Penggunaan material ramah lingkungan, penyediaan fasilitas recycle hub, hingga konsep hunian future-ready menjadi nilai jual utama yang ditawarkan pengembang ini kepada konsumen.
KoranProperti.com (Bekasi) – Pasar properti residensial di kawasan timur Jakarta, khususnya Cibitung, Kabupaten Bekasi, terus menunjukkan taji dan mulai menanjak pada semester I-2026. Harmoni Park Group mencatat lonjakan signifikan pada hunian segmen menengah dengan rentang harga di bawah Rp500 jutaan.
Tren positif ini tercermin nyata di kawasan Zetira, proyek hunian tapak besutan Harmoni Park Group. General Manager Harmoni Park Group Ardian Hendra mengungkapkan bahwa Cibitung kini telah bertransformasi menjadi salah satu rising star, dalam peta properti wilayah timur Jakarta.
“Pertumbuhan ini didukung dengan masifnya pembangunan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas melalui jalan tol, serta tingginya kebutuhan hunian dari para pekerja di kawasan industri sekitar,” ujar Ardian dalam siaran pers, Rabu (20/5/2026).
Merespons tingginya minat pasar, Harmoni Park Group secara resmi memperkenalkan dua tipe hunian terbaru di kawasan Zetira, yaitu tipe Belvia dan Aria. Di atas lahan seluas 3 hektare, Zetira dikembangkan dengan filosofi sustainability development yang mengedepankan aspek keberlanjutan.
Penggunaan material ramah lingkungan, penyediaan fasilitas recycle hub, hingga konsep hunian future-ready menjadi nilai jual utama yang ditawarkan kepada konsumen segmen menengah.
Ardian menambahkan, dalam empat bulan terakhir, grafik permintaan untuk unit di bawah Rp500 jutaan di kawasan Cibitung terus merangkak tumbuh dan naik.
Secara geografis, Zetira memiliki keunggulan kompetitif. Lokasinya hanya terpaut lima menit dari akses Tol Gabus (ruas Cibitung-Cilincing) dan terhubung langsung dengan kawasan Muktiwari serta Sarimukti.
Infrastruktur internalnya juga digarap serius dengan jalan utama selebar 14 meter, jaringan listrik bawah tanah, serta sistem keamanan one gate system yang dilengkapi CCTV.
BACA INI: Elegansi Prancis di Jantung Makassar, Summarecon dan Sumitomo Forestry Persembahkan Klaster Rinoka
Saat ini, Zetira menawarkan empat tipe pilihan hunian yaitu Belvia (33/66), Aria (44/66), Freya (33/66), dan Juna (30/66). Tipe Belvia yang dibanderol mulai dari harga Rp400 jutaan, hadir dengan kondisi siap huni dan area belakang yang sudah tertutup. Sedangkan tipe Aria yang berlokasi di jalan utama klaster, dipasarkan mulai dari Rp450 jutaan.
Untuk memacu peningkatan penjualan hingga 20 Juni 2026 mendatang, pengembang menawarkan program khusus, yaitu booking fee hanya Rp1 juta dengan DP 0 persen, subsidi cicilan Rp500 ribuan per bulan selama 1 tahun, bebas PPN 11 persen & Gratis IPL selama 6 bulan, serta gratis instalasi internet selama 3 bulan.
Harmoni Park Group telah membangun sekitar 3.300 unit rumah dalam lima tahun terakhir ini, melalui berbagai proyek seperti Harmoni Park Residence, Harmoni Primavera, dan Puri Harmoni Pasirmukti. Harmoni Park Group semakin mengukuhkan posisinya sebagai pengembang progresif di tanah air pada tahun 2026 ini.
Pasar Rumah Tapak Jabodetabek
Terkait kokohnya pasar properti segmen menengah, data Leads Property melaporkan bahwa pasar rumah tapak di Jabodetabek sepanjang tahun 2026 diprediksi tetap stabil dengan kebutuhan mencapai 11.000 hingga 12.000 unit.
Berbeda dengan hunian segmen premium yang banyak dipengaruhi motif investasi atau spekulasi (dan cenderung menahan diri karena dinamika global), konsumen di segmen menengah didominasi end-user.
Permintaan (demand) properti residensial di segmen menengah, relatif konsisten dan tidak mudah goyah oleh fluktuasi ekonomi makro.
Faktor pendorong terbesar yang membuat rumah tapak segmen menengah ini stabil di tahun 2026 adalah kebijakan fiskal Pemerintah yang pro-pertumbuhan.

Insentif perpanjangan PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) untuk sektor properti yang berlaku hingga tanggal 31 Desember 2026, tentu memberikan banyak keringanan besar bagi konsumen.
Ditambah lagi dengan pelonggaran kebijakan moneter seperti penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang mulai terasa dampaknya pada bunga KPR, beban cicilan konsumen menjadi lebih ringan dan terjangkau.
Kenaikan harga lahan yang cukup masif di area strategis membuat para pengembang kesulitan mempertahankan margin jika membangun rumah segmen bawah (subsidi/murah). Akibatnya, pasokan rumah bergeser ke segmen menengah.
Di sisi lain, daya beli masyarakat yang mulai pulih pasca-pandemi dan penyesuaian ekonomi membuat banyak konsumen yang tadinya mengincar rumah kelas bawah, naik kelas ke segmen menengah demi mendapatkan kualitas hunian dan lingkungan yang lebih baik.
Kehadiran infrastruktur transportasi massal yang semakin matang di tahun 2026, seperti perluasan jalur LRT, MRT, Tol JORR 2, dan Tol Cibitung-Cilincing, membuat rumah-rumah di pinggiran kota menjadi sangat atraktif bagi pekerja komuter.
Konsumen kelas menengah tidak akan keberatan membeli rumah di pinggiran kota, asalkan akses transportasinya cepat dan mudah.
Para pengembang properti di tahun 2026 ini juga sangat jeli melihat pasar. Mereka aktif merilis produk hunian segmen menengah yang kompak (compact house) namun fungsional, dengan menggunakan konsep keberlanjutan (sustainability), ramah lingkungan, serta rumah siap teknologi (future-ready) dengan jaringan internet serat optik dan smart home system.
Sampai hari ini, pasar rumah tapak kelas menengah tetap kokoh berdiri, saat segmen lainnya mengalami penyesuaian atau pelemahan dan penurunan daya jual di pasar properti.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

