Sejumlah proyek properti prestisius digarap di bawah bendera Summarecon Bekasi. Inilah salah satu momen terpenting perjalanan sejarah panjang Bekasi bertransformasi menjadi kota Industri properti di timur Jakarta. Kini, Bekasi tampil modern dan mewah serta menjelma menjadi kota metropolis.
KoranProperti.com (Bekasi) – Perkembangan Kota Bekasi sebagai wilayah urban dimulai tahun 1976 dengan sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden No. 13 Tahun 1976 tentang pengembangan wilayah Jabotabek. Bekasi mulai bertransformasi menjadi kota penyangga (satelit) Jakarta yang mendorong pembangunan infrastruktur dan permukiman.
Pertumbuhan pesat Kota dan Kabupaten Bekasi, mulai terjadi secara signifikan tahun 2000. Kini, Bekasi telah bertransformasi menjadi daerah penyangga kota Jakarta yang paling dinamis. Bekasi menjelma menjadi pusat industri, hunian modern, dan kawasan komersial utama, di timur Jakarta.
Kota Bekasi berkembang pesat menjadi kota metropolis modern dengan PDRB tinggi, sedangkan Kabupaten Bekasi dominan sebagai kawasan industri terbesar.
Kota Bekasi menjadi salah satu kota terkaya di Jawa Barat dengan PDRB tahun 2023 lalu, mencapai Rp118,96 triliun. Pencapaian ini berkat dukungan sektor industri, properti dan transportasi. Kabupaten Bekasi menjadi pusat industri nasional dengan hadirnya berbagai kawasan industri besar.
Pada triwulan III-2025, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai Rp61,78 triliun yang meliputi PMA Rp37,90 triliun dan PMDN Rp23,87 triliun. Target investasi di Bekasi tahun 2026 ini, ditetapkan, naik menjadi Rp73,2 triliun, dari target tahun sebelumnya (2025) yaitu sebesar Rp72,55 triliun.
Sejumlah kendala, masih menjadi hambatan investasi di Bekasi, yaitu belum optimalnya peta potensi investasi, kendala pelaporan LKPM pelaku usaha, serta kenaikan biaya produksi upah yang masih melambat. Titik-titik kemacetan juga masih menjadi tantangan di beberapa area padat Bekasi.
Namun demikian, Kabupaten Bekasi masih tetap menjadi primadona investasi industri di Jawa Barat, sedangkan Kota Bekasi lebih fokus pada sektor jasa dan properti.
BACA INI: Lintasan Sejarah Selama 16 Tahun, Summarecon Bekasi Bertransformasi Menjadi Kota Metropolitan
Masalah lingkungan juga masih menjadi fokus penanganan serius Pemda Bekasi, akibat pesatnya pembangunan fisik dan arus urbanisasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bekasi merupakan area investasi yang paling menjanjikan di Jabodetabek.
Bekasi menjadi semakin menarik, karena pertumbuhan propertinya berkembang pesat, berkat dukungan infrastruktur transportasi masif (LRT Jabodebek, tol Becakayu, JORR 2). Peningkatan pembangunan infrastruktur, menciptakan konektivitas tinggi menuju Jakarta.
Kini, Bekasi menjadi kawasan sun-rise property. Bekasi bertransformasi menjadi pusat industri properti yang meliputi pertumbuhan hunian residensial dan komersial modern serta kawasan township terintegrasi. Perkembangan pesat industri properti di Bekasi, menawarkan nilai investasi stabil, bahkan terus meningkat, terutama di koridor Transit Oriented Development (TOD).
Summarecon Bekasi Memimpin Transformasi Industri Properti
Di tengah-tengah pertumbuhan dan perkembangan Bekasi yang terus meningkat, pengembang properti ternama nasional, PT Summarecon Agung Tbk hadir melalui Summarecon Bekasi.
Sejumlah proyek properti dikemas menjadi kota mandiri di bawah garapan Summarecon Bekasi. Inilah salah satu momen terpenting perjalanan sejarah Bekasi bertransformasi menjadi kota utama Industri properti di timur Jakarta. Bekasi tampil semakin, modern, mewah dan menjelma menjadi kota metropolis.
Summarecon Bekasi merupakan kawasan kota mandiri (township) yang menempati lahan seluas sekitar 270 hektare. Summarecon Bekasi sukses mentransformasi Kota maupun Kabupaten Bekasi menjadi pusat hunian, bisnis, dan gaya hidup modern. Sekarang di Bekasi, sudah tersedia banyak mal, hunian premium, apartemen, pusat belanja, lembaga pendidikan dan rumah sakit berkelas global.
Salah satu proyek properti residensial prestisius garapan Summarecon Bekasi yaitu, Soultan Island Summarecon Bekasi, dengan desain super-prime residential ultra-mewah berskala global.

Presiden Direktur Summarecon Agung Adrianto P. Adhi menyatakan, optimismenya terhadap kinerja perseroan di tahun 2026 ini.
BACA INI: Napak Tilas 50 Tahun, Summarecon Discovery Berkisah Pahit dan Manis Berbisnis Properti di Indonesia
“Pertumbuhan properti Summarecon, termasuk di Bekasi terjadi, karena didorong oleh minat konsumen yang tinggi, pembangunan infrastruktur dan banyaknya proyek properti berkualitas (residensial dan komersial) yang dikembangkan Summarecon,” pungkas Adrianto.
Senada dengan Adrianto, Direktur Summarecon Soegianto Nagaria menegaskan bahwa Bekasi telah siap menjadi kota yang penuh dengan fasilitas gaya hidup urban premium.
Menurut Soeginato, hal ini dibuktikan dengan pembukaan Summarecon Mall Bekasi (SMB) Tahap 2 yang mengintegrasikan pusat olahraga dan wellness (wellground). SMB hadir sebagai respon atas tingginya permintaan gaya hidup seimbang kaum urban.
“Kami juga akan terus berkomitmen pada Lingkungan dan Sosial (ESG) dengan secara aktif melakukan peremajaan kawasan, seperti program bedah 500 rumah tidak layak huni di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap lingkungan, sekaligus tanggung jawab sosial,” tandas Soegianto.
Summarecon Bekasi terus berkembang menjadi New Metropolis City dan pusat aktivitas yang mengintegrasikan hunian berkualitas dengan area komersial di wilayah penyangga Jakarta.
Dalam posisi yang sama Summarecon Crown Gading (SCG) juga hadir sebagai kota mandiri baru seluas 437 hektare. SCG lahir dari hasil kolaborasi Summarecon dan Sumitomo Forestry. SCG berlokasi di Setia Asih, Tarumajaya, Bekasi Utara.
Proyek ini merupakan pengembangan ke 8 Summarecon yang berfokus pada konsep Walkable City dan hunian terpadu. Konsep Pengembangan SCG mengusung jargon “The New Kelapa Gading” dengan konsep kota mandiri yang mengintegrasikan hunian premium, area komersial, pendidikan, dan kesehatan.
Executive Director Summarecon Bekasi Magdalena Juliati mengatakan, fokus Summarecon bukan lagi sekadar membangun hunian, melainkan juga membangun ekosistem industri properti di Bekasi.
Adapun klaster mewah dan modern yang dikembangkan Summarecon Crown Gading, Bekasi, di antaranya ialah klaster Regia dan klaster Vanica Residence. Harga per unit hunian ini bervariasi mulai dari Rp1,3 miliaran sampai Rp3,4 miliaran, dengan menawarkan 2 hingga 4 kamar tidur.
“Summarecon Bekasi telah bertransformasi dari kawasan suburban menjadi kota terpadu (township) yang mandiri dan menjadi ikon lifestyle modern di timur Jakarta,” tutup Magdalena.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com


