Akses transportasi kerap menjadi penentu meroketnya harga properti. Tak heran jika PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) gencar menyambungkan kawasan pengembangan propertinya dengan jaringan transportasi publik utama, termasuk menjajaki jalur MRT Jakarta Koridor Timur-Barat yang digadang-gadang bakal mendongkrak konektivitas kawasan Tangerang.
KoranProperti.com (Jakarta) – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terus memperkuat portofolio pengembangan propertinya dengan mengusung konsep integrated township.
Langkah strategis ini memadukan hunian, kawasan komersial, ruang publik, serta akses langsung ke jaringan transportasi massal dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah properti, dan kualitas hidup para penghuninya.
Di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Summarecon sukses mengintegrasikan kawasan komersialnya dengan layanan LRT Jakarta melalui Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall.
Stasiun ini terhubung langsung via connecting bridge sepanjang 120 meter. Integrasi ini semakin kokoh berkat kerja sama naming rights antara Summarecon dan PT LRT Jakarta.
BACA INI: Diincar Konglomerat, Begini Tampilan Ivora Grande Summarecon Bandung
Presiden Direktur SMRA Adrianto P. Adhi mengatakan, kemudahan aksesibilitas merupakan kunci utama daya tarik sebuah kawasan properti.
“Kehadiran LRT Manggarai-Kelapa Gading, diharapkan akan semakin memperkuat konektivitas kawasan dan melengkapi ekosistem transportasi yang telah berkembang di Kelapa Gading,” ujar Adrianto, Rabu (2/9/2026).
Strategi pengembangan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) ini, juga diaplikasikan SMRA pada sejumlah proyek township unggulan lainnya, yaitu hunian di Summarecon Bekasi sudah terhubung dengan jaringan KRL Commuter Line, melalui Stasiun Bekasi Ekstensi. Proyek ini menelan investasi hingga Rp78 miliar, serta didukung infrastruktur Flyover KH Noer Ali.
Di Summarecon Bandung, kawasan hunian ini juga sudah terkoneksi dengan Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Tegalluar Summarecon, melalui Jembatan Cibiru Hilir dan fasilitas shuttle bus.
Sedangkan di Summarecon Serpong & Summarecon Tangerang, saat ini sudah masuk dalam penjajakan konektivitas rencana pengembangan MRT Jakarta Koridor Timur-Barat (rute Kembangan–Balaraja).
Konektivitas MRT Tangerang
Konektivitas MRT di wilayah Tangerang itu, diproyeksikan bakal membuka akses yang lebih luas menuju kawasan hunian, pusat bisnis, dan fasilitas publik, sekaligus mengerek prospek pertumbuhan nilai properti di koridor Jakarta Barat hingga Banten.
Pengembangan kawasan terpadu berbasis transportasi umum ini, menjadi fokus SMRA untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Langkah konsisten ini turut menopang optimisme perseroan dalam mengejar target penjualan (marketing sales) sebesar Rp5,2 triliun pada tahun 2026.
BACA INI: Lampaui Target, Summarecon Kantongi Marketing Sales Rp5,53 Triliun di Tengah Tantangan Ekonomi
“Bukan hanya sekadar menghadirkan stasiun, tetapi juga menciptakan lingkungan yang memungkinkan masyarakat tinggal, bekerja, beraktivitas, dan memenuhi berbagai kebutuhan dengan mobilitas yang lebih mudah dan efisien,” tandas Adrianto.
Langkah agresif Summarecon memadukan kawasan hunian dengan jaringan transportasi umum utama, mulai dari LRT, KRL, Kereta Cepat, hingga rencana MRT, bukan lagi hanya sekadar memberikan kenyamanan mobilitas bagi penghuni.
Strategi TOD ini terbukti menjadi “mesin penggerak” utama yang menjamin kenaikan nilai investasi properti SMRA dalam jangka panjang, sehingga menjadikannya salah satu aset paling menjanjikan di pasar properti nasional.

seperti diketahui, pasar properti residensial di wilayah Tangerang terus mengalami tren positif sepanjang tahun 2026. Pertumbuhan infrastruktur konektivitas yang makin masif serta tingginya permintaan pasar, terutama dari generasi muda dan pencari rumah pertama, menjadi pendorong utama melesatnya sektor ini.
Kawasan Tangerang Raya, mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan, tetap menjadi salah satu hub hunian paling prospektif di penyangga Jakarta.
Tangerang memiliki kombinasi ideal antara aksesibilitas transportasi, keberadaan tol baru, serta ekosistem kota mandiri yang sudah matang. Hal ini menjadikan permintaan unit residensial, baik rumah tapak maupun apartemen menengah, diprediksi tumbuh stabil hingga akhir 2026.
Selain hunian kelas menengah, tren smart home dan konsep kawasan berwawasan lingkungan (green living) diperkirakan bakal mendominasi peluncuran proyek-proyek baru di Tangerang . Tingginya minat pengembang besar seperti Summarecon untuk mengekspansi landbank di koridor barat Jakarta, turut memperkuat keyakinan bahwa sektor residensial di area ini akan terus bergeliat.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

