Peran Jakarta Propertindo (Jakpro) bukan hanya sekadar eksekutor, tetapi juga sebagai perusahaan yang wajib merancang masa depan kota Jakarta dengan karakter berkelanjutan.
KoranProperti.com (Jakarta) – Setelah Jakarta alias Kota Betawi tidak lagi menjadi ibu kota Indonesia (pindah ke IKN), maka semua infrastruktur serta kebijakan maupun regulasi yang terkait dengan pembangunan Jakarta, dipastikan akan mengalami evaluasi dan perubahan secara menyeluruh.
Hal itu dilakukan dengan tujuan, agar Jakarta menjelma menjadi kota global modern yang mampu memenuhi kebutuhan sektor bisnis dan ekonomi yang sudah berkembang sejak lama (saat Jakarta menjadi ibu kota negara).
Selain itu, Jakarta juga wajib bertransformasi menjadi kota ramah lingkungan berkelanjutan, yang sekarang ini telah menjadi tren atau simbol sejumlah kota-kota besar lainnya, di berbagai belahan dunia.
Berkaitan dengan transformasi Kota Jakarta, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menunjuk BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro), untuk memimpin perubahan Jakarta.
Pramono berharap, Jakpro mampu mengintegrasikan secara sinergis antara pembangunan Jakarta secara fisik dengan nilai-nilai sosial budaya masyarakat yang sudah hidup secara turun-menurun.
“Saya berharap Jakpro memiliki daya saing kuat dalam mengelola proyek-proyek baru dan besar di Jakarta, maupun sejumlah proyek properti yang sudah ada sebelumnya,” tandas Pramono dalam siaran pers, Senin (13/10/2025).
Merespon keinginan Pramono, staf khusus Gubernur Jakarta Yustinus Prastowo menegaskan, Jakpro siap meninggalkan citra lama sebagai perusahaan yang hanya sekadar pelaksana proyek. Pihaknya, akan bertransformasi menjadi holding company, sekaligus city master developer yaitu berperan sebagai perusahaan pengembang properti kota kelas dunia.
“Jakpro akan bertransformasi menjadi lokomotif pembangunan yang diinginkan Gubernur Jakarta yaitu menjadi kota global berkelanjutan,” kata Yustinus, dalam siaran pers yang diterima koranproperti.com, Senin (13/10/2025).
Untuk melaksanakan hal itu, tambah Yustinus, Jakpro akan segera melakukan penyehatan keuangan, karena Jakpro dituntut untuk berperan sebagai city master developer yang akan mendukung secara penuh pembangunan Jakarta, setelah tidak lagi menjadi ibu kota Indonesia.
Jakarta Jadi Kota Kelas Dunia
Setelah Jakpro menjadi holding company, maka pihak perusahaan akan bekerja lebih efisien, sehingga memudahkan proses sinergi dengan pihak swasta, sekaligus menarik investor global untuk berinvestasi di Jakarta.
“Peran Jakpro bukan lagi hanya sekadar perusahaan eksekutor, tetapi juga terlibat secara penuh untuk merancang masa depan kota Jakarta dengan karakter berkelanjutan,” tandas Yustinus.

Untuk itu, saat ini Pemprov Jakarta sedang meninjau ulang sejumlah penugasan dan aset beberapa proyek properti yang selama ini digarap Jakpro.
Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin, menyambut baik keinginan Gubernur Jakarta, dengan langsung memfokuskan perusahaan dalam pembangunan kota Jakarta yang lebih bertanggung jawab.
BACA INI: Kisah Dramatik Menara Jakarta: Dari Soeharto Sampai Aguan, Menyedot Fulus Rp7 Triliun
“Semua proyek yang akan maupun sedang digarap, wajib memenuhi sustainability report (laporan keberlanjutan) yang mencakup dampak sosial serta lingkungan, dari berbagai pembangunan proyek-proyek strategis di Jakarta,” tandas Iwan.
Menurut Iwan, Sebelumnya, Jakpro sudah mewujudkan sejumlah proyek strategis yang memberikan dampak sustainability bagi warga Jakarta, seperti proyek LRT Jakarta, Jakarta International Stadium (JIS) dan Taman Ismail Marzuki (TIM).
Perlu diketahui, Jakarta Propertindo atau Jakpro merupakan perusahaan profesional milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Jakpro konsisten menumbuhkan usaha sesuai perannya dalam membangun kota Jakarta.
Sejak tahun 1960 lalu, Jakpro dibangun dengan misi mengembangkan komunitas dan karya yang mengedepankan prinsip sustainability (keberlanjutan). Selain bergerak dibidang properti, Jakpro juga merambah bidang usaha lainnya, seperti perdagangan, jasa dan pengembangan, infrastruktur, dan utilitas.
Saat ini, saham PT Jakarta Propertindo dimiliki Pemprov Jakarta sebesar 99,998 persen dan Perumda Pasar Jaya sebesar 0,002 persen.
Jakpro juga turut berperan dalam pembangunan infrastruktur pendukung Asian Games pada tahun 2018 lalu, di Jakarta International Velodrome dan Jakarta International Equestrian Park Pulomas. Selain itu, Jakpro pernah menjadi penyelenggara kegiatan Formula E pada tahun 2022 dan 2023 di Jakarta.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


