansa kuliner khas Jepang.
Kemudian, Lime Coffee Month, kejutan varian kopi di Lime Coffee Shop & Lounge, mulai dari Basic Coffee, Coffee Milk, hingga Creamy Series dan Flavour Latte.
Ada juga Pasta Lover’s Picks, yaitu menu perpaduan (fusion) cita rasa lokal dan Jepang, menghadirkan Chicken Sambal Matah Aglio Olio Pasta, Chicken Miso Creamy Pasta, dan Japanese Curry Chicken Pasta.
Langkah Adaptif Fave Hotel
“Melalui program-program ini, kami ingin menghadirkan pilihan pengalaman yang beragam bagi tamu maupun masyarakat. Kami berharap perpaduan antara pengalaman menginap, pilihan kopi, dan sajian pasta ini menjadi alternatif menarik untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat,” kata Djaozan.
Langkah adaptif Fave Hotel Malioboro ini, menjadi bukti nyata bahwa inovasi produk serta fleksibilitas layanan adalah kunci utama bagi industri perhotelan untuk tetap tangguh dan bertumbuh di Jogja.
BACA INI: Tingkat Okupansi Perhotelan Tangerang Melonjak, Vega Hotel Gelar Rangkaian Staycation Keluarga
Jogja memang tak pernah kehabisan cara untuk memikat wisatawan, namun peta persaingannya kini telah berubah total.
Bagi Anda yang berencana menghabiskan waktu di Kota Pelajar ini, hadirnya terobosan paket menginap hemat dan sajian kuliner interaktif dari Fave Hotel Malioboro, jelas menjadi angin segar.
Saatnya menikmati sudut terbaik Yogyakarta dengan pengalaman menginap yang lebih panjang, nyaman, dan penuh warna!
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

