Di balik megahnya proyek-proyek hunian pelat merah, sektor properti BUMN rupanya menyimpan “bom waktu” keuangan. Dengan beban utang membengkak hingga Rp24 triliun, sementara nilai aset menyusut tajam menjadi Rp7 triliun, akhirnya Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengambil alih komando untuk menyelamatkan proyek-proyek BUMN bermasalah, termasuk apartemen LRT City yang mangkrak.
KoranProperti.com (Jakarta) – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengambil langkah strategis untuk menyehatkan serta mengonsolidasikan sektor properti BUMN yang selama ini terbelit berbagai persoalan keuangan dan proyek mangkrak, termasuk proyek apartemen LRT City. Langkah ini menandai era baru tata kelola aset properti negara untuk mengoptimalkan potensi pasar, dan mempermudah akses hunian bagi masyarakat.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan, saat ini fokus utama Danantara adalah melakukan penyehatan menyeluruh terhadap pengembang properti milik negara. Penyehatan ini diawali dengan penyesuaian nilai aset (impairment) secara transparan, agar tercermin nilai riil portofolio BUMN Karya.
Dony mengaku betapa beratnya tantangan yang dihadapi dalam membenahi sektor BUMN Karya dan anak usahanya di bidang properti. Penanganan harus dilakukan secara bertahap dan komprehensif melalui aksi korporasi serta financial restructuring.
“Saya ingin masyarakat tahu bahwa kita sedang memperbaiki kondisi yang memang tidak baik-baik saja,” ujar Dony usai acara akad massal rumah subsidi di Batang, Jawa Tengah Kamis (30/7/2026).
Terkait proyek apartemen LRT City ADCP yang terus ramai diberitakan media massa, akibat lambatnya penyelesaian proyek sehingga konsumen melakukan tuntutan, Danantara berkomitmen untuk melakukan pengecekan serta menindaklanjuti penyelesaiannya, seiring proses konsolidasi aset nasional.
Salah satu masalah utama yang berhasil diidentifikasi Danantara adalah pola pengembangan properti BUMN yang selama ini berjalan sendiri-sendiri secara terpisah (siloed). Hal ini memicu ketidakefisienan dan kompetisi internal yang tidak sehat.
“Di satu lokasi bisa ada tiga perusahaan properti BUMN yang membangun proyek sendiri-sendiri, sayangnya tiga-tiganya tidak optimal. Setelah kita bereskan, seluruh inventory itu akan segera dipasarkan,” tegas Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN.
Dony menambahkan, melalui konsolidasi yang dilakukan, seluruh persediaan rumah dan apartemen milik BUMN akan dihimpun dalam satu platform pemasaran terpadu, sehingga pasar dapat menyerap produk properti BUMN secara maksimal.
Perlu publik ketahui, berdasarkan pantauan koranproperti.com dari berbagai sumber menyebutkan, total liabilitas atau kewajiban dari emiten BUMN karya dan anak usaha sektor propertinya, mencatatkan angka puluhan hingga ratusan triliun rupiah per tahun 2026. PT PP Properti Tbk menghadapi proses PKPU dan PT Wika Realty mengalami tekanan keuangan berat yang dikonsolidasikan Danantara.

Danantara Housing Expo 2026
Sebagai puncak dari konsolidasi aset ini, Danantara bersama BP BUMN akan menggelar Danantara Housing Expo mulai tanggal 27 sampai 30 Agustus 2026 mendatang.
Pameran properti berskala nasional ini tidak hanya menyajikan inventory hunian rumah tapak dan apartemen milik BUMN secara lengkap, tetapi juga menghadirkan skema pembiayaan khusus yang sangat terjangkau.
Danantara telah menjalin kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyusun produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga lebih murah, dan opsi pembiayaan yang lebih fleksibel.
“Bukan hanya propertinya saja, kita juga tawarkan produk pembiayaannya. Seluruh Himbara menawarkan sejumlah produk pembiayaan rumah yang lebih terjangkau, agar masyarakat lebih memungkinkan memiliki kredit perumahan yang dikombinasikan dengan properti BUMN,” tandas Dony.
BACA INI: Kisah Menarik Dibalik Isu Mangkraknya Pembangunan Apartemen LRT City, Begini Ceritanya…
Melalui integrasi pembenahan keuangan, konsolidasi persediaan, dan kemudahan akses pembiayaan KPR Himbara, Danantara optimistis, aset properti BUMN dapat kembali produktif, sekaligus memberikan solusi hunian terjangkau bagi masyarakat.
Langkah berani Danantara mengumbar utang properti BUMN senilai Rp24 triliun menjadi pertaruhan besar bagi reputasi BUMN Karya. Panggung Housing Expo 2026 yang digelar bulan Agustus mendatang, bakal menjadi ujian nyata, apakah skema konsolidasi dan KPR murah ini mampu menyerap ribuan inventory yang menumpuk, atau hanya sekadar menjadi penambal sementara krisis keuangan properti negara? Kita tunggu saja.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

