Dengan akan dibukanya akses KM 25 Tol Jakarta-Tangerang, maka wilayah barat Jakarta akan mengalami akselerasi transformasi signifikan. Kenaikan harga tanah pun diprediksi naik di kisaran antara 17 sampai 33 persen per meter persegi, tergantung dari lokasinya.
KoranProperti.com (Jakarta) – Juragan tanah di wilayah Kabupaten/Kota Tangerang dan sekitarnya bakal ketiban rezeki nomplok.
Harga tanah di kawasan ini, sebentar lagi melangit alias naik tajam, bila akses KM 25 Tol Jakarta-Tangerang Dibuka. Sekarang, juragan tanah di Tangerang tinggal menunggu, kapan pembukaan akses tol tersebut digelar.
Berdasarkan data literasi yang dipantau redaksi koranproperti.com, harga tanah di Tangerang pada tahun 2025-2026 memang terus meningkat, dengan kisaran harga variatif tergantung dari lokasinya.
Saat ini, harga tanah di Tangerang berada di kisaran mulai dari Rp200 ribu per meter persegi di area pengembangan, hingga Rp20 jutaan per meter persegi di pusat kota.
Di area strategis seperti Tangerang Selatan, harga tanah sudah mencapai Rp5 sampai di atas Rp16 jutaan per meter persegi. Sedangkan harga tanah di pusat kota Tangerang, mencapai Rp12 sampai di atas Rp20 jutaan per meter persegi.
Sejumlah area kawasan Industri di Tangerang dipastikan, akan mengalami kenaikan harga lahan secara signifikan. Adapun area itu antara lain, Cikupa, Balaraja, Tigaraksa, Legok, Cisauk dan Pakuhaji. serta Gading Serpong dan sekitarnya.
BACA INI: Investasi Properti Melonjak! Telan Biaya Rp8,95 Triliun, Tol Bogor-Serpong Tuntas 2027
Semua area itu posisinya berdekatan dengan aksesibilitas moda transportasi umum, seperti stasiun KRL commuter line dan jalan tol.
Dengan akan dibukanya akses KM 25 Tol Jakarta-Tangerang, maka wilayah barat Jakarta akan mengalami akselerasi transformasi signifikan.

Kenaikan harga tanah pun diprediksi naik di kisaran antara 17 sampai 33 persen per meter persegi, tergantung dari area lokasinya.
Sekarang ini, Tangerang menjelma menjadi pusat ekonomi baru dan menjadi incaran masyarakat urban serta para pengembang properti. Infrastruktur KM 25 tol Jakarta-Tangerang, direncanakan akan dibuka pada awal semester kedua (pertengahan Juni) tahun 2026. Saat ini, Pemerintah sedang melakukan Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO) jalan tol tersebut.
Proyek Paramount Petals (dikembangkan Paramount Land) yang memiliki luas lahan sekitar 400 hektare, dipastikan akan menjadi fokus perhatian publik, bila akses tol Jakarta-Tangerang ini dibuka.
Perluasan Konektivitas Publik
Proyek Paramount Petals akan menjadi titik konektivitas dalam menarik minat pasar dan mobilitas penghuni di kawasan itu.
Direktur Paramount Land Chrissandy Dave belum lama ini mengatakan, akses tol ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan gaya hidup urban dengan efisiensi waktu di kawasan daerah penyangga Jakarta.
“Keberadaan akses tol ini akan meningkatkan nilai kawasan, memperluas konektivitas publik, mempermudah mobilitas penghuni, serta mempercepat pertumbuhan investasi,” ujar Chriss.
Chriss menambahkan, data pasar menunjukkan bahwa ketersediaan akses tol mampu mendongkrak harga properti secara signifikan dalam waktu singkat.
BACA INI: Hore…!!! Tol Puncak Segera Dibangun, Bebas Macet dan Nyaman Guys…
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Persero Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan pihaknya akan fokus pada kolaborasi dan peningkatan layanan, melalui pembukaan akses tol, baik secara fungsional maupun permanen, untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Penjabat Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono mengatakan, keberadaan direct toll access dipastikan akan meningkatkan investasi di Kabupaten dan Kota Tangerang.
“Akses tol langsung akan memacu banyak investor menanamkan modal dan menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menilai, koridor barat Jakarta adalah Jakarta masa depan, karena koridor barat Jakarta sudah tersambung dengan koridor timur. Kedua koridor ini memiliki basis ekonomi industri yang sangat kuat.
“Kolaborasi antar pengembang besar dan kawasan di kedua koridor ini, akan semakin terintegrasi,” ucap Yayat.
Perlu diketahui, berdasarkan informasi di web Terpadu Kabupaten Tangerang serta Instagram DPMPTSP Kabupaten Tangerang, realisasi investasi di Tangerang sepanjang tahun 2025 menunjukkan performa kuat. Kabupaten Tangerang mencatat investasi sebesar Rp37,62 triliun, didominasi sektor perumahan dan industri.
Sedangkan, investasi di Kota Tangerang menembus angka Rp22,54 triliun atau naik 149 persen dari target. Kontribusi utama investasi berasal dari sektor industri plastik/karet, serta perdagangan. Hal ini menandakan bahwa iklim investasi di Tangerang sangat kondusif, karena didukung oleh sistem pelayanan terpadu.
Investasi paling dominan disumbang sektor perumahan, kawasan Industri, dan perkantoran dengan nilai sekitar Rp11,78 Triliun. sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp4,86 Triliun, serta industri pengolahan (kimia, farmasi, makanan, mesin). Investasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Peningkatan investasi di Tangerang mengalami kenaikan signifikan sekitar 51 sampai 52 persen, dibandingkan tahun 2024 lalu sebesar Rp2,94 triliun. Investasi di wilayah Tangerang meningkat, karena mudahnya pelayanan perizinan dan pembangunan infrastruktur yang pesat.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

