Komitmen Summarecon Serpong dalam mengusung konsep hunian ramah lingkungan kembali membuahkan hasil. Pengembang kawasan terpadu ini sukses menyabet penghargaan Sustainable Area Development Award kategori Sustainable Ecosystem Supporter pada ajang Green Economy Awards 2026 yang digelar di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
KoranProperti.com (Tangerang) – Pengembang properti ternama Summarecon Serpong kembali meraih pengakuan atas komitmennya dalam mengembangkan kawasan hunian terpadu (township) yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Summarecon Serpong berhasil memboyong penghargaan Sustainable Area Development Award untuk kategori Sustainable Ecosystem Supporter pada ajang Green Economy Awards 2026. Acara penyerahan penghargaan berlangsung di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Penghargaan bergengsi ini diterima Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur. Apresiasi ini diberikan atas konsistensi Summarecon Serpong dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini pengembangan kawasannya.
BACA INI: Trik Summarecon Bikin Harga Rumah Makin Mahal, Agresif Jajaki Jalur MRT Jakarta Koridor Timur-Barat
Dalam mewujudkan kawasan hunian yang berorientasi pada keseimbangan ekosistem, Summarecon Serpong menyediakan berbagai fasilitas pendukung kualitas hidup masyarakat.
Komitmen pelestarian lingkungan ini diwujudkan melalui penyediaan ruang terbuka hijau, danau retensi air, serta pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (Sewage Treatment Plant atau STP).
Sistem STP berfungsi mengolah air limbah kawasan dan menjaga kualitas air melalui pemantauan berkala. Menariknya, air hasil olahan STP tersebut, dimanfaatkan kembali secara efisien untuk menyiram area taman di seluruh kawasan maupun cluster hunian.
Dukung Lingkungan Berkelanjutan
Untuk mendukung keberlanjutan lingkungan menuju target zero waste, kawasan hunian ini juga mengintegrasikan sumur resapan pada setiap rumah, untuk menyerap air hujan secara optimal ke dalam tanah.
Selain pengolahan air, pengelolaan sampah organik seperti ranting dan daun dilakukan secara mandiri untuk diolah menjadi pupuk kompos pemeliharaan lanskap hijau.
Pengembang juga memastikan setiap klaster hunian dilengkapi lebih dari 230 pohon demi menjaga kualitas udara, menurunkan suhu area, dan menciptakan lingkungan yang asri serta sehat.
BACA INI: Diincar Konglomerat, Begini Tampilan Ivora Grande Summarecon Bandung
Dari sisi rancang bangun arsitektur, Summarecon Serpong memaksimalkan penerapan innercourt dan secondary skin pada fasad bangunan dengan tujuan untuk menahan panas matahari sekaligus mengoptimalkan pencahayaan alami di dalam rumah.

Tak hanya itu, penggunaan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dijaga secara ketat di angka di bawah 60 persen hingga 30 persen pada hunian Condovilla untuk memperluas area resapan air tanah.
Komitmen keberlanjutan ini semakin diperkuat dengan penggunaan sebagian besar material bangunan yang telah mengantongi sertifikat green label, sehingga meminimalkan dampak lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan.
Melalui berbagai inovasi dan komitmen berlanjut ini, Summarecon Serpong terus membuktikan bahwa pengembangan kawasan hunian terpadu tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, melainkan juga berimbang dengan penciptaan lingkungan yang nyaman, sehat, dan lestari bagi para penghuninya.
Penghargaan Green Economy Awards 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon bagi Summarecon Serpong. Integrasi infrastruktur hijau, pengelolaan lingkungan mandiri, dan arsitektur ramah lingkungan terus dihadirkan demi mewujudkan kualitas hidup terbaik bagi setiap penghuninya.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

