Kawasan komersial San Antonio di Pakuwon City, Surabaya, mendadak geger setelah ledakan dahsyat mengguncang deretan ruko, Selasa (6/10/2026) pagi. Insiden yang diduga dipicu kebocoran tabung LPG di salah satu rumah makan itu, membuat sekitar 20 unit ruko mengalami kerusakan, mulai dari kaca pecah hingga bagian bangunan yang ikut runtuh. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pemilik dan penyewa ruko.
KoranProperti.com (Surabaya) – Ledakan terjadi di kawasan komersial Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026) pagi. Peristiwa yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas di salah satu rumah makan di dalam kawasan komersial itu, menyebabkan kerusakan sejumlah properti di sekitar lokasi kejadian.
Ledakan terjadi diduga sekitar antara pukul 07.00-07.11 WIB di deretan ruko yang berada di kawasan San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Surabaya. Berdasarkan informasi awal, sekitar 20 unit ruko mengalami kerusakan.
Bangunan rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi yang diduga menjadi titik asal ledakan mengalami kerusakan paling parah. Sebagian bangunan mengalami kehancuran, sementara kaca jendela pecah serta sejumlah bagian tembok dan plafon lantai bawah runtuh.
Kerusakan juga terjadi pada ruko-ruko yang berada di sisi bangunan. Sebagian pintu dan jendela properti pecah akibat kuatnya tekanan ledakan. Beberapa kanopi ruko di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan.
Sejumlah pekerja yang berada di dalam rumah makan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Berdasarkan keterangan awal dari beberapa saksi mata, terdapat lima pegawai rumah makan yang mengalami luka bakar akibat insiden, dan telah dibawa ke RSUD Dr. Soetomo.
BACA INI: Segera Bangun Pakuwon City Mall 4 Surabaya, Pengembang Ini Makin Moncer
Salah satu saksi, Tia, yang bekerja di ruko di sebelah rumah makan, mengatakan dirinya sedang memasak ketika terdengar suara ledakan keras dari arah rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi.
“Saat itu saya masih masak. Ruko saya di sebelahnya. Ada ledakan keras, kemungkinan itu dari tabung gas,” ujar Tia, Selasa (6/10/2026).
merespon kejadian ledakan itu, Manajemen PT Pakuwon Jati Tbk menjelaskan bahwa ruko-ruko yang terdampak merupakan properti yang telah terjual dan kepemilikannya telah beralih kepada masing-masing pembeli.
Respon Manajemen Pakuwon City
Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk Minarto Basuki mengatakan, operasional maupun pengelolaan ruko di kawasan komersial itu, berada di tangan pemilik atau penyewa masing-masing.
“Ruko itu sudah terjual dan operasionalnya menjadi tanggung jawab pemilik atau penyewa ruko masing-masing,” kata Basuki.
Menurutnya, ledakan diduga berasal dari tabung LPG yang digunakan pada salah unit satu ruko yang beroperasi sebagai rumah makan. Adapun para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat peristiwa ini, aktivitas di deretan properti komersial San Antonio juga ikut terdampak. Kerusakan pada fasad, kaca, pintu, jendela, hingga kanopi menjadi bagian dari dampak fisik yang terlihat pada sejumlah unit ruko.
BACA INI: Dibalik Program 3 Juta Rumah: Nyali Pemerintah Diuji, Takut atau Berani?
Sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebut sebelum ledakan terdengar suara gemuruh sangat keras dari sekitar rumah makan, kemudian terdengar ledakan yang bunyinya sangat keras, sehingga menyebabkan kaca dan jendela sejumlah ruko di sekitarnya pecah.
Dugaan awal menyebut, kebocoran berasal tabung gas berkapasitas 50 kilogram yang menjadi pemicu ledakan. Namun, penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Tim Inafis, kepolisian, dan BPBD masih melakukan pemeriksaan dan penyisiran di lokasi untuk mengumpulkan barang bukti dan mengetahui penyebab ledakan, sekaligus mendata dampak kerusakan terhadap bangunan-bangunan di kawasan Ruko San Antonio.
Peristiwa ledakan di ruko San Antonio ini, wajib menjadi fokus perhatian bagi pemilik dan penyewa ruko-ruko lain yang berada sekitar kawasan tersebut. Di tengah proses penyelidikan penyebab kejadian, kondisi ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan, penggunaan fasilitas, serta pengelolaan properti pada kawasan ruko yang telah beralih kepemilikan dari pengembang ke pemiliki atau penyewa.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

