Di saat banyak pengembang properti kelimpungan dan gigit jari karena pasar sedang lesu, raksasa properti ini justru berhasil membalikkan keadaan secara dramatis. Bukan dari hasil jualan rumah atau apartemen seperti biasa, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) justru diam-diam mengeruk gunung uang dari sumber yang tidak disangka-sangka hingga sukses mencetak laba bersih Rp44 miliar!
KoranProperti.com (Jakarta) – PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia/INPP) menegaskan optimismenya dalam menghadapi tahun buku 2026, meskipun dinamika pasar properti dan situasi ekonomi nasional masih diselimuti berbagai tantangan global maupun domestik.
Perusahaan properti yang berfokus pada destinasi gaya hidup ini membidik target pertumbuhan bisnis yang moderat namun realistis, yaitu berada di kisaran 5 hingga 10 persen. Fondasi utama yang menjadi motor penggerak ketahanan kinerja perseroan adalah kuatnya portofolio pendapatan berulang (recurring income).
Berbeda dengan mayoritas pengembang properti konvensional yang masih bergantung pada penjualan unit (property sales) sebagai penopang utama pendapatan, Paradise Indonesia mengandalkan stabilitas arus kas dari sektor komersial dan hospitality.
Strategi teruji ini terbukti mampu memberikan imbal hasil yang lebih konsisten di tengah fluktuasi pasar. “Kalau dilihat kuartal pertama tahun ini, sekitar 90 persen pendapatan berasal dari recurring income yang datang dari bisnis hospitality dan commercial. Model bisnis ini menjadi pembeda utama Paradise Indonesia dibanding banyak perusahaan properti lain di tanah air,” kata Surina, Wakil Presiden Direktur Paradise Indonesia.
Kekuatan finansial ini mencerminkan keberhasilan rekam jejak ekspansi portofolio yang berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Sejak tahun 2021, INPP secara agresif memperluas sayap bisnisnya, mulai dari ekspansi beachwalk Shopping Center dan akuisisi Antasari Place (2021), peluncuran YELLO Hotel dan Aloft Hotel (2022), peresmian 31 Sudirman Suites Makassar (2023), hingga operasional Hyatt Place Makassar serta serah terima Antasari Place pada tahun 2024. Portofolio komersial ini kian kokoh melalui pembukaan Citadines Antasari Jakarta pada 2025 lalu.
Berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan, Paradise Indonesia mencatat lompatan kinerja yang impresif pada awal tahun ini. Pendapatan perseroan pada kuartal I-2026 sukses menyentuh angka Rp327 miIiar, atau tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp286 miliar. EBITDA perseroan terkerek naik 20 persen menjadi Rp101 miliar.
Keberhasilan yang paling krusial adalah kemampuan perusahaan membalikkan kondisi rugi bersih Rp133 miliar pada kuartal I-2025 menjadi laba bersih operasional sebesar Rp44 miliar pada kuartal I-2026.
Arah pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan didasarkan pada implementasi strategi fundamental 4M yaitu Middle-Up Market (segmen menengah ke atas), Mid-Size Development (skala proyek menengah), Mixed-Use Concept (kawasan terpadu), serta Major Cities (ekspansi di kota-kota besar).
CAPEX INPP Rp400 Miliar
Implementasi nyata dari strategi ini terlihat pada performa portofolio ke-28 perusahaan, yaitu 23 Semarang yang resmi dibuka pada Mei 2026. Mal komersial terbaru ini langsung menarik perhatian publik dengan mencatatkan trafik harian luar biasa, mencapai 30.000 hingga 40.000 pengunjung per hari.
Presiden Komisaris Paradise Indonesia Anthony P. Susilo menambahkan bahwa tingkat okupansi (occupancy rate) komersial di 23 Semarang saat ini telah mendekati 90 persen. Konsep yang diusung mengutamakan kenyamanan ruang publik, sirkulasi yang matang, serta area komunal yang luas, menjadikannya aset produktif jangka panjang.
BACA INI: Bukan Sekadar Pusat Belanja, INPP Garap 23 Semarang Jadi Destinasi ‘Leisure’ 2026
Untuk mendukung target pertumbuhan tahun ini, manajemen telah mengalokasikan Belanja Modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar Rp400 miliar. Dana ini difokuskan pada penyempurnaan proyek 23 Semarang, pengembangan kawasan komersial baru di Balikpapan, serta investasi berkala untuk renovasi dan optimalisasi aset perhotelan eksisting.

Langkah ekspansif ini dikawal oleh nakhoda baru perseroan. Melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Citadines Antasari, Kamis (18/6), susunan pengurus perusahaan resmi berubah. Andri Hadi kini dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur menggantikan Anthony P. Susilo yang bertransisi memimpin jajaran dewan pengawas sebagai Presiden Komisaris.
Paradise Indonesia telah menemukan “formula rahasia” untuk tetap kebanjiran cuan tanpa harus bergantung pada jualan rumah. Portofolio kuat seperti mal 23 Semarang yang diserbu hingga 40 ribu orang per hari adalah bukti nyata bahwa ruang rekreasi dan destinasi gaya hidup selalu punya tempat di hati masyarakat. Di tahun 2026 ini, INPP sukses membuktikan bahwa strategi yang tepat jauh lebih ampuh daripada meratapi lesunya pasar.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terkini dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.


