Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pernah ‘menantang’ Presiden Prabowo. Dirinya siap, jika nantinya Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kepadanya, bila target Program 3 Juta Rumah per tahun tidak tercapai.
KoranProperti.com (Jakarta) – Dalam setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Program 3 Juta Rumah per tahun yang dicanangkan Pemerintah, gagal mencapai target.
Untuk diketahui, pelantikan Presiden Prabowo Subianto dilaksanakan Minggu, 20 Oktober 2024, pukul 10.00 WIB, di gedung parlemen, Jakarta. Hari ini, Senin, 20 Oktober 2025, genap sudah satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kegagalan Kementerian PKP dalam mencapai target Program 3 Juta Rumah, tentu saja wajib menjadi bahan evaluasi Presiden Prabowo, terhadap kinerja Kementerian PKP yang dipimpin Maruarar Sirait.
Belum lama ini, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah, mengaku bahwa Program 3 Juta Rumah Pemerintahan Presiden Prabowo, belum terealisasi di tahun 2025.
Fahri menyebut, penyebab utama tidak tercapainya target pembangunan 3 juta rumah tahun 2025 adalah keterbatasan anggaran yang dimiliki Kementerian PKP.
“Saya minta maaf, target 3 juta rumah belum tercapai untuk tahun ini,” kata Fahri usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu lalu (13/8/2025).
Sampai saat ini, sambung Fahri, pelaksanaan pembangunan program 3 Juta Rumah masih mengandalkan CSR pihak swasta dan KPR FLPP rumah subsidi. Walaupun demikian, Fahri menegaskan, Program 3 Juta Rumah akan terus berlanjut di tahun 2026 mendatang.
Terkait tidak tercapainya target Program 3 Juta Rumah di tahun 2025 ini, Menteri Ara pernah menegaskan bahwa dirinya siap direshuffle Presiden Prabowo dari jabatan Menteri PKP.
AHY dan Menkeu Evaluasi Kinerja Menteri PKP
Hal itu disampaikan secara terbuka Menteri Ara, saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 19 Mei 2025 lalu.
Namun ketika itu, Menteri Ara menyatakan dirinya masih optimistis kementeriannya akan mampu menyelesaikan target Program 3 Juta Rumah per tahun, untuk golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kami tetap optimistis seperti Bapak Prabowo optimis terhadap pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen. Saya juga optimistis, tentu dengan teman-teman ya, dengan kerja keras, jujur, transparan, kami yakin bisa mencapai itu,” tutur Ara ketika itu, sambil menambahkan dirinya siap direshuffle, jika target Program 3 Juta Rumah per tahun tidak tercapai alias gagal
“Dan kalau pada waktunya kami tidak yakin, kami siap, kami pembantu presiden ngak usah ragu-ragu, Pak, kapan pun direshuffle, kami siap,” tegas Ara.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada respon apa pun dari Menteri Ara, terkait kementeriannya yang gagal mencapai target Program 3 Juta Rumah.
Di sisi lain, Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berencana akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kementerian PKP. Sebelumnya, evaluasi terhadap kinerja Kementerian PKP juga, sudah dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, menurut data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi penyaluran rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai Rp24,8 triliun hingga akhir September 2025.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, dari total anggaran itu, sebanyak 192.700 unit rumah telah disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga September 2025.
“Yang melewati FLPP atau Tapera dari target 350.000 rumah sudah terealisasi sekitar 192.700 rumah lebih,” kata Wamenkeu dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa lalu (14/10/2025).
Hingga September 2025, realisasi rumah subsidi sudah mencapai 221.047 unit, melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, dengan nilai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp24,8 triliun.
Dari jumlah tersebut, 175.662 unit adalah KPR FLPP yang sudah akad kredit, kemudian 45.385 unit lainnya masih dalam proses pembangunan, ready stock, atau belum cair dananya. Pemerintah optimistis target 350.000 unit KPR subsidi dapat tercapai pada akhir tahun 2025 ini.
Apakah Presiden Prabowo akan mereshuffle Menteri PKP? Atau Menteri PKP Maruarar Sirait berani mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawabnya? Rakyat menunggu.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dan informasi terkini seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.


