Peluncuran tiga tipe hunian baru secara serentak dalam satu klaster ini, ditargetkan membidik segmen kelas menengah, harga yang ditawarkan mulai dari Rp700 jutaan saja per unit.
KoranProperti.com (Serpong) – Masa depan properti residensial di kawasan Serpong (BSD City, Gading Serpong, dan Alam Sutera) diprediksi semakin cerah dan akan menguat tajam pada tahun 2026, hingga untuk 10 tahun mendatang.
Kawasan Serpong dan sekitarnya, menjadi motor penggerak utama para marketing sales in-house pengembang properti maupun para broker properti di Jabodetabek, terutama untuk hunian tapak, karena kontribusinya sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Serpong.
Pertumbuhan nilai & investasi (capital gain) properti kawasan Serpong, terutama Gading Serpong dan BSD City, terus menunjukkan tren kenaikan yang stabil dan konsisten. Sejumlah konsultan properti menyebut, investasi di area ini dinilai aman dan menjanjikan, dengan potensi capital gain signifikan untuk masa depan.
Permintaan yang tinggi terhadap hunian mewah dari kelas atas Jabodetabek, juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Maka tak heran, ketika sejumlah pengembang besar di kawasan Serpong (Sinar Mas Land, Summarecon Serpong, Paramount Land dan Alam Sutera) melakukan launching hunian baru langsung habis, hanya dalam waktu beberapa jam saja.
Dalam mengembangkan sejumlah hunian di Serpong, umumnya para pengembang menawarkan berbagai fasilitas yang bukan hanya tentang modernitas terintegrasi, tetapi juga kenyamanan dan keamanan, serta kawasan perumahan yang dikemas dengan lingkungan alam asri berkelanjutan.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup modern kalangan end-user dan keluarga muda, para pengembang menawarkan kawasan komersial bisnis menjanjikan seperti, pusat kuliner resto dan kafe, coworking space, dan taman-taman hijau sebagai sarana rekreasi dan olahraga para penghuni.
Konsep city within reach atau everything is here diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti adanya fasilitas pendidikan, bisnis, dan kuliner yang terintegrasi, sehingga kawasan hunian di Serpong menjadi lebih menarik.
Pembangunan dan pengembangan sejumlah infrastruktur baru secara massif di kawasan Serpong, juga terus mendongkrak nilai properti di kawasan Serpong.

Potensi sewa (passive income) properti komersial di Serpong, juga memiliki potensi penghasilan pasif yang tinggi, baik harian, bulanan, maupun tahunan. Serpong diproyeksikan tetap akan menjadi primadona hunian dan investasi di Jabodetabek untuk waktu 10 tahun mendatang.
Memantau begitu prospektifnya pertumbuhan properti di kawasan Serpong, kini sejumlah pengembang kelas menengah, mulai tertarik untuk berinvestasi mengembangkan produk properti residensial yang diperuntukkan bagi segmen mennegah di Serpong.
Pergeseran Hunian Segmen Menengah
Sekarang ini, strategi pengembangan hunian kelas menengah di kawasan Serpong sedang mengalami pergeseran perilaku yang signifikan. Pengembang tidak bisa lagi hanya mengumbar atau menjual kata ‘strategis’ terhadap lokasi hunian baru yang sedang dipasarkan kepada konsumen.
Para pengembang wajib mengikuti tren konsumen rumah yang semakin kritis dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap rumah yang menjadi incaran mereka.
Konsumen rumah segmen menengah di Jabodetabek mengharapkan rumah yang menjadi pilihannya harus menawarkan keistimewaan yang lebih spesifik, seperti rumah itu bukan hanya tempat tinggal semata, tetapi juga fungsional untuk lahan bisnis dan sebagai tempat bekerja, lokasi bebas banjir dan polusi udara, serta legalitasnya secara hukum harus jelas dan pasti.
Salah satu pengembang kelas yang saat ini sedang menggarap hunian kelas menengah di kawasan Serpong adalah PT Primainti Permata, anak perusahaan PT Jaya Real Property Tbk.
Proyek properti hunian mereka yaitu Serpong Jaya. Perumahan ini memfokuskan diri untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup keluarga muda dan profesional urban yang mencari keseimbangan antara produktivitas dan ketenangan. Klaster Serpong Jaya yang berlokasi di Jalan Raya Puspitek, Serpong Selatan, baru-baru ini sukses meluncurkan tiga tipe hunian terbarunya secara serempak.
BACA INI: Bidik Pasar Premium, Hari Ini Hunian Prestisius The Brawijaya Serpong Resmi Diluncurkan
Sejak mulai dikembangkan pada tahun 2013 lalu, sistem drainase di kawasan klaster Serpong Jaya, dirancang secara terintegrasi untuk memastikan lingkungan tetap kering meski intensitas hujan tinggi.
Kepastian atau legalitas hukum hunian, seperti Sertifikat Pecahan, PBG, hingga PBB menjadi fokus utama pengembang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para konsumen.
Pimpinan Unit Perumahan Serpong Jaya Suhardiman mengatakan, saat ini keberadaan hunian segmen menengah sedang mengalami pergeseran makna.
“Rumah merupakan ruang hidup yang harus mendukung kesehatan dan produktivitas penghuninya. Kami menyatukan aspek kenyamanan lingkungan dengankemudahan akses dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Suhardiman, dalam siaran pers, Minggu (10/5/2026).
Pengembangan tipe hunian baru ini di Serpong Jaya ini, lanjut Suhardiman, meliputi tiga tipe yang ditargetkan membidik segmen menengah dengan harga dimulai dari Rp700 jutaan hingga Rp800 jutaan per unit.
“Hunian tipe Azalea at The Terrace yang kami tawarkan mengusung konsep compact living. Rumah dua lantai ini dirancang efisien dengan lebar bangunan 5 meter,” kata Suhardiman.
Menurutnya, hunian Azalea mengutamakan fungsional dan setiap ruang yang ada dalam rumah sangat sesuai bagi pasangan muda yang baru berumah tangga. Di rumah tipe ini, konsumen akan mendapatkan privasi.
“Sedangkan hunian tipe Groove Serenity tampil premium dengan fasad artistik. Desainnya mengutamakan sirkulasi udara dan masuknya cahaya alami secara maksimal,” tandas Suhardiman.
Rumah tipe Groove, menawarkan pilihan ukuran mulai dari 5×10 meter persegi hingga 6×10 meter persegi, dengan konfigurasi tiga kamar tidur dan balkon tambahan.
Untuk hunian tipe The Height Extension hadir untuk melanjutkan kesuksesan tahap sebelumnya. Tipe ini menawarkan pilihan bagi konsumen yang menginginkan desain fasad modern yang lebih segar.
Lebih jauh Suhardiman memaparkan, aksesibilitas dan fasilitas penunjang klaster Serpong Jaya adalah lokasinya sangat dekat dengan Gerbang Tol Serpong dan Stasiun KRL Rawa Buntu, sehingga mempermudah penghuni dalam melakukan aktivitas sehari-hari menuju Jakarta maupun Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di dalam kawasan klaster, juga terdapat fasilitas komersial seperti outlets kuliner dan area taman bermain anak.
Pengembang juga sudah merencanakan pengembangan area pusat olahraga dan waterpark untuk meningkatkan nilai investasi kawasan di masa depan.
“Pengembang juga memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin membeli hunian ini, melalui skema pembiayaan uang muka nol persen dan pemanfaatan PPN DTP Pemerintah. Kawasan perumahan Serpong Jaya memiliki potensi tinggi sebagai instrumen investasi, sekaligus ruang hidup yang realistis bagi masyarakat urban,” tutup Suhardiman.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

