Hunian Kota Baru Tangerang seluas 5 hektare ini, mendapat sokongan finansial dari Bank Syariah Nasional (BSN). Sebagai penyalur FLPP terbesar kedua di Indonesia, BSN bukan sekadar memberi kredit, melainkan juga siap menjadi mitra pengembang ekosistem perumahan. Rencana pembangunan Kota Baru Tangerang ini, dipantau secara agresif oleh Pengembang dan Perbankan.
KoranProperti.com (Tangerang) – Wajah properti Kota dan Kabupaten Tangerang dipastikan akan segera berubah. Bukan oleh pengembang properti swasta raksasa, tapi kali ini giliran Pemerintah yang unjuk gigi melalui rencana pembangunan Kota Baru Tangerang seluas 5 hektare, yang diproyeksikan menjadi game changer bagi konsep hunian inklusif di Indonesia.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, memberikan sinyal kuat bahwa proyek ini akan menjadi prototipe ideal kota masa depan. Lokasi perumahan ini berada di lahan strategis yang disiapkan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Saat ini tim teknis, sedang bekerja melakukan survei lapangan untuk mengunci lokasi paling premium di Tangerang.
Selama ini, hunian subsidi dinilai identik dengan lokasi yang berada di pinggiran kota dengan fasilitas seadanya. Namun, Kota Baru Tangerang, akan tampil mendobrak stigma tersebut.
“Konsepnya jelas, ini adalah hunian untuk semua, mulai dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hingga kelas menengah, mereka akan tinggal di dalam satu kawasan. Kita tidak hanya membangun hunian, tapi juga fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga area olahraga berkualitas,” ungkap Menteri Ara, di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menteri Ara menambahkan, saat ini survei lokasi sedang dilakukan tim, untuk menentukan kawasan yang dinilai paling sesuai untuk pengembangan kota baru, sekaligus pembangunan rumah susun (rusun) subsidi.
BACA INI: Sebentar Lagi Harga Lahan di Tangerang Melangit, Juragan Tanah di Sini Tunggu Akses Tol Ini Dibuka
Kota Baru ini, lanjut Menteri Ara, berpotensi menjadi salah satu proyek percontohan pengembangan yang melibatkan sektor perbankan, termasuk Bank Syariah Nasional (BSN).
Hunian seluas 5 hektare ini, direncanakan mendapat sokongan finansial dari BSN. Sebagai penyalur FLPP terbesar kedua di Indonesia, BSN bukan sekadar memberikan kredit, melainkan juga siap menjadi mitra pengembang ekosistem perumahan nasional.
BSN juga telah menyiapkan manuver strategis, terkait proyek ini yaitu akan menyalurkan 73.300 unit rumah subsidi sepanjang 2026, sekaligus melakukan injeksi modal untuk pengajuan KUR Perumahan sebesar Rp500 miliar, dengan tujuan untuk memperkuat daya beli masyarakat.
Untuk mewujudkan strateginya ini, BSN akan menerapkan layanan efisiensi digital dalam rangka mempercepat akad dan akses masyarakat ke hunian impian mereka.
Ekosistem Perumahan Inklusif
Langkah Pemerintah untuk merealisasikan Kota Baru Tangerang ini, merupakan instruksi langsung dari Satgas Perumahan di bawah komando Hashim Djojohadikusumo.
Dipilihnya Tangerang sebagai lokasi Kota Baru, karena Pemerintah ingin membuktikan bahwa rumah rakyat juga bisa memiliki aksesibilitas yang berkualitas, seperti properti komersial yang dikembangkan pengembang swasta.
Sementara itu, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh visi Presiden Prabowo. Menurut Alex, minat pasar properti dalam negeri masih sangat tinggi, dan BSN akan fokus untuk memastikan dan mewujudkan ekosistem perumahan yang inklusif serta modern.

Melihat rencana Pemerintah yang akan membangun Kota Baru, serta memantau tren perkembangan infrastruktur di Tangerang, maka prospek Kabupaten dan Kota Tangerang sebagai kantong perumahan rakyat di masa depan, akan semakin prospektif dan strategis.
BACA INI: Properti Tangerang Melangit, Tiga Pengembang Besar Kembangkan Proyek Residensial Prestisius
Tangerang bukan lagi sekadar kota penyangga Jakarta, melainkan telah bertransformasi menjadi episentrum hunian yang paling realistis, bagi berbagai lapisan masyarakat.
Tangerang memiliki keunggulan geografis yang sulit dikalahkan oleh wilayah penyangga lain, seperti Bogor atau Bekasi dalam hal akses transportasi. Jaringan Tol JORR 2 dan Tol Serpong-Balaraja, sekarang ini pengerjaannya terus dikebut, agar mobilitas masyarakat menuju Jakarta maupun Merak, semakin cepat dan singkat.
Perluasan jalur KRL Commuter Line dan rencana pengembangan MRT/LRT ke arah Tangerang, juga akan meningkatkan nilai investasi properti di Tangerang. Keterlibatan Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai penyalur FLPP terbesar kedua secara nasional, diyakini akan memberikan kepastian akses rumah bagi masyarakat.
Tangerang merupakan area ribuan industri dan sangat dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Prospek investasi perumahan di sini, tentu akan semakin menguntungkan dan berkembang pesat. Tangerang menjelma menjadi mesin ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
Selain itu, karena permintaan hunian di Tangerang yang terus tinggi, maka nilai properti (capital gain) di Tangerang, cenderung lebih stabil dan meningkat tajam dari tahun ke tahun, dibandingkan wilayah lain. Namun, seiring terbatasnya lahan horizontal, maka masa depan perumahan di Tangerang akan bergeser ke hunian vertikal (rusunami/apartemen subsidi).
Jika proyek Kota Baru Tangerang ini sukses, maka Tangerang akan menjadi standar nasional perumahan rakyat yang layak huni dengan lokasi strategis, terintegrasi, dan didukung oleh sistem pembiayaan yang kuat.
Sekarang ini, bagi masyarakat yang ingin membeli atau memiliki hunian di Tangerang, itu merupakan langkah investasi yang cerdas, sebelum harga tanah semakin melambung tinggi, akibat masifnya pembangunan infrastruktur, dan hunian baru.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

