Dengan selesainya pekerjaan proyek pelabuhan Patimban dan akan langsung beroperasi pada bulan Oktober 2026 mendatang, maka hal ini akan berdampak signifikan, terhadap pertumbuhan dan perkembangan bisnis properti Metland Kertajati (Metland group).
KoranProperti.com (Jakarta) – Pelabuhan Patimban, Jawa Barat yang digarap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, pembangunannya telah mencapai 85,25 persen. Pelaburan ini ditargetkan kelar dan dijadwalkan beroperasi pada bulan Oktober 2026 mendatang.
Pekerjaan utama yang telah diselesaikan, yaitu pembangunan struktur pelabuhan dan pekerjaan sand filling untuk reklamasi, pembangunan struktur rigid serta instalasi mekanikal dan elektrikal, untuk kesiapan operasional pelabuhan.
Metode atau sistem pembangunan proyek Pelabuhan Patimban, menerapkan inovasi konstruksi precast pada saluran silt ditch, sehingga proses pembangunannya menjadi lebih cepat, efisien dan presisi.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, proyek ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat konektivitas logistik nasional. “WIKA berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan kualitas terbaik,” ujarnya, dalam siaram pers resmi, Selasa (21/4/2026).
Menurut Agung, kehadiran Pelabuhan Patimban akan meningkatkan efisiensi biaya logistik di koridor industri Jawa Barat, serta memperkuat integrasi dalam Kawasan Ekonomi REBANA Metropolitan (Cirebon-Patimban-Kertajati).
Beberapa lalu waktu, tepatnya tahun 2024, pengembang papan atas Indonesia PT Metropolitan Land Tbk (Metland) sudah memperkenalkan Metland Kertajati, sebagai kawasan hunian dan komersial modern untuk mendukung pertumbuhan sektor industri di Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan.
Dengan selesainya proyek Pelabuhan Patimban dan akan segera beroperasi pada bulan Oktober 2026 mendatang, maka hal ini akan berdampak signifikan dan positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan bisnis properti Metland (residensial, komersial serta hospitality) di Kertajati serta Cirebon dan sekitarnya.
Perlu diketahui, Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan ini meliputi wilayah Cirebon-Patimban-Kertajati. Saat ini, ketiga daerah tersebut terus mengalami perkembangan pesat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan bisnis baru di Jawa Barat.
Hal ini terbukti dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur, tumbuh suburnya kawasan industri serta meningkatnya minat investor untuk ikut terlibat langsung, dalam Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan.
Kepala Pelaksana Badan Pengelola (BP) Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan Helmi Yahya, dihadapan awak pers, Sabtu siang (13/12/2025) lalu, menuturkan, Kawasan Koridor Ekonomi REBANA mencatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, dari angka pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan nasional, pada triwulan III Tahun 2025.
Metland Dukung Kawasan Rebana Metropolitan
Berdasarkan data literasi yang ada, tercatat ada 36 tenant industri di Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan dengan nilai investasi sampai Kuartal III tahun 2025, sudah mencapai lebih dari Rp25 triliun. Angka ini lebih tinggi, dibandingkan pada tahun 2024 lalu.
Selain Pelabuhan Patimban, keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, perluasan konektivitas tol dan perencanaan ekonomi terpadu Pemerintah Daerah Jawa Barat dalam kawasan itu, akan semakin memperkuat ekosistem Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan, sebagai salah satu poros penting untuk menumbuhkembangkan potensi ekonomi dan industri di masa depan.

Sementara itu, seperti diberitakan koranproperti.com beberapa waktu lalu, Presiden Direktur Metland Anhar Sudradjat mengatakan, perkembangan pesat yang terjadi dalam Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan, tentu memerlukan dukungan, termasuk sarana tempat tinggal, baik hunian ataupun hotel di sekitar kawasan itu.
“Metland Kertajati langsung menjawab harapan dan tantangan itu dengan percepatan pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek hunian, komersial maupun perhotelan di sekitar Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan,” tandas Anhar.
Menurut Anhar, keberadaan Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan akan menghidupkan percepatan ekonomi di area sekitarnya.
BACA INI: Fakta Dibalik Pembangunan Proyek Metland Kertajati, Calon Pembeli Perlu Tahu!
“Kehadiran Metland Kertajati akan memberikan energi kuat bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan industri di kawasan itu. Kawasan Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan, diproyeksikan akan menjadi pusat ekonomi modern, mandiri dan terpadu di Propinsi Jawa Barat,” tandas Anhar.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Metropolitan Land Tbk Nitik Hening memaparkan, pembangunan Metland Kertajati akan lebih difokuskan dengan konsep New City, yaitu kawasan perkotaan yang akan menghadirkan hunian terpadu, pusat komersial, fasilitas publik seperti hotel, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau hingga jaringan usaha yang saling terintegrasi.
Terkait dengan pengembangan bisnis perhotelan di bawah naungan Metland Hotel Grup (MHG), Direktur PT Metropolitan Land Tbk Wahyu Sulistio mengungkapkan, semua jaringan bisnis Metland Hotel Grup (MHG) akan memakai nama Metland, pada hotel-hotel lainnya.
“Nama Metland menjadi jaminan kualitas layanan, serta membangun loyalitas terhadap brand Metland,” pungkas Wahyu.
Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan Jawa Barat adalah kawasan metropolitan baru yang mencakup tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat bagian utara yaitu Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Sumedang, Kuningan, dan Kota Cirebon.
Ketujuh kabupaten ini akan dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan fokus pada sektor industri, logistik, dan investasi, serta didukung oleh infrastruktur strategis seperti Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan Pelabuhan Cirebon.
Koridor Ekonomi REBANA Metropolitan merupakan proyek strategis Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat yang berfungsi membangun klaster industri dan ekonomi baru yang terintegrasi, dengan memanfaatkan infrastruktur strategis, untuk menjadikan wilayah utara Jawa Barat sebagai motor penggerak ekonomi di masa depan.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

