Five Dock adalah lahan atau kawasan paling prestisius di Inner West Sydney, Australia. Di sini, nilai rumah rata-rata berkisar antara Rp45 miliar sampai Rp60 miliar. Sedangkan properti di tepi pantai, mencapai harga hingga Rp120 miliar.
KoranProperti.com (Australia) – Rampungnya akuisisi Five Dock merupakan momen penting bagi One Global Capital, untuk dapat mengoptimalkan potensi proyek, secara maksimal. Hal itu disampaikan Pendiri One Global Capital Iwan Sunito, dalam siaran pers resmi, Senin (2/3/2026).
One Global Capital yang merupakan platform pengembangan dan investasi properti berbasis di Sydney, Australia ini, mengumumkan bahwa akuisisi lahan di kawasan Five Dock senilai Rp1,5 triliun telah selesai 100 persen.
Aksi akuisisi ini juga, sekaligus menandai peluncuran proyek skala kota senilai AUD1,6 miliar atau Rp19 triliun yang meliputi proyek residensial, pusat perbelanjaan, dan hotel.
Kawasan Five Dock merupakan lahan premium seluas 1,4 hektare yang menawarkan view luas ke arah Kings Bay, lapangan golf, serta kawasan pusat bisnis (CBD) Sydney. Di sini, One Global Capital akan mengembangkan proyek berkonsep ‘kota dalam kota’.
Di dalam kawasan terpadu ini, akan hadir 750 apartemen premium yang tersebar di 5 menara, hotel berkapasitas 250 kamar dengan conference centre seluas 3.000 meter, serta pusat ritel dan gaya hidup seluas 10.000 meter persegi.
Pengembangan ini juga dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan kebugaran, ruang terbuka hijau yang luas, berbagai fasilitas komunitas, serta ekosistem build-to-rent yang terintegrasi.
Pengajuan persetujuan perencanaan akan dilakukan Juni 2026 mendatang, diikuti dengan keterlibatan investor melalui expressions of interest (EOI) pada kuartal II/2026.
Peluncuran pemasaran apartemen dijadwalkan pada kuartal III/2027, sedangkan proses konstruksi diperkirakan dimulai pada kuartal II/ 2028.
Iwan memaparkan, Five Dock adalah salah satu kawasan paling prestisius di Inner West Sydney, dengan nilai rumah rata-rata berkisar antara Rp45 miliar sampai Rp60 miliar, sementara properti di tepi pantai dapat mencapai harga hingga Rp120 miliar.
Keunggulan Five Dock
Keunggulan Five Dock juga ditopang jaringan transportasi strategis, seperti Five Dock Metro Station (sekitar 1,1 kilometer dari lokasi lahan) serta Burwood Metro Station, 800 meter dari lokasi yang memberi akses cepat menuju Sydney CBD untuk memperluas konektivitas ke pusat bisnis, pendidikan, dan gaya hidup.

Sejalan dengan itu, pasar residensial di Five Dock menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan, karena didukung oleh penerapan prinsip Transit Oriented Development (TOD) serta tingginya permintaan dari kalangan investor.
Daya tarik kawasan ini semakin meningkat seiring dengan tren kenaikan rata-rata harga hunian di wilayah Pemerintah Daerah Canada Bay dan Leichhardt, serta masifnya pembangunan infrastruktur.
Perlu diketahui, investor Indonesia secara konsisten menempati peringkat 10 besar pembeli asing properti residensial di Australia, dengan nilai transaksi melampaui 100 juta dolar Australia per kuartal sepanjang 2023.
BACA INI: Serah Terima Rona Homes Tahap 2 Summarecon Tangerang Desember 2026, Rumah Hijau Investasi Tinggi
Kawasan Inner West Sydney diperkirakan mencapai pertumbuhan nilai hingga 12 persen pada tahun ini, potensi penciptaan kekayaan lintas negara akan menjadi semakin menarik.
Sementara itu, Director Commercial Services Savills Indonesia Fitri Hilman mengungkapkan, proyek Five Dock mencerminkan semakin kuatnya hubungan investasi antara Indonesia dan Australia.
“Australia tetap menjadi destinasi pilihan bagi investor Indonesia, karena didukung fundamental pasar yang tangguh, transparansi regulasi, dan prospek pertumbuhan untuk jangka panjang,” ujarnya.
Secara umum, investor high net worth asal Indonesia banyak membidik properti premium di pasar yang stabil, transparan, dan menawarkan pertumbuhan modal untuk jangka panjang.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik 