Angka tidak bisa bohong. Di tengah bayang-bayang tekanan makroekonomi, closing rate proyek KGV3 besutan Citanusa Group melonjak tajam dari 20 persen menjadi hampir 30 persen hanya dalam waktu tiga bulan. Segmen pasar rumah Rp300 jutaan tidak hanya sekadar bertahan, melainkan sedang memimpin pemulihan pasar properti nasional.
KoranProperti.com (Karawang) – Pasar properti residensial di koridor timur Jakarta membuktikan taringnya. Di tengah bayang-bayang tekanan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, minat pasar terhadap hunian tapak (landed house) justru menunjukkan tren positif.
Sinyal kuat ini terekam di proyek Karawang Green Village 3 (KGV3) garapan Citanusa Group. Sepanjang kuartal II-2026, mencatatkan lonjakan performa penjualan signifikan.
Direktur Citanusa Group Anton Suwandi mengungkapkan bahwa indikator kekuatan pasar ini terlihat jelas dari rasio penjualan terhadap kunjungan calon pembeli (closing rate). Angka kesuksesan transaksi ini melesat dari kisaran 20 persen pada kuartal I-2026 menjadi hampir 30 persen pada kuartal II-2026.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kami justru melihat adanya peningkatan kepercayaan konsumen yang solid terhadap sektor properti. Lonjakan closing rate dari 20 persen menjadi hampir 30 persen ini, menjadi bukti nyata,” kata Anton dalam siaran pers, Jumat (3/7/2026).
Menurut Anton, pencapaian ini menegaskan, masyarakat tetap memandang properti sebagai instrumen investasi jangka panjang yang aman, sekaligus kebutuhan primer dengan prospek apresiasi nilai yang menjanjikan.
BACA INI: Citanusa Group Groundbreaking Tiga Tipe Hunian, Properti Residensial Karawang Barat Tancap Gas
Geliat positif di KGV3 ini sejalan dengan potret industri properti nasional. Merujuk data Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia Triwulan I-2026, penjualan rumah tipe menengah terbukti masih mencetak pertumbuhan positif. Segmen pasar menengah (middle market), tampaknya menjadi jangkar untuk menjaga stabilitas industri properti.
Momentum inilah yang berhasil ditangkap KGV3. Dengan menyasar keluarga muda dan kelas menengah, proyek ini menawarkan hunian di rentang harga Rp300 hingga Rp600 jutaan, sebuah sweet spot yang paling diburu pasar saat ini.
Bukti daya tahan produk Citanusa Group juga tercermin dari pertumbuhan harga aset. Tipe Cattapa (ukuran 32/60), sukses mencatatkan kenaikan harga dari Rp350 jutaan pada tahun 2025 lalu, menjadi Rp380 jutaan pada tahun 2026.
“Kenaikan harga sekitar 9 persen dalam setahun ini mencerminkan bahwa properti residensial di kawasan yang tepat, masih mampu memberikan capital gain yang kompetitif, bahkan di tengah situasi ekonomi yang menantang,” tegas Anton.
Infrastruktur TOD Stasiun Kosambi
Selain faktor harga, magnet utama KGV3 berada pada pertumbuhan kawasan Karawang Timur. Sebagai pusat industri raksasa. Wilayah ini terus mendapat suntikan aksesibilitas lewat infrastruktur strategis seperti Tol Layang Jakarta-Cikampek (MBZ).
Namun, katalis pertumbuhan paling diantisipasi adalah Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), terkait perpanjangan rute KRL Commuter Line hingga Cikampek. KGV3 membidik peluang emas ini untuk bertransformasi menjadi kawasan hunian berbasis transit.
“Jika perpanjangan KRL ini terealisasi, KGV3 berpotensi besar berkembang menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD). Lokasi proyek kami hanya berjarak sekitar lima menit dari Stasiun Kosambi yang masuk dalam koridor perpanjangan itu,” tukas Anton.

Akses transportasi massal ini diyakini bakal mendongkrak mobilitas penghuni, sekaligus melipatgandakan nilai investasi (investment yield) properti di sana.
BACA INI: Properti Karawang Makin Mentereng, Citanusa Group Hadirkan Grahayana Homes
Untuk memikat segmen keluarga muda, pengembang tidak hanya mengandalkan lokasi. KGV3 dikembangkan dengan konsep kids-friendly neighborhood, lengkap dengan fasilitas penunjang seperti kolam renang, taman bermain, playground, jogging track, hingga area rekreasi anak.
Di sisi lain, perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) diakui menjadi stimulus krusial yang menjaga daya beli konsumen tetap tinggi sepanjang tahun ini.
Didukung oleh kombinasi insentif fiskal dari pemerintah, agresivitas pembangunan infrastruktur, serta konsep produk yang matang, Citanusa Group optimistis permintaan hunian di segmen menengah ini, akan terus melaju kencang hingga memasuki tahun 2027.
Lompatan closing rate hingga hampir 30 persen dan kenaikan harga aset sebesar 9 persen di KGV3 adalah bukti tak terbantahkan bahwa segmen middle-market adalah raja properti saat ini.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, kombinasi antara harga yang rasional (Rp300 sampai 600 jutaan), insentif PPN DTP, dan sentimen signifikan perpanjangan KRL Commuter Line sukses mengubah Karawang Timur dari sekadar hanya pusat industri menjadi ladang capital gain seksi dan menarik perhatian publik.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

