Pasar rumah mewah tak lagi berpusat di Jakarta. Didorong dominasi orang kaya baru yang memburu prestise dan kenyamanan jangka panjang, ekspansi hunian mewah tahun 2026 dan 2027 mendatang akan bergeser secara agresif ke Tangerang. Sejak awal hingga jelang dua bulan tutup tahun 2026, puluhan proyek hunian mewah berharga miliaran di kawasan ini, ludes terjual.
KoranProperti.com (Jakarta) – Pasar hunian segmen menengah ke atas, khususnya rumah mewah, menunjukkan kekuatannya di tengah badai industri properti, seperti tekanan daya beli, fluktuasi suku bunga kredit, hingga kenaikan harga tanah dan material bangunan yang semakin tinggi.
Permintaan untuk hunian mewah tetap terbuka lebar, dan terus dikembangkan sejumlah pengembang papan atas di Tangerang. Ketahanan segmen hunian mewah ini, didorong oleh keberadaan konsumen kelas atas dan orang kaya baru yang dalam membeli rumah, tidak tergantung oleh skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property Martin Samuel Hutapea mengatakan, pasar rumah mewah (harga Rp10 miliar ke atas) merupakan niche market dengan basis pembeli yang terbatas, namun sangat solid. Pembeli di kelas ini, umumnya memanfaatkan cicilan bertahap atau pembayaran tunai keras (cash keras).
“Konsumen rumah mewah cenderung berhati-hati dalam membeli hunian untuk ditempati (end-user). Biasanya, pengembang dalam membangun hunian mewah sangat terbatas sekitar di bawah 50 unit, karena lebih mengutamakan prestise, dibandingkan dengan pemenuhan kebutuhan massal,” kata Martin.
Menurut Martin, arah pengembangan hunian mewah, kini bergeser agresif ke kawasan penyangga Jakarta, khususnya di dalam kota mandiri (township) yang dikembangkan sejumlah pengembang ternama yang memiliki reputasi baik.
Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) kuartal II-2026. Indeks penjualan rumah tipe besar di pasar primer mencatatkan pertumbuhan 13 persen secara tahunan (YoY), membaik secara signifikan dibandingkan kuartal I-2026 yang sempat berkontraksi 8,05 persen.
Secara umum, total penjualan rumah di pasar primer masih mengalami kontraksi sebesar 2,36 persen (YoY). Namun, angka ini terlihat semakin membaik, jika dibandingkan kontraksi kuartal I-2026 yang mencapai 25,67 persen.
Dari sisi harga, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pasar primer kuartal II-2026 berada di level 110,89 atau naik 0,69 persen (YoY). Untuk wilayah Jabodetabek, indeks harga naik 0,78 persen. Harga rumah tipe besar secara nasional tumbuh 0,65 persen.
Pasar Properti Residensial Tangerang
Sedangkan menurut data Cushman & Wakefield Indonesia, total permintaan rumah di Jabodetabek pada semester I-2026 mencapai 428.088 unit (tumbuh 0,55 persen, dibanding semester sebelumnya). Segmen menengah mendominasi sebesar 27,8 persen, disusul segmen menengah atas (26,6 persen), dan segmen atas (25,4 persen).
Tingkat penyerapan pasar properti residensial di Tangerang mencapai sekitar 94 persen, dengan total pasokan 231.722 unit, dari permintaan 218.829 unit hunian.
Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo memprediksi pasokan rumah tapak di Jabodetabek, akan terus tumbuh hingga tutup tahun 2026, meskipun pengembang cenderung lebih berhati-hati dalam meluncurkan proyek baru.

Keaktifan ekspansi dan beberapa proyek hunian mewah terus dikembangkan sejumlah pengembang besar di Tangerang, seperti di kawasan Gading Serpong, BSD City, Summarecon Serpong dan Alam Sutera.
BACA INI: Pecah Rekor, Harga Rumah Mewah Termahal di Kalangan Selebriti, Ini Pemiliknya…!!!
Paramount Land dan Sinar Mas Land (SML), dua pengembang papan atas di kawasan Tangerang, semakin agresif meluncurkan produk rumah menengah atas (mewah) serta komersial untuk merespons tingginya permintaan, dan pesatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.
Loncatan pertumbuhan 13 persen pada rumah tipe besar menegaskan satu hal bahwa daya beli konsumen rumah mewah tidak pernah hilang, melainkan semakin agresif dan selektif.
Terjadinya pergeseran minat konsumen rumah mewah ke kawasan Tangerang (2026-2027 mendatang), membuktikan bahwa Tangerang semakin kokoh dalam menciptakan branding rumah mewah.
Umumnya, kawasan hunian mewah di Tangerang berhasil mengintegrasikan kawasan komersial, aksesibilitas modern, dan jaminan rekam jejak pengembang terbaik, dan ini akan terus mendominasi pasar properti Jabodetabek, hingga tutup 2026 sampai memasuki tahun 2027.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news serta LIPRO TV setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

