Saat mengunjungi permukiman kumuh di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Presiden Prabowo melihat langsung kehidupan para penghuni. Setelah itu, Prabowo berjanji akan membangun rumah layak huni di sini. Blusukan Presiden Prabowo cermin ‘teguran keras’ buat Menteri PKP.
KoranProperti.com (Jakarta) – Sejarah panjang dramatik soal permukiman kumuh di pinggiran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, menjadi salah satu monumen hidup bagi sebagian warga Jakarta yang sampai sekarang ini, tidak bisa tinggal dan mampu memiliki rumah layak huni.
Permukiman kumuh di bantaran rel kereta api kawasan Senen, identik dengan semakin bertambahnya rumah liar yang dari hari ke hari tumbuh subur, akibat arus urbanisasi. Diperkirakan banyak warga membangun rumah semi-permanen hingga permanen di lahan yang menjadi milik PT KAI itu.
Berdasarkan sejumlah data yang ditelusuri koranproperti.com, pada akhirnya permukiman kumuh yang semakin padat dan sesak ini, keberadaannya dinilai mulai mengganggu jalur perlintasan kereta api. Melihat kondisi yang semakin krodit itu, pada tahun 2021, puluhan rumah berbentuk gubuk dibongkar Pemerintah. Kemudian, pada tahun 2023 lalu, sekitar 50 bangunan liar kembali ditertibkan.
BACA INI: Program 3 Juta Rumah ‘Memble’, Diduga Dampak dari Banyaknya Kegiatan ‘Seremonial’ Kementerian PKP
Pembongkaran hunian liar ini sempat mendapat perlawanan penghuni, karena warga yang sudah turun-temurun tinggal di situ, mengaku tidak mempunyai kemampuan ekonomi untuk membeli rumah. Permukiman kumuh di bantaran rel kereta api kawasan Senen, menjadi saksi bisu yang menunjukkan fakta bahwa keberadaan warga miskin kota hadir dalam kemasan modernitas kota Jakarta.
Melihat kondisi yang semakin memprihatikan itu, Presiden Prabowo Subianto terpacu untuk meningkatkan taraf hidup warga miskin kota yang tinggal di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Tepatnya, Kamis (26/3/2026) Presiden Prabowo Subianto langsung meluncur ke lokasi permukiman kumuh di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat. Lokasi permukiman kumuh itu, berada di seberang barat Stasiun Pasar Senen, di sekitar Pasar Gaplok, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat.
Bangun Rumah Layak Huni
Pada umumnya, hunian kumuh yang ada di situ berupa gubuk yang dibuat dari material bekas seperti kayu, terpal, kardus dan papan. Keberadaan deretan hunian kumuh ini, sangat dekat dengan rel kereta api, berjarak sekitar 3 meter.
Saat berkunjung, Presiden Prabowo melihat langsung keadaan kehidupan sehari-hari penghuni, setelah itu, Presiden berjanji akan segera membangun rumah layak huni bagi warga di situ.
Dipantau dari unggahan Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Presiden Prabowo terlihat berjalan kaki sambil mengamati dari dekat permukiman kumuh dengan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo juga menyempatkan diri untuk ngobrol singkat dengan warga sekitar. “Pak Presiden ingin membangunkan rumah layak untuk warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta, 3 km dari pusat Kota Jakarta,” tulis unggahan Instagram, dikutip Sabtu (28/3/2026).
Untuk merealisasikan niatnya itu, Presiden Prabowo langsung berkoordinasi dengan beberapa lembaga terkait.
“Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon karena sedang di Toba (hadir Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia), serta beberapa pejabat terkait, untuk membangun rumah hunian dan MCK bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api,” tulis Presiden Prabowo dalam unggahan terbaru, saat dia menggelar rapat bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, serta perwakilan Perumnas dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Presiden Prabowo langsung membentuk tim yang saat ini, mulai menyiapkan pembangunan hunian layak huni bagi warga yang lengkap dengan fasilitas MCK. Lokasi pembangunan rumah itu, rencananya tetap berada di sekitar area tempat tinggal warga di bantaran rel kawasan Senen.
Blusukan yang dilakukan Presiden Prabowo jelas menjadi ‘teguran keras’ buat Menteri PKP Maruarar Sirait maupun BP Tapera yang selama ini, bersemangat membangun rumah subsidi KPR FLPP dan rumah susun subsidi di Meikarta.
Permukiman kumuh di bantaran rel kereta api kawasan Senen, luput dari perhatian Kementerian PKP. Di sisi lain, sesungguhnya masih banyak kawasan kumuh lainnya yang bertebaran di kota modern Jakarta. Lantas, apakah Presiden Prabowo yang harus turun tangan langsung menyelesaikan permukiman kumuh di Jakarta? Terus selama ini, apa solusi Menteri PKP dalam mengatasi permukiman kumuh?
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

