Cetak pendapatan Rp1,01 triliun, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) akhirnya berhasil keluar dari jerat kerugian dengan membukukan laba bersih Rp241,12 miliar pada tahun buku 2025. Laporan mengejutkan yang disahkan dalam RUPST di Jakarta Garden City ini, menegaskan bahwa sektor kawasan industri, khususnya dari para investor China sukses menjadi mesin uang perseroan.
KoranProperti.com (Jakarta) – PT Modernland Realty Tbk (MDLN) sukses menorehkan lompatan performa finansial yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Emiten properti terkemuka ini berhasil membalikkan keadaan dari zona merah, menjadi pertumbuhan laba bersih yang signifikan, karena ditopang kuat oleh masifnya ekspansi investasi korporasi asal China di sektor kawasan industri.
Keberhasilan strategis itu, menjadi agenda utama yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang diselenggarakan di Club House Jakarta Garden City, Jakarta Timur,, Jumat (26/6/2026).
Dalam forum tertinggi itu, para pemegang saham memberikan restu penuh terhadap seluruh mata acara rapat, termasuk perombakan struktural jajaran direksi, penetapan kebijakan dividen, serta perpanjangan masa bakti manajemen hingga tahun 2031, demi menjaga keberlanjutan ekspansi bisnis jangka panjang.
Direktur PT Modernland Realty Tbk Fetrizal Bobby Heryunda memaparkan secara komprehensif bahwa perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,01 triliun. Dari realisasi top-line tersebut, Modernland sukses mencetak laba bersih tahun berjalan senilai Rp241,12 miliar.
Pencapaian laba bersih ini merefleksikan lonjakan performa yang luar biasa, yaitu meroket sebesar 134,90 persen atau setara dengan peningkatan nominal Rp931,98 miliar. Angka ini menjadi pembuktian pemulihan korporasi yang solid, mengingat pada tahun buku 2024 lalu, perseroan masih mencatatkan kerugian tahun berjalan.
BACA INI: Modernland Persembahkan Hunian Modern Rp1,3 Miliaran, Properti Tangerang Melaju Positif
“Pencapaian positif ini didukung oleh eskalasi kinerja operasional yang matang, pertumbuhan volume penjualan yang konsisten, serta upaya terukur Perseroan dalam menjaga efisiensi biaya dalam rangka memperkuat struktur keuangan secara berkelanjutan,” tegas Fetrizal.
Kendati mencatatkan pemulihan profitabilitas yang masif, forum RUPST secara konservatif menyepakati untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan internal.
Selain itu, sejalan dengan komitmen efisiensi, ditetapkan pula bahwa remunerasi untuk jajaran direksi dan komisaris tidak mengalami kenaikan, alias sama dengan tahun fiskal sebelumnya.
Direktur PT Modernland Realty Tbk Pascall Wilson mengungkapkan, realisasi melonjaknya laba ini mencerminkan pertumbuhan kokoh sebesar 49,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kawasan Industri Motor Pertumbuhan
Menariknya, peta kontribusi penjualan per segmen properti Modernland mulai bergeser. Segmen Kawasan Industri tampil sebagai motor pertumbuhan utama dengan menyumbang porsi terbesar, yaitu mencapai 45,00 persen dari total komitmen penjualan perseroan.
Penjualan lahan di Modern Industrial Estate Cikande didominasi oleh masuknya penyewa (tenant) korporasi skala raksasa asal China yang melirik potensi strategis infrastruktur Indonesia.
Sementara itu, segmen residensial tetap menunjukkan taji dengan kontribusi sebesar 43,94 persen. Penjualan pada klaster hunian ini digerakkan oleh tingginya antusiasme dan respons pasar yang positif terhadap proyek eksklusif Florence Village di Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur. Sisa persentase pendapatan lainnya dipasok lini komersial perseroan.

Memasuki tahun berjalan, tantangan makroekonomi mulai membayangi pergerakan pasar. Modernland mencatat adanya perlambatan aktivitas pasar pada Kuartal I-2026. Hingga per 31 Maret 2026, akumulasi marketing sales baru menyentuh angka Rp209,7 miliar. Pada kuartal pertama ini, segmen residensial mengambil alih kendali sebagai kontributor omset terbesar bagi perusahaan.
BACA INI: Di Tengah Kontraksi Pasar Properti 2026, MDLN Sukses Cetak Rekor Ini
Manajemen mengonfirmasi bahwa dinamika ini dipengaruhi oleh sikap investor makro yang cenderung lebih berhati-hati (wait-and-see) serta eskalasi geopolitik global yang menjadi faktor penahan laju penetrasi pasar di awal tahun berjalan.
Menyikapi situasi itu, Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk William Honoris menegaskan, ketahanan dan kesiapan posisi perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian pasar. Menurutnya, perseroan telah teruji mampu menjaga ritme kinerja usaha di tengah dinamika industri properti dan volatilitas ekonomi global sepanjang tahun lalu.
“Perseroan berhasil mengamankan sejumlah pencapaian strategis, termasuk lonjakan marketing sales, pertumbuhan laba bersih, serta penguatan struktur keuangan. Faktor- faktor ini yang kini menjadi fondasi kokoh bagi keberlanjutan dan resiliensi usaha kami ke depan,” tandas William.
Dari sisi pengawasan dan tata kelola, Komisaris Utama PT Modernland Realty Tbk Dharma Mitra menyatakan, Dewan Komisaris secara aktif memberikan nasihat strategis berkelanjutan, untuk memastikan mitigasi risiko berjalan efektif di seluruh lini bisnis perusahaan.
Sekarang ini, Perseroan semakin memperketat standardisasi berbasis Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG), demi untuk menjamin penciptaan nilai aset jangka panjang yang berkelanjutan. Untuk memantapkan eksekusi rencana kerja strategis hingga lima tahun ke depan, RUPST resmi menyetujui langkah restrukturisasi manajemen.
Pemegang saham menerima pengunduran diri Sami Veikko Tapio Miettinen dari jabatan direktur dan mengangkat Nabit Musavi sebagai anggota direksi yang baru. Adapun Susunan Lengkap Dewan Komisaris dan Direksi PT Modernland Realty Tbk (Masa Jabatan hingga 20310 yaitu:
Komisaris Utama: Dharma Mitra, Direktur Utama: William Honoris, Komisaris: Herman, Direktur: Fetrizal Bobby Heryunda, Komisaris: Yustinus Saleh, Direktur: Pascall Wilson, Komisaris Independen: Robert Tumedia, Direktur: Nabit Musavi, Komisaris Independen: Iwan Suryawijaya
Keberhasilan Modernland membalikkan keadaan pada tahun buku 2025 menjadi bukti nyata bahwa diversifikasi portofolio adalah kunci resiliensi di industri properti. Meski bayang-bayang perlambatan makroekonomi mulai mengintai di awal kuartal 2026, fondasi keuangan yang diperkuat oleh modal asing asal China dan penyegaran manajemen hingga 2031, memberikan Perseroan ini modalitas kuat untuk tetap berdiri tegak di tengah ketidakpastian global.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

