• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
Advertisement
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Properti

Efek Domino Whoosh: Targetkan Segmen Atas, Summarecon Bandung Gelar Klaster Eksklusif Xandari

Yuddy Kusuma by Yuddy Kusuma
May 30, 2026
in Liputan Properti
0
Efek Domino Whoosh: Targetkan Segmen Atas, Summarecon Bandung Gelar Klaster Eksklusif Xandari

Unit hunian klaster Xandari, Summarecon Bandung (Foto: Dok. Summarecon)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Summarecon Bandung kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir pengembangan kota terpadu kelas dunia dengan meluncurkan mahakarya terbaru di segmen ultra-luxury yaitu klaster Xandari. Hunian eksklusif ini menargetkan segmen kelas atas. 

KoranProperti.com (Bandung) – Menyasar segmen atas (high-end atau ultra-luxury) seperti yang dilakukan Summarecon Bandung lewat klaster Xandari bukan tanpa alasan. Bagi pengembang besar, pasar ini bukan sekadar bonus, melainkan pilar strategis bisnis mereka.

Kelompok masyarakat ekonomi atas cenderung memiliki kondisi finansial stabil. Ketika daya beli kelas menengah-bawah rentan terdampak inflasi, kenaikan suku bunga, atau isu ekonomi makro, segmen atas biasanya tetap memiliki likuiditas kuat. Mereka membeli properti bukan berdasarkan “kebutuhan mendasar” untuk berteduh, melainkan sebagai bentuk instrumen investasi atau diversifikasi aset.

Membangun rumah kelas menengah membutuhkan volume penjualan yang sangat masif untuk mendapatkan keuntungan besar. Sebaliknya, proyek high-end atau luxury menawarkan margin keuntungan (margin laba bersih) yang jauh lebih tebal per unitnya. Pengembang dapat memanfaatkan reputasi brand mereka untuk memberikan nilai tambah (premium pricing) pada aspek desain, material, hingga eksklusivitas.

Pengembang besar biasanya memiliki akses atau kemampuan untuk mengembangkan lahan di dekat infrastruktur premium. Seperti halnya Summarecon Bandung yang memanfaatkan kedekatan dengan akses Tol Gedebage dan Kereta Cepat Whoosh.

Infrastruktur kelas satu seperti ini, secara alami menaikkan nilai tanah (land value), sehingga tanah menjadi sangat mahal, jika hanya dibangun hunian kelas menengah. Membangun klaster mewah adalah cara paling rasional untuk memaksimalkan potensi nilai tanah (highest and best use).

BACA INI: Elegansi Prancis di Jantung Makassar, Summarecon dan Sumitomo Forestry Persembahkan Klaster Rinoka

Kesuksesan menjual proyek residensial bernilai puluhan miliar rupiah per unit, akan memberikan suntikan reputasi yang luar biasa bagi pengembang. Ini akan memposisikan mereka sebagai pengembang “kelas dunia” atau “papan atas”. Efek psikologis ini (Halo Effect), akan membuat proyek-proyek mereka yang berada di kelas menengah atau komersial lainnya secara otomatis, ikut melejit nilainya dan lebih mudah dipercaya konsumen.

Konsumen segmen atas tidak bergantung kepada skema KPR (Kredit Pemilikan Rumah) konvensional dengan DP ketat yang diatur bank. Banyak dari mereka yang membeli dengan metode cash keras atau cash bertahap langsung ke pengembang.

Hal ini sangat menguntungkan bagi arus kas (cash flow) pengembang, karena mereka menerima dana segar lebih cepat, untuk memutar roda proyek tanpa bayang-bayang risiko kredit macet konsumen.

Berdasarkan sejumlah faktor di atas itulah, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melalui unit usahanya, Summarecon Bandung, resmi memperkenalkan hunian eksklusif klaster Xandari. Tak tanggung-tanggung,
hunian mewah ini dipasarkan dengan harga fantastis mencapai Rp28 miliar per unit, sebuah angka yang menegaskan ambisi perusahaan untuk merangkul pasar kelas atas (high-end segment) di wilayah Bandung Timur.

Trasformasi Kawasan Gedebage Bandung

Langkah ini diambil setelah perjalanan panjang selama 11 tahun mentransformasi kawasan Gedebage. Sejak memulai pengembangan pada tahun 2015 lalu, Summarecon Bandung telah berhasil mengubah wajah kawasan yang awalnya merupakan daerah pinggiran koya, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dinamis dan modern, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kota Bandung.

Kini, kawasan Summarecon Bandung tidak lagi hanya sekadar hunian. Dengan lebih dari 2.000 unit rumah yang telah dihuni, kawasan ini menjelma menjadi ekosistem hunian yang lengkap.

Fasiltas kolam renang club house klaster Xandari, Summarecon Bandung (Foto: Dok. Summarecon)

Executive Director Summarecon Hindarko Hasan menjelaskan bahwa pengembangan hunian mewah di kawasan Bandung Timur ini, mengedepankan keseimbangan antara modernitas dan lingkungan.

“Kami mengintegrasikan ruang hijau seluas 27 hektare seperti Taman Sumringah dengan konektivitas prima untuk menciptakan kawasan urban yang nyaman dan berkelanjutan,” ujar Hindarko.

BACA INI: Bergerak Cepat Rangkul Pasar Properti Kawasan Timur Indonesia, Begini Progres Summarecon Mall Makassar

Fasilitas pendukung di kawasan ini tergolong komprehensif, mulai dari Summarecon Mall Bandung yang menjadi pusat gaya hidup baru, ITB Innovation Park hingga sarana ibadah, pendidikan, dan kesehatan.

Keberadaan infrastruktur strategis seperti akses langsung Exit Tol Gedebage KM 149 Padaleunyi dan kedekatan dengan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar Summarecon (Whoosh) menjadikannya magnet bagi investor maupun end-user.

Dengan dikelilingi ikon kota seperti Masjid Raya Al Jabbar dan Stadion GBLA, klaster Xandari hadir bukan sekadar sebagai tempat tinggal, melainkan simbol prestise di tengah kota terpadu yang telah matang dan terintegrasi secara sempurna.

SummareconSimak dan ikuti terus perkembangan berita terkini dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com
FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: BandungBandung TimurGedebageHindarko HasanKlaster XandariKoranproperti.comLiputan PropertiPT Summarecon Agung Tbk (SMRA)SMRASummareconSummarecon BandungYuddy Kusuma
Previous Post

Gebrak Pasar Properti Internasional, Metland Venya Ubud Sabet Dua Penghargaan Prestisius Asia Pasifik

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti