Hanya berjarak 400 meter dari simpul transportasi terbesar di Ibu Kota, proyek hunian TOD Maraya Residences yang digelar KAI Properti sukses menyedot perhatian ribuan pencari rumah pertama. Sebanyak 85,2 persen responden menyatakan bahwa kemudahan akses menuju stasiun, kini jauh lebih penting ketimbang sekadar fasilitas mewah.
KoranProperti.com (Jakarta) – Proses konstruksi hunian Maraya Residences ditargetkan selesai dalam kurun waktu sekitar 18 bulan. Pembangunan proyek TOD ini merupakan bagian dari langkah strategis KAI Properti dalam mengoptimalisasi aset lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam rangka menyediakan hunian strategis terjangkau di pusat kota Jakarta.
Sekarang ini, aksesibilitas menuju moda transportasi publik semakin menjadi pertimbangan utama masyarakat perkotaan. Hasil survei internal KAI Properti dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 melaporkan, dari 1.171 responden yang berpartisipasi, sebanyak 85,2 persen menyatakan bahwa kedekatan lokasi hunian dengan stasiun maupun transportasi umum adalah faktor paling vital.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas ini berimbas langsung pada lonjakan minat terhadap hunian berkonsep Transit-Oriented Development (TOD).
BACA INI: Mau Berburu Hunian Terintegrasi Transportasi Publik? Kunjungi Sekarang Juga KAI Property Expo 2026
Tercatat, sebanyak 81,6 persen atau 956 responden menyatakan tertarik pada Maraya Residences. Proyek hunian yang berlokasi di Manggarai, Jakarta Selatan ini, hanya berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai yang merupakan salah satu simpul transportasi massal terbesar di ibu kota Jakarta.
Manager Corporate Communication KAI Properti Bramantya Candrika, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung pameran mengonfirmasi besarnya pasar bagi hunian terintegrasi transportasi massal.
Hunian Favorit Pencari Rumah
“Lokasi dan konektivitas paling banyak mendapatkan perhatian pengunjung. Hal ini sejalan dengan karakter Maraya Residences yang dikembangkan dengan akses Stasiun Manggarai untuk mendukung mobilitas harian masyarakat,” kata Bramantya.
Selain aspek kemudahan akses, survei KAI itu juga merinci preferensi tipe unit masyarakat perkotaan. Unit dua kamar tidur menjadi pilihan paling favorit dengan porsi peminat mencapai 59,4 persen.

Secara keseluruhan, Maraya Residences dirancang memiliki total kapasitas 1.276 unit yang terdiri atas, Tipe Studio sebanyak 770 unit, Tipe 36 berjumlah 198 unit, Tipe 45 sebanyak 308 unit.
BACA INI: Perilaku Pasar Properti Jelang Tutup Tahun 2025, Peminat Hunian Kawasan TOD Meningkat
Proyek ini turut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, sistem keamanan 24 jam, serta unit sampel (show unit) yang berada di Jalan Manggarai Utara No. 2, Jakarta Selatan.
Langkah KAI Properti memanfaatkan aset PT KAI (Persero) ini menjadi sinyal kuat bertransformasinya kawasan perkotaan berbasis transit. Ke depan, hadirnya 1.276 unit di Maraya Residences diproyeksikan bakal menjadi standar baru konsep hunian terpadu yang memadukan kenyamanan, efisiensi, dan aksesibilitas tinggi.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

