Di tengah lesunya pasar properti domestik China, seperti kota Shanghai, sejumlah pengembang dan Pemerintah Tiongkok, kini sedang mengalihkan bidikannya ke Indonesia dengan menggandeng Kementerian PKP, untuk menggarap proyek pembangunan rumah susun (rusun) secara masif.
KoranProperti.com (Jakarta) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), mulai melakukan pembahasan teknis dengan Pemerintah China, terkait penjajakan adopsi teknologi modular untuk pembangunan rumah susun (rusun).
Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian vertikal yang efisien di kawasan perkotaan karena keterbatasan lahan di Indonesia.
Direktur Jenderal Kawasan Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan, inisiatif ini masih berada pada tahap awal untuk mengkaji kemungkinan kerja sama teknologi, serta tata kelola penerapannya.
“Kementerian PKP bersama delegasi China, telah membentuk tim teknis gabungan dalam rangka merumuskan mekanisme kerja sama yang komprehensif, termasuk aspek regulasi dan kesiapan lahan,” ujar Sri, baru-baru ini di jakarta.
Di tengah kebutuhan penyediaan hunian yang semakin masif, teknologi modular dinilai menawarkan solusi pembangunan hunian vertikal yang lebih cepat, terstandar, dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Kendati demikian, Pemerintah Indonesia menyatakan, kolaborasi kedua negara ini tidak hanya sekadar mengandalkan teknologi asing, melainkan tetap memprioritaskan kepentingan industri dalam negeri.
Menteri PKP Maruarar Sirait secara khusus mengarahkan, agar rantai pasok proyek turut melibatkan produk lokal serta pelaku UMKM Indonesia.
Ambisi serius Negeri Tirai Bambu ini, tercermin dari intensitas diplomasi kedua negara dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Niat dan rangkaian kerja sama itu, bermula dari kunjungan Menteri Perumahan China Ni Hong ke kantor Kementerian PKP di Jakarta, Juli 2026 lalu.
Dari pertemuan ini, kemudian ditindaklanjuti dengan dialog empat jam antara Menteri PKP Maruarar Sirait dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, di kawasan Kuningan, Jakarta.
Langkah ekspansif sejumlah pengembang dan Pemerintah China berniat terjun ke sektor properti Indonesia ini, tidak terlepas dari kondisi pasar domestik mereka yang saat ini sedang menghadapi tekanan daya beli masyarakat yang semakin berat.
Destinasi Strategis Proyek Perumahan
Lesunya daya beli pasar properti China, seperti di kota besar Shanghai, mendorong sektor properti China berani melirik pasar luar negeri yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi strategis utama dalam ekspansi investasi perumahan.
Keseriusan Pemerintah Tiongkok dalam menggarap sektor properti dan perumahan di Indonesia semakin nyata. Kedua negara akhirnya bersepakat untuk membentuk tim teknis gabungan yang bertujuan untuk merealisasikan proyek pembangunan rumah susun (rusun).

Nantinya, tim teknis ini akan bekerja secara intensif yang mencakup pembahasan regulasi, kesiapan lahan, adopsi teknologi perumahan, hingga skema eksekusi pembangunan rusun.
Duta Besar Wang Lutong memastikan bahwa masing-masing kementerian telah menunjuk penanggung jawab khusus dalam tim teknis gabungan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan akan berlangsung dalam dua pekan ke depan, untuk mengevaluasi perkembangan regulasi dan teknologi yang akan diterapkan di Indonesia.
Di balik agresivitas investasi dan kerja sama perumahan kedua negara ini, para pengamat industri properti nasional mencatat adanya motif ekonomi makro yang kuat dari sisi domestik Tiongkok.
Sektor properti di dalam negeri China saat ini tengah berada di bawah tekanan berat akibat pasar yang mulai jenuh, penurunan daya beli masyarakat, serta menyusutnya margin keuntungan pengembang secara drastis di kota-kota besar, seperti Shanghai.
Tekanan berat yang melanda pasar properti domestik Tiongkok, kini justru menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan hunian vertikal di Indonesia.
Melalui kolaborasi strategis dan adopsi teknologi modular yang digodok tim teknis gabungan, kerja sama ini tidak hanya menjanjikan solusi mengatasi keterbatasan lahan perkotaan, tetapi juga membuka peluang emas bagi rantai pasok dan industri lokal untuk ambil bagian di dalamnya.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

