Produk landed residential yang akan segera digelar GPRA adalah hunian bersifat outdoor dengan berbagai fungsi beragam, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk membelinya.
KoranProperti.com (Jakarta) – PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) siap meluncurkan sejumlah proyek properti residensial dan komersial baru memasuki tahun 2026. Salah satunya ialah akan digelar di dalam kawasan hunian Botanika Cibubur.
Presiden Direktur Perdana Gapuraprima Arvin F. Iskandar mengatakan, produk landed residential yang akan dikembangkan GPRA dalam waktu dekat ini, merupakan hunian yang bersifat outdoor dengan berbagai fungsi beragam, sehingga masyarakat punya banyak pilihan untuk membelinya.
“Perseroan juga sedang menyiapkan penjualan produk komersial berupa ruko (rumah toko). Untuk merealisasikan proyek-proyek itu, pihak manajemen perseroan sudah mengalokasikan belanja modal atau Capex mencapai sekitar Rp200 miliar,” kata Arvin dalam siaran pers resmi, Rabu (11/2/2026).
Arvin menambahkan, alokasi Capex 2026 difokuskan untuk pengembangan proyek existing serta optimalisasi aset. Salah satunya adalah dengan meluncurkan sejumlah klaster baru di proyek landed residential, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan di dalam kawasan Botanika Cibubur.
BACA INI: Harga Lahan di Jakarta Setinggi Langit, Kawasan Kota Tua Glodok dan Pondok Indah Bersaing Tajam
“Kami juga sudah mengalokasikan dana untuk aset-aset properti yang non-produktif, agar menjadi lebih produktif,” tukas Arvin.
Selain mengembangkan produk properti residensial baru, pada tahun 2026 ini, pihak perseroan juga menargetkan marketing sales sebesar Rp500 miliar atau lebih tinggi 10 persen dari tahun sebelumnya.
“Agar target itu tercapai, perseroan akan mengutamakan strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar,” tandas Arvin.
Untuk mendukung kinerja positif perusahaan, pihak manajemen perseroan akan memberikan berbagai insentif internal yang tujuannya untuk mendorong, dan mempercepat penjualan, mulai dari promo diskon hingga komitmen penyelesaian unit dengan tepat waktu.
Penyelesaian Proyek GPRA Tepat Waktu
“Kami berkomitmen, penyelesaian unit proyek properti residensial maupun komersial yang sedang digarap, harus selesai tepat waktu atau on time, karena hal ini secara langsung akan mendongkrak penjualan menjadi lebih cepat,” tukas Arvin.
Kinerja GPRA di kuartal pertama 2025 lalu memang menunjukkan tren positif. Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp132,85 miliar, atau tumbuh 10,72 persen dari periode yang sama, pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp119,99 miliar.

Terkait tren positif kinerja GPRA, Arvin memaparkan bahwa pertumbuhan penjualan ini didukung oleh meningkatnya penjualan rumah dan ruko (rumah toko) dengan menyumbang 80 persen dari total pendapatan GPRA pada kuartal I-2025.
Pendapatan hasil penjualan rumah dan ruko nilainya mencapai Rp105,9 miliar, atau naik 7 persen, dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Proyek properti seperti Bukit Cimanggu City Bogor dan Metro Cilegon Banten, menjadi kontributor utama dalam menyokong kinerja ini.
“GPRA juga mengandalkan pendapatan berulang (recurring income) dari properti komersial dan hospitality. Pada Q1-2025, recurring income memberikan kontribusi sekitar 30 persen terhadap total pendapatan,” jelasnya.
Adapun sumber recurring income itu berasal dari sewa service apartment, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga pengelolaan hotel di bawah brand Nemuru dan Bhuvana yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Anyer.
Arvin mengeklaim program stimulus Pemerintah, seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi salah satu angin segar bagi GPRA, karena hal ini secara langsung mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap properti GPRA.
“Insentif Pemerintah sangat membantu mendongkrak penjualan kami. Selain itu, tren suku bunga BI yang menurun juga memberikan ruang pertumbuhan bagi pasar KPR,” jelas Arvin.
Menurut Arvin, pihaknya akan terus memperkuat portofolio proyek landed house sebagai respon, terhadap tren preferensi konsumen yang saat ini cenderung memilih untuk membeli rumah tapak.
“Kami akan terus mengikuti permintaan pasar, fokus pada pengembangan rumah tapak dan properti yang berkelanjutan, serta memperluas recurring income,” tutup Arvin.
Strategi bisnis GPRA selanjutnya ialah melakukan pengembangan berkelanjutan di sejumlah proyek, di antaranya proyek Business Park Cengkareng dan Metro Business Park Cilegon. Portofolio komersial ini, akan semakin memperkuat diversifikasi pendapatan GPRA di luar sektor hunian.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


