Pertumbuhan ekonomi Samarinda yang meroket hingga 6,22 persen, sukses memikat Sinar Mas Land (SML) untuk meluncurkan rumah premium Grand City Samarinda seharga Rp900 jutaan. Kehadiran hunian ini diprediksi bakal memicu perang investasi properti di Kalimantan Timur.
KoranProperti.com (Samarinda) – Pengembang raksasa properti Tanah Air Sinar Mas Land (SML), terus memperluas imperium kota mandiri (township) di Indonesia. Kali ini, SML resmi menapakkan kaki di ibu kota Kalimantan Timur dengan menghadirkan township Grand City Samarinda.
Langkah strategis ini diambil untuk merespons lonjakan kebutuhan hunian berkualitas tinggi, sekaligus menangkap ceruk pasar dari masifnya pertumbuhan ekonomi, di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ekspansi SML ini didorong oleh performa ekonomi Samarinda yang terus menunjukkan tren positif. Sektor perdagangan, konstruksi, jasa, serta derasnya arus investasi efek dari pembangunan IKN menjadi katalis utama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kota Samarinda tahun 2025 lalu, tercatat tumbuh impresif sebesar 6,22 persen. Angka ini sukses melampaui rata-rata pertumbuhan Provinsi Kalimantan Timur maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, menegaskan, Samarinda memegang prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan di masa depan.
“Meningkatnya mobilitas penduduk, kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda, serta terbatasnya pasokan kawasan hunian terpadu berskala besar, menjadi peluang bagi Sinar Mas Land untuk hadir di kota ini,” ujar Franky dalam siaran pers, Kamis (9/7/2026).
BACA INI: Tahap 1 Ludes Cepat, Sinar Mas Land Rilis Klaster Monard Rp4 Miliaran
Franky menambahkan, lewat Grand City Samarinda, pihaknya berkomitmen menghadirkan kawasan hunian terpadu di pusat ekonomi Kaltim yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga menjanjikan nilai investasi (capital gain) jangka panjang yang kuat.
Mengusung jargon “Harmony of Nature and Luxury Living”, Grand City Samarinda dikembangkan di atas lahan seluas lebih dari 70 hektare. Proyek ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang merangkum kawasan hunian, komersial, rekreasi, dan investasi.
Memadukan kemewahan dan kelestarian lingkungan, proyek ini mempertahankan tiga danau alami di dalam kawasan. Keberadaan danau itu, memegang fungsi ganda sebagai area resapan air (retention pond) untuk mengantisipasi banjir, sekaligus menjadi ruang terbuka hijau dan rekreasi bagi para penghuni.
Hunian Modern Klasik
Sebagai gebrakan awal, Sinar Mas Land resmi memperkenalkan klaster perdana berlabel Klaster Seine. Mengambil inspirasi dari keindahan dan tingginya kualitas hidup di sekitar Sungai Seine, Prancis, klaster ini akan merangkum lebih dari 300 unit hunian.
Unit-unit di Klaster Seine dipasarkan dengan harga yang kompetitif untuk kelas premium, yaitu mulai dari Rp900 jutaan hingga Rp3 miliaran. Adapun profil unit klaster Seine ini mengusung gaya arsitektur classic modern (timeless dan elegant) dengan luas tanah mulai dari 72 meter persegi sampai 180 meter persegi. Sedangkan luas bangunannya mulai dari 51 meter persegi sampai 138 meter persegi. Setiap unit terdiri dari 2 kamar tidur sampai 4 master bedroom, termasuk 1 kamar ART.

Secara desain, hunian dua lantai ini memaksimalkan bukaan jendela yang besar (cross ventilation), baik pada fasad maupun interior. Hal ini diterapkan untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara, sekaligus menciptakan impresi ruang yang luas dan lapang.
Kawasan hunian ini juga ditopang oleh fasilitas internal yang premium, mulai dari central lake yang dilengkapi jogging track, gazebo, mini amphitheater, hingga clubhouse modern yang menyediakan kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, serta sistem keamanan 24 jam.
Dari kacamata investasi properti, aksesibilitas Grand City Samarinda terbilang sangat prospektif. Proyek ini berada di koridor strategis yang menghubungkan dua jalan arteri utama, yaitu Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi.
Mobilitas penghuni didukung oleh boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur. Selain itu, lokasinya sangat dekat dengan fasilitas publik premium kota, seperti RS Mulya Medika, pusat perbelanjaan Bigmall, serta fasilitas pendidikan Politeknik Negeri Samarinda, serta akses cepat menuju jalan tol dan pusat kota.
Kehadiran Grand City Samarinda ini diproyeksikan akan mengulang kesuksesan portofolio Sinar Mas Land terdahulu di Kalimantan Timur, Grand City Balikpapan.
Kehadiran Grand City Samarinda jelas menjadi pembuktian komitmen Sinar Mas Land dalam memperluas ekosistem township terintegrasi di wilayah penyangga IKN. Berkaca dari kesuksesan masif mereka di Balikpapan sejak tahun 2014 lalu, klaster perdana Seine seharga Rp900 jutaan ini, tampaknya akan menjadi standar baru yang memaksa peta persaingan pasar properti di Samarinda naik kelas.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

