Era perbankan pasif yang cuma menunggu nasabah di kantor, saatnya berakhir. Lewat jurus Serbu Ekosistem, Bank BSN menerjunkan timnya langsung ke tengah-tengah proyek perumahan pengembang daerah untuk menyuntikkan dana triliunan rupiah.
KoranProperti.com (Jakarta) – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas penetrasi pembiayaan properti syariah dengan meluncurkan Program Serbu Ekosistem sebagai strategi meningkatkan volume penjualan hunian di kalangan pengembang, dan memperkuat ekosistem properti.
Sampai 31 Agustus 2026 lalu, platform mobile banking Bale Syariah by BSN mencatatkan 238.897 pengguna aktif yang memanfaatkan fitur pengajuan KPR Syariah.
Total transaksi pembiayaan properti melalui platform ini mencapai 3,29 juta kali, dengan volume pembiayaan menembus Rp6,57 triliun.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur pemasaran properti, ekosistem merchant kawasan perumahan BSN telah diadopsi oleh 2.102 proyek perumahan dengan akumulasi transaksi pembayaran uang muka (down payment) mencapai 2,07 juta kali dan volumenya menembus Rp552,1 miliar.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa pencapaian tersebut seiring strategi perseroan yang akan mengintegrasikan solusi pembiayaan properti syariah secara langsung, ke dalam ekosistem pemasaran perumahan mitra pengembang melalui Program Serbu Ekosistem.
“Setiap inovasi produk pembiayaan properti Bank BSN harus berakar pada kemudahan kepemilikan rumah bagi masyarakat. Melalui semangat #ThinkCustomer, setiap keputusan bisnis selalu dimulai dari pertanyaan, apakah langkah ini benar-benar memudahkan calon pembeli rumah?” Kata Alex, saat meluncurkan Program Serbu Ekosistem di proyek perumahan kawasan Jakarta, belum lama ini.
BACA INI: Mengapa BSN Gerak Cepat Bangun Ekosistem Perumahan di Indonesia? Begini Ceritanya…
Peluncuran program ini, sekaligus menjadi momentum perayaan Hari Pelanggan Nasional. Dalam kesempatan itu, pihak manajemen Bank BSN hadir langsung menyapa dan melayani calon pembeli rumah dengan sepenuh hati.
Rangkaian kegiatan ini juga menandai dimulainya roadshow properti di Jakarta secara bertahap ke berbagai kota besar lainnya seperti Banda Aceh, Bandung, dan Surabaya.
Adapun pelaksanaan kegiatan di Jakarta berlokasi di kawasan hunian yang dikembangkan salah satu pengembang mitra Bank BSN, yaitu Alifah Abdullah yang juga mengembangkan proyek perumahan Root & Grow di beberapa lokasi strategis.
“Dalam memilih dan membeli hunian, kebutuhan akan kecepatan persetujuan KPR, kenyamanan akad, dan kepastian skema pembiayaan menjadi krusial, khususnya lewat pemanfaatan fitur digital seperti simulasi KPR dan pembayaran booking fee online,” tandas Alex.
Ekosistem Sektor Properti Nasional
Menurut Alex, kemitraan tersebut sebagai representasi arah pelayanan Bank BSN yang berorientasi pada ekosistem riil sektor properti nasional.
“Pola pendekatan ini menegaskan transformasi perbankan yang tidak lagi pasif menunggu kedatangan calon pembeli rumah di kantor cabang, melainkan hadir secara aktif dan melekat dalam menopang pemasaran serta pertumbuhan proyek perumahan mitra pengembang,” ujar Alex.
Perseroan BSN mencatat portofolio mitra yang mencakup berbagai sektor kawasan hunian, mulai dari segmen rumah tapak hingga apartemen, di antaranya Heni Widiastuti, pengembang properti asal Pasar Minggu yang aktif memanfaatkan platform Bale Syariah untuk menopang pemasaran proyeknya, serta Hanna Farid yang bergerak di industri hunian modern berkonsep syariah melalui label Modestalk Living.
Selain itu, Bank BSN juga memperkuat lini kemitraannya dengan pengembang yang memiliki rekam jejak panjang seperti Romi Jaya Property milik Firman yang telah beroperasi sejak tahun 1990.

Dukungan Bank BSN juga merambah pada kelompok pengembang muda yang sangat dinamis dan mengandalkan efisiensi digital, seperti Rula dari Nahid Studio Property serta Bimo pemilik Coco Bross Land.
Perseroan juga hadir lebih dekat dengan pengembang perumahan di daerah, salah satunya mitra pengembang di Tasikmalaya yaitu Lozy Residence.
BACA INI: Laba Melejit 40 Persen, BSN Sukses Kuasai Pasar Rumah Subsidi FLPP
Lozy Residence merupakan brand kawasan perumahan lokal yang didirikan Andesni Hirda Putri yang telah dirintis sejak 11 tahun lalu. Lozy Residence terus berkembang dengan menghadirkan beragam pilihan tipe hunian, mulai dari rumah tipe 36, townhouse, klaster eksklusif hingga ruko komersial.
“Keberadaan para mitra pengembang lintas generasi dan sektor ini, mempertegas peran perseroan dalam menyediakan solusi pembiayaan properti yang relevan bagi seluruh segmen pembeli rumah,” pungkas Alex.
Lebih lanjut, melalui Program Serbu Ekosistem, Bank BSN memfasilitasi kebutuhan transaksi properti secara holistik. Layanan yang disiapkan mencakup infrastruktur pembayaran akad digital, pengelolaan dana proyek (cash management), hingga kemudahan akses pembiayaan konstruksi dengan tujuan untuk mendukung rencana ekspansi proyek para pengembang skala UMKM dan korporasi.
Dalam peluncuran Program Serbu Ekosistem itu, hadir Alex Sofjan Noor didampingi Direktur Retail Funding Bank BSN Ari Kurniaman, Direktur Commercial and Corporate Banking Bank BSN Maqin U. Norhadi, serta sejumlah mitra pengembang dan pelaku industri properti dari berbagai sektor.
Ekspansi agresif Bank BSN melalui Program Serbu Ekosistem ini, telah membuktikan bahwa penetrasi pembiayaan properti syariah, kini telah bergeser dari model pasif menjadi strategi jemput bola yang melekat langsung pada kebutuhan pengembang.
Dengan torehan volume pembiayaan menembus Rp6,57 triliun, langkah integrasi digital dan penguatan infrastruktur akad di kota-kota besar ini, tidak hanya mempercepat likuiditas sektor perumahan, tetapi juga menetapkan standar baru bagi transformasi perbankan syariah dalam menguasai ekosistem bisnis riil.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

