Di balik proses hukum yang sedang menjeratnya, mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) ternyata menyimpan portofolio investasi properti yang terbilang mahal, berupa deretan aset tanah dan bangunan bernilai total Rp6,15 miliar yang tersebar di tiga lokasi strategis. Harta kekayaan LSP tembus Rp15,34 miliar, selama menjabat Kapolri 5 tahun 8 bulan.
KoranProperti.com (Jakarta) – Di tengah sorotan publik mengenai perkembangan kasus hukum penyadapan ilegal yang menimpanya, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP), ternyata memiliki lini portofolio investasi properti yang terbilang mahal.
Dari total kekayaannya yang mencapai Rp15,34 miliar pada periode 2025 (dilaporkan Maret 2026), sektor real estate dan properti menjadi salah satu aset yang bernilai tinggi.
Tidak tanggung-tanggung, LSP tercatat mengoleksi aset tanah dan bangunan senilai total Rp6,15 miliar yang tersebar di tiga lokasi strategis kota besar, yaitu Jakarta Timur, Tangerang, dan Semarang.
Di antara jajaran portofolio real estate yang dimilikinya, hunian di kawasan Jakarta Timur menduduki posisi properti termahal, sekaligus aset prime. Aset properti itu berupa luas tanah 205 meter persegi dengan luas bangunan 180 meter persegi. Aset ini ditaksir memiliki nilai pasar mencapai Rp3,5 miliar.
BACA INI: Fantastis! Segini Harta Kekayaan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, Paling Banyak Aset Properti
Para analis pasar properti menilai, pilihan investasi properti di Jakarta Timur memiliki prospek cuan yang cerah, mengingat pertumbuhan infrastruktur di kawasan timur Jakarta yang terus berkembang pesat.
Selain di Jakarta Timur, strategi pemilihan lokasi aset properti LSP juga menyasar kawasan koridor perkotaan lainnya dengan prospek nilai investasi tanahnya terus naik, yaitu di Kota Semarang, Jawa Tengah, berupa lahan lapang dengan luas tanah 275 meter persegi dan unit bangunan seluas 300 meter persegi.
Nilai aset di Semarang ini, ditaksir mencapai Rp1,65 miliar, dan merupakan aset terbesar dari segi dimensi fisik bangunan.
Kemudian, aset properti di Kota Tangerang, Provinsi Banten, yaitu lahan dengan luas tanah 120 meter persegi dan bangunan 58 meter persegi. Nilai Aset ini ditaksir sebesar Rp1 miliar. Aset properti di Tangerang ini, menjadi simbol kepemilikan hunian segmen menengah atas.
Kapolri Terlama Dalam Sejarah Indonesia
Secara keseluruhan, komposisi kekayaan mantan Kapolri ini menunjukkan profil likuiditas dan nilai bersih yang sangat sehat tanpa beban leverage, yaitu menguasai sekitar 40,09 persen dari total portofolio kekayaannya sebesar Rp6,15 miliar.

Dana setara kas yang dimiliki LSP, porsinya juga sangat besar mencapai Rp7,33 miliar (47,77 persen). Hal ini menunjukkan modal likuidnya sangat kuat. Sedangkan untuk harta bergerak yang dipunyai LSP sebesar Rp1,20 miliar serta dua unit mobil SUV Toyota Fortuner (tahun 2018 dan 2019), bernilai total Rp670 juta. LSP juga bersih dari kewajiban finansial alias tidak memiliki utang.
Portofolio properti bernilai miliaran rupiah ini, secara langsung menegaskan bahwa sektor tanah dan bangunan, tetap menjadi pilihan instrumen investasi LSP.
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri selama 5 tahun 8 bulan (2.073 hari). LSP dilantik Presiden Joko Widodo tanggal 27 Januari 2021 lalu. Pada tanggal 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto menggantinya dengan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
LSP merupakan pejabat Kapolri dengan masa jabatan terlama kedua dalam sejarah Indonesia, sekaligus yang terlama dalam era Reformasi.
Kasus Penyadapan Politik Fenomenal
Sebagai bahan informasi, praktik penyadapan yang bersifat politis merupakan bentuk pengawasan rahasia yang kerap memicu krisis diplomasi, skandal domestik, hingga pemakzulan kepala negara. Berikut ini tiga contoh kasus penyadapan politik dunia yang paling fenomenal.
1. Skandal Watergate (Amerika Serikat tahun 1972-1974)
Peristiwa pengintaian/penyadapan dan pembobolan kantor Komite Nasional Partai Demokrat di kompleks Watergate oleh orang-orang yang terhubung dengan Presiden Richard Nixon.
Dampaknya, setelah peristiwa itu terungkap, Presiden Richard Nixon mengundurkan diri pada tahun 1974, dan menjadikannya satu-satunya Presiden AS dalam sejarah yang mundur dari jabatannya.
2. Penyadapan NSA (Amerika Serikat tahun 2013)
Peristiwa ini merupakan pembocoran dokumen rahasia oleh mantan kontraktor intelijen Edward Snowden yang mengungkap bahwa Badan Keamanan Nasional AS (NSA) melakukan penyadapan skala global, termasuk menyadap Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Brasil Dilma Rousseff.
Dampaknya, peristiwa ini memicu ketegangan diplomatik lintas negara, serta perdebatan global mengenai batas-batas pengawasan intelijen digital dunia.
3. Skandal Spyware Pegasus (Global, tahun 2021)
Peristiwa Spyware Pegasus merupakan gerakan penyadapan dengan menggunakan perangkat pengintai (spyware) tingkat tinggi bernama Pegasus buatan salah satu perusahaan di Israel, yaitu NSO Group.
Dampaknya, ratusan ponsel milik jurnalis, aktivis HAM, politisi oposisi, hingga pejabat tinggi dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron berhasil diretas dari jarak jauh, tanpa terdeteksi. Skandal ini mendorong pengetatan regulasi internasional atas perdagangan teknologi pengawasan siber.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

