Langkah taktis diambil petinggi PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL). Memanfaatkan momentum harga saham Rp50 yang dinilai undervalued (terlalu murah), aksi borong saham oleh internal Perseroan ini, menjadi penegas bahwa cetak biru ekspansi REAL, dari pengembang hunian premium Jabodetabek menuju pemain strategis properti digital yang memiliki fundamental sangat kokoh.
KoranProperti.com (Jakarta) – PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) merupakan salah satu perusahaan yang mengembangkan portofolio properti hunian dan komersial, sambil mengeksplorasi peluang pertumbuhan di segmen properti digital serta infrastruktur teknologi, termasuk data center di kawasan Jabodetabek.
Beberapa proyek properti REAL di antaranya ialah Botanical Puri Asri, Depok, Jawa Barat. Kemudian Pondok Cabe Residence di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, serta Palma Residence Pejaten di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, Depok secara konsisten mempertahankan posisinya sebagai salah satu magnet utama bagi para pencari rumah (end-user) maupun investor. Didukung oleh tren makro ekonomi yang kondusif, sektor properti residensial di Depok diproyeksikan tetap bergerak atraktif.
Faktor terbesar yang mendongkrak capital gain (kenaikan harga) properti di Depok adalah masifnya konektivitas horizontal. Kehadiran jaringan Tol JORR 2 (Tol Cijago/Cinere-Jagorawi dan Tol Serpong-Cinere) serta Tol Desari (Depok-Antasari). Aksesibilitas ini didukung kuat oleh jalur mapan Commuter Line (KRL) serta rencana pengembangan moda transportasi massal berbasis rel (LRT) masa depan di wilayah perbatasan.
Pasar residensial Depok juga mengalami evolusi preferensi konsumen. Keluarga muda urban kini tidak lagi sekadar mencari kavling rumah tapak biasa, melainkan bergeser ke kawasan residensial terpadu yang menawarkan sport lifestyle dan konsep ramah lingkungan (green property).
Koridor Sawangan & Bojongsari (The Rising Star), menjadi episentrum baru perumahan skala besar (township). Berkat kedekatannya dengan gerbang Tol Desari dan Tol Sawangan, wilayah ini sangat diminati keluarga muda. Kisaran harga rumah di klaster modern di Sawangan berkisar antara Rp300 jutaan hingga Rp2 miliar, menjadikannya opsi paling kompetitif dengan potensi kenaikan harga tanah yang diprediksi masih tinggi.
Sedangkan koridor Cimanggis & Tapos (Akses Cepat Koridor Timur), diuntungkan oleh akses Tol Cijago dan dekat ke Jalan Raya Bogor, koridor ini didominasi oleh perumahan segmen menengah hingga premium (Rp800 juta hingga Rp2 miliar) dengan fasilitas eksklusif seperti lapangan golf dan kompleks olahraga.
Untuk Koridor Cinere (Segmen Menengah-Atas & Premium), area ini sudah sejak lama dikenal sebagai “kepanjangan” dari Jakarta Selatan. Cinere membidik pasar matang dengan harga hunian yang lebih premium (mulai dari Rp1 miliar hingga di atas Rp4 miliar). Daya tarik utamanya adalah lingkungan yang sudah mapan dan akses instan menuju MRT Lebak Bulus atau Tol Serpong-Cinere.
BACA INI: Nyari Rumah di Depok? Nih Hunian Ecogreen Buat Masyarakat Urban
Sampai saat ini, koridor Beji & Margonda yang berada di jantung kota Depok dan pusat pendidikan (dekat kampus besar seperti Universitas Indonesia), masih memiliki pasar sewa hunian (baik rumah seken maupun apartemen) yang sangat stabil dengan perputaran passive income bulanan yang menjanjikan.
Di tengah lesunya pergerakan saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) yang masih tertahan di level Rp50, kejutan justru datang dari ruang kemudi perseroan. Petinggi emiten properti mapan ini memilih pasang badan, dengan memanfaatkan momentum koreksi harga untuk menyapu bersih jutaan lembar saham dari lantai bursa.
Direktur REAL Sjafardamsah langsung mengambil langkah taktis dengan memborong 2 juta lembar saham perseroan pada 22 Juni 2026 lalu. Lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sang direktur merogoh kocek pribadi sebesar Rp100 juta, demi mengamankan porsi kepemilikan perdana sebesar 0,03 persen.
Aksi insider buying atau pembelian saham oleh orang dalam ini, langsung memicu perhatian serius para investor. Langkah berani ini dinilai bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa manajemen bertaruh penuh pada masa depan perusahaan yang melantai sejak Desember 2019 silam.
Bagi sebagian pihak, level Rp50 mungkin dianggap sebagai titik jenuh. Namun bagi internal REAL, ini adalah momentum emas. Manajemen menegaskan, aksi beli ini didasari oleh keyakinan yang solid terhadap nilai fundamental perusahaan dan strategi besar yang sedang mereka rajut.
“Hal ini menjadi sinyal positif dari pihak internal terhadap fundamental bisnis yang sedang dijalankan,” tegas manajemen REAL dalam rilis resminya di BEI.
Proyek Residensial Premium
Saat ini, emiten yang bermarkas di Kalibata, Jakarta Selatan itu, tidak lagi hanya mengandalkan cetak biru properti konvensional. REAL sedang bermanuver agresif masuk ke ranah properti digital dan infrastruktur teknologi, dengan membidik potensi raksasa pembangunan data center (pusat data) di koridor Jabodetabek. Langkah diversifikasi ini menempatkan REAL satu langkah di depan dalam menangkap peluang ekonomi digital nasional.

Sambil mematangkan proyek infrastruktur teknologi, REAL tetap menancapkan taringnya di sektor properti residensial. Portofolio hunian mereka terbukti kokoh menghuni kawasan-kawasan premium dan strategis di pinggiran Jakarta, yaitu Botanical Puri Asri (Depok) dihadirkan untuk menjawab tingginya permintaan hunian hijau bernuansa alam bagi kaum urban.
Kemudian, Pondok Cabe Residence (Tangerang Selatan), hunian ini bertumpu pada pertumbuhan pesat area sub-urban yang terintegrasi. Sedangkan Palma Residence Pejaten (Jakarta Selatan) merupakan hunian eksklusif yang memikat pasar yang sudah matang dan berkembang di pusat kota.
Meski aksi borong saham yang dilakukan direksi REAL ini tidak memberikan jaminan instan bahwa grafik saham REAL akan langsung melesat, namun komitmen modal dari dalam saku direksi ini, menjadi jaminan moral bagi pasar. Ini membuktikan bahwa “nakhoda kapal” sangat percaya terhadap eksistensi bisnis properti Perseroan.
Pada akhirnya, masa depan REAL tidak lagi ditentukan oleh status saham senilai Rp50, melainkan oleh sejauh mana keberhasilan eksekusi transformasi bisnis Perseroan. Keberanian manajemen menanam modal pribadi, menjadi pembuktian bahwa proyek konvensional seperti Botanical Puri Asri baru merupakan babak awal, sedangkan panggung utama REAL yang sesungguhnya ada pada ekosistem properti digital Jabodetabek yang kini sedang dibangun dan dikembangkan REAL.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

