Siapa bilang rumah murah tidak bisa canggih? PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Ingria Group) mendobrak pasar dengan menyuntikkan fasilitas smart home di seluruh proyek rumah subsidi yang digarap mereka pada tahun 2026 ini. Langkah berani emiten berkode saham GRIA ini menjadi strategi cerdas dalam memikat generasi muda, sekaligus menyokong Program 3 Juta Rumah Pemerintah.
KoranProperti.com (Jakarta) – PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Ingria Group) kian agresif memantapkan posisinya di panggung industri properti nasional. Pada tahun 2026 ini, emiten properti itu, tancap gas mendukung penuh Program 3 Juta Rumah besutan Pemerintah dengan mengandalkan 10 proyek perumahan strategis yang tersebar di tiga provinsi.
Langkah ini menjadi angin segar bagi pasar hunian terjangkau. Pasalnya, GRIA melakukan gebrakan dengan menaikkan kelas seluruh proyeknya, lewat suntikan fasilitas rumah pintar (smart home) untuk mendongkrak produktivitas para penghuni.
Dari deretan portofolio yang dikembangkan, terdapat dua proyek utama yang menjadi mesin pertumbuhan, sekaligus penopang utama penjualan perusahaan, yaitu Gria Mahakam City (Samarinda), proyek mega township berskala besar yang disiapkan untuk menampung kapasitas pembangunan hingga 5.500 unit rumah.
Kemudian, New Bukit Residence (Purwakarta), yaitu hunian strategis yang dirancang eksklusif dengan kapasitas sekitar 200 unit.
Integrasi teknologi di segmen rumah murah ini sengaja dirancang matang sejak awal, untuk menjawab pergeseran gaya hidup modern konsumen. Eksistensi smart home besutan GRIA difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu Integrasi Utilitas, penyediaan jaringan internet (Internet Service Provider/ISP), pasokan listrik, dan air bersih yang terencana secara matang dan langsung terpasang, ke dalam unit hunian sejak tahap masterplan.
Selanjutnya Dukungan Penuh WFH/LFH, yakni tata ruang dan desain bangunan dirancang khusus untuk menciptakan kenyamanan maksimal bagi penghuni yang bekerja, maupun belajar dari rumah (work/study from home).
Kemudian, Keberlanjutan & Ramah Lingkungan, yaitu konsep digital ini dikawinkan dengan prinsip hunian hijau (green housing), lengkap dengan fasilitas instalasi pengolahan air bersih serta sistem manajemen limbah modern.
Gebrakan ini merupakan respons nyata GRIA terhadap tingginya standar kualitas yang diminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade di industri properti, perusahaan memastikan seluruh kawasan yang dibangun bebas dari risiko banjir serta memiliki jaminan pasokan air yang andal.
Pasar perumahan subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terbukti masih kokoh dan bertahan di tengah fluktuasi ekonomi domestik. Melimpahnya stimulus strategis dari Pemerintah, dinilai menjadi jangkar utama yang mengamankan momentum pertumbuhan sektor ini.
Ingria Group Catat Performa Positif
Direktur Utama GRIA Khufran Hakim Noor menegaskan, stabilitas harga rumah subsidi saat ini menjadi momentum terbaik, bagi masyarakat yang ingin beralih dari menyewa ke memiliki properti sendiri. Belum adanya kenaikan harga yang agresif, menjadikan segmen ini sebagai opsi paling rasional untuk kepemilikan hunian pertama (first-time homebuyers).
“Bagi kepala keluarga yang belum memiliki rumah, belilah rumah subsidi sebagai rumah pertama. Bunganya flat hanya 5 persen hingga 20 sampai 30 tahun. Ini adalah langkah terbaik untuk melawan inflasi, karena nilai aset rumah akan terus naik, berbeda dengan kendaraan yang nilainya menyusut,” ucap Khufran dalam siaran pers, Rabu (01/07/2026).

Penetrasi pasar yang masif dan terukur ini, menurut Khufran, terbukti berdampak positif pada rapor keuangan Perseroan. Sepanjang tahun buku 2025 lalu, GRIA sukses mencatatkan pertumbuhan performa bisnis yang solid dan stabil.
BACA INI: Metland Blanjaproperti 2026, Strategi Jitu Jual Rumah Plus Banjir Bonus
Sementara itu, Direktur Keuangan GRIA Hugofeber Parluhutan memaparkan bahwa perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp7,65 miliar pada tahun 2025. Angka ini melonjak tajam 32,21 persen, jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun 2024 yang berada di angka Rp5,79 miliar.
“Hal ini menunjukkan kinerja keuangan Perseroan menguat dan stabil. Peningkatan pendapatan dan laba bersih itu ditopang kuat oleh efisiensi operasional yang ketat, serta tren kenaikan volume penjualan unit perumahan yang dikembangkan,” tandas Hugofeber.
Keberhasilan GRIA mengawinkan teknologi smart home dengan keterjangkauan harga, menjadi bukti nyata bahwa rumah subsidi telah naik kelas.
Ditopang oleh kinerja keuangan yang tumbuh 32 persen serta dukungan stimulus Pemerintah yang solid, ekspansi 10 proyek GRIA di tahun 2026 ini, bukan hanya sekadar mengejar target kuantitas Program 3 Juta Rumah, melainkan juga sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan bagi MBR, untuk mengamankan aset masa depan mereka dari gerusan inflasi.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

